• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, May 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Komentar PM Jepang Soal Taiwan Picu China Larang Sejumlah Ekspor Ke Jepang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 8, 2026
in News
0
Komentar PM Jepang Soal Taiwan Picu China Larang Sejumlah Ekspor Ke Jepang

JAKARTA, Cobisnis.com – China melarang ekspor sejumlah unsur tanah jarang dan barang lain ke Jepang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Langkah ini semakin memperkeruh hubungan kedua negara, menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang terkait Taiwan.

Kementerian Perdagangan China menyatakan pembatasan luas terhadap barang yang dikategorikan sebagai dual-use yakni barang, jasa, dan teknologi yang dapat digunakan untuk keperluan sipil maupun militer berlaku efektif segera. Namun, otoritas China tidak merinci secara spesifik jenis ekspor yang terdampak.

Berdasarkan katalog resmi barang dual-use yang dirilis kementerian tersebut, kategori yang berpotensi terkena larangan mencakup unsur tanah jarang, elektronik canggih, komponen kedirgantaraan dan penerbangan, drone, hingga teknologi terkait nuklir.

Unsur tanah jarang merupakan material krusial bagi berbagai produk, mulai dari perangkat elektronik sehari-hari dan kendaraan hingga sistem persenjataan canggih seperti jet tempur F-35. Pada 2024, Jepang bergantung pada China untuk sekitar 63% impor unsur tanah jarangnya. Hingga kini, dampak penuh dari pembatasan terbaru ini terhadap industri Jepang masih belum sepenuhnya jelas.

Hubungan China dan Jepang memburuk sejak Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan di parlemen pada November lalu bahwa invasi China ke Taiwan akan menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang” dan berpotensi memicu respons militer dari Tokyo.

Partai Komunis China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meski tidak pernah menguasainya, dan bertekad menyatukan pulau tersebut, termasuk dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Sejak pernyataan tersebut, Beijing memberlakukan berbagai langkah ekonomi untuk menekan Jepang agar menarik ucapannya, termasuk memangkas penerbangan, memperingatkan warganya agar tidak bepergian atau belajar di Jepang, serta menghentikan impor makanan laut dari negara itu.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa pembatasan ekspor ini diberlakukan sebagai respons atas komentar Takaichi yang dinilai “keliru,” sekaligus demi “melindungi keamanan dan kepentingan nasional” China. Beijing menilai pernyataan tersebut sebagai campur tangan kasar dalam urusan dalam negeri China dan pelanggaran serius terhadap prinsip satu China.

China juga memperingatkan bahwa organisasi atau individu dari negara mana pun yang melanggar aturan ekspor tersebut akan dimintai pertanggungjawaban hukum.

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan protes keras dan menuntut pencabutan segera kebijakan tersebut. Tokyo menilai langkah China “sangat bertentangan dengan praktik internasional” dan “sama sekali tidak dapat diterima.”

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa dampak potensial terhadap industri Jepang masih perlu dikaji lebih lanjut karena banyak aspek pengumuman China yang belum jelas, termasuk cakupan barang yang dibatasi.

Di sisi lain, China juga meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor senyawa kimia diklorosilan dari Jepang, yang banyak digunakan dalam produksi semikonduktor. Beijing menuduh praktik dumping tersebut merugikan industri domestik China.

Penggunaan dominasi China dalam rantai pasok unsur tanah jarang sebagai alat tekanan perdagangan bukanlah hal baru. Tahun lalu, kebijakan serupa berdampak besar pada industri global, termasuk sektor otomotif pilar utama ekonomi Jepang. Bahkan pada 2010, China pernah membatasi ekspor unsur tanah jarang ke Jepang setelah sengketa diplomatik terkait penangkapan kapten kapal nelayan China di dekat Kepulauan Senkaku.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
free online course
download lava firmware
Premium WordPress Themes Download
online free course
Tags: ChinaJepangcobisnis.comTaiwanTanahJarang

Related Posts

Daftar Negara dengan Kucing Peliharaan Terbanyak 2026, Siapa Peringkat Pertama?

Daftar Negara dengan Kucing Peliharaan Terbanyak 2026, Siapa Peringkat Pertama?

by Hidayat Taufik
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kucing masih menjadi hewan peliharaan favorit di berbagai negara. Hewan ini dikenal mudah beradaptasi dan dekat dengan...

Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Pernah Pimpin TNI AD dan Kementerian Pertahanan

Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Pernah Pimpin TNI AD dan Kementerian Pertahanan

by Hidayat Taufik
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kabar duka datang dari dunia pertahanan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia...

Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

by Zahra Zahwa
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Frontier Airlines berpotensi menjadi maskapai yang paling diuntungkan setelah Spirit Airlines menghentikan operasinya pada 2 Mei lalu....

San Antonio Spurs Melaju ke NBA Finals 2026 Setelah Kalahkan Thunder 111-103

San Antonio Spurs Melaju ke NBA Finals 2026 Setelah Kalahkan Thunder 111-103

by Zahra Zahwa
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – San Antonio Spurs memastikan tiket ke NBA Finals 2026 setelah mengalahkan Oklahoma City Thunder 111-103 pada Game...

Kisah Sue Tilley, Perempuan di Balik Lukisan Lucian Freud yang Diburu Kolektor Dunia

Kisah Sue Tilley, Perempuan di Balik Lukisan Lucian Freud yang Diburu Kolektor Dunia

by Zahra Zahwa
May 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sue Tilley kembali bertemu dengan potret dirinya yang dibuat pelukis terkenal Lucian Freud hampir 30 tahun lalu....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pemutihan Denda Pajak Kendaraan DKI Jakarta Berlaku 2026, Ini Ketentuan Lengkapnya

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan DKI Jakarta Berlaku 2026, Ini Ketentuan Lengkapnya

May 30, 2026
PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026, Simak Jadwal Tayangnya Malam Ini

PSG Tantang Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026, Simak Jadwal Tayangnya Malam Ini

May 30, 2026
Gaya Hidup Nongkrong Modern Mulai Jadi Tantangan Finansial Generasi Muda

Gaya Hidup Nongkrong Modern Mulai Jadi Tantangan Finansial Generasi Muda

October 20, 2025
Pemprov DKI Hapus Denda PKB dan BBNKB Selama 3 Bulan, Tidak Perlu Ajukan Permohonan

Pemprov DKI Hapus Denda PKB dan BBNKB Selama 3 Bulan, Tidak Perlu Ajukan Permohonan

May 30, 2026
Daftar Negara dengan Kucing Peliharaan Terbanyak 2026, Siapa Peringkat Pertama?

Daftar Negara dengan Kucing Peliharaan Terbanyak 2026, Siapa Peringkat Pertama?

May 31, 2026
Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Pernah Pimpin TNI AD dan Kementerian Pertahanan

Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Pernah Pimpin TNI AD dan Kementerian Pertahanan

May 31, 2026
Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

Frontier Airlines Hadapi Ujian Berat Meski Dapat Keuntungan dari Kejatuhan Spirit

May 31, 2026
San Antonio Spurs Melaju ke NBA Finals 2026 Setelah Kalahkan Thunder 111-103

San Antonio Spurs Melaju ke NBA Finals 2026 Setelah Kalahkan Thunder 111-103

May 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved