• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, August 2, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Komentar PM Jepang Soal Taiwan Picu China Larang Sejumlah Ekspor Ke Jepang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 8, 2026
in News
0
Komentar PM Jepang Soal Taiwan Picu China Larang Sejumlah Ekspor Ke Jepang

JAKARTA, Cobisnis.com – China melarang ekspor sejumlah unsur tanah jarang dan barang lain ke Jepang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Langkah ini semakin memperkeruh hubungan kedua negara, menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang terkait Taiwan.

Kementerian Perdagangan China menyatakan pembatasan luas terhadap barang yang dikategorikan sebagai dual-use yakni barang, jasa, dan teknologi yang dapat digunakan untuk keperluan sipil maupun militer berlaku efektif segera. Namun, otoritas China tidak merinci secara spesifik jenis ekspor yang terdampak.

Berdasarkan katalog resmi barang dual-use yang dirilis kementerian tersebut, kategori yang berpotensi terkena larangan mencakup unsur tanah jarang, elektronik canggih, komponen kedirgantaraan dan penerbangan, drone, hingga teknologi terkait nuklir.

Unsur tanah jarang merupakan material krusial bagi berbagai produk, mulai dari perangkat elektronik sehari-hari dan kendaraan hingga sistem persenjataan canggih seperti jet tempur F-35. Pada 2024, Jepang bergantung pada China untuk sekitar 63% impor unsur tanah jarangnya. Hingga kini, dampak penuh dari pembatasan terbaru ini terhadap industri Jepang masih belum sepenuhnya jelas.

Hubungan China dan Jepang memburuk sejak Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan di parlemen pada November lalu bahwa invasi China ke Taiwan akan menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang” dan berpotensi memicu respons militer dari Tokyo.

Partai Komunis China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meski tidak pernah menguasainya, dan bertekad menyatukan pulau tersebut, termasuk dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Sejak pernyataan tersebut, Beijing memberlakukan berbagai langkah ekonomi untuk menekan Jepang agar menarik ucapannya, termasuk memangkas penerbangan, memperingatkan warganya agar tidak bepergian atau belajar di Jepang, serta menghentikan impor makanan laut dari negara itu.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa pembatasan ekspor ini diberlakukan sebagai respons atas komentar Takaichi yang dinilai “keliru,” sekaligus demi “melindungi keamanan dan kepentingan nasional” China. Beijing menilai pernyataan tersebut sebagai campur tangan kasar dalam urusan dalam negeri China dan pelanggaran serius terhadap prinsip satu China.

China juga memperingatkan bahwa organisasi atau individu dari negara mana pun yang melanggar aturan ekspor tersebut akan dimintai pertanggungjawaban hukum.

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan protes keras dan menuntut pencabutan segera kebijakan tersebut. Tokyo menilai langkah China “sangat bertentangan dengan praktik internasional” dan “sama sekali tidak dapat diterima.”

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa dampak potensial terhadap industri Jepang masih perlu dikaji lebih lanjut karena banyak aspek pengumuman China yang belum jelas, termasuk cakupan barang yang dibatasi.

Di sisi lain, China juga meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor senyawa kimia diklorosilan dari Jepang, yang banyak digunakan dalam produksi semikonduktor. Beijing menuduh praktik dumping tersebut merugikan industri domestik China.

Penggunaan dominasi China dalam rantai pasok unsur tanah jarang sebagai alat tekanan perdagangan bukanlah hal baru. Tahun lalu, kebijakan serupa berdampak besar pada industri global, termasuk sektor otomotif pilar utama ekonomi Jepang. Bahkan pada 2010, China pernah membatasi ekspor unsur tanah jarang ke Jepang setelah sengketa diplomatik terkait penangkapan kapten kapal nelayan China di dekat Kepulauan Senkaku.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
download samsung firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
Tags: ChinaJepangcobisnis.comTaiwanTanahJarang

Related Posts

Cuaca Panas? Ini 7 Tanaman Hias yang Bikin Rumah Terasa Lebih Sejuk

Cuaca Panas? Ini 7 Tanaman Hias yang Bikin Rumah Terasa Lebih Sejuk

by Hidayat Taufik
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Cuaca yang semakin panas membuat banyak orang mencari cara alami untuk menjaga rumah tetap nyaman. Selain menggunakan...

Penelitian Ungkap Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Menurunkan Fungsi Otak

Penelitian Ungkap Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Menurunkan Fungsi Otak

by Hidayat Taufik
August 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan dilakukan terus-menerus dapat membawa dampak serius bagi kesehatan otak. Para pakar...

Auto Draft

Wisata Sejarah Tiruan Semakin Diminati di China Meski Bukan Bangunan Asli

by Zahra Zahwa
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – China terus mengembangkan destinasi wisata bergaya sejarah untuk menarik lebih banyak pengunjung domestik. Menariknya, banyak lokasi tersebut...

Auto Draft

Franco Baresi Tutup Usia pada 66 Tahun, AC Milan Berduka

by Zahra Zahwa
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia sepak bola berduka setelah legenda AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada...

Auto Draft

FIFA Batalkan Rencana Investasi Piala Dunia US$20 Miliar Setelah Tuai Penolakan

by Zahra Zahwa
August 1, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – FIFA resmi membatalkan rencana investasi senilai US$20 miliar untuk turnamen Piala Dunia. Keputusan itu muncul setelah proposal...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pertamax Lebih Murah Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

Pertamax Lebih Murah Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru

August 1, 2026
Masa Depan Ferran Torres di Barcelona Menggantung, Bertahan atau Hengkang?

Masa Depan Ferran Torres di Barcelona Menggantung, Bertahan atau Hengkang?

August 1, 2026
FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Gelombang Penolakan

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026

August 1, 2026
IFG Life Dukung Danantara Housing Expo 2026 Lewat Asuransi Jiwa Kredit

Yuri SNSD Tinggalkan SM Entertainment Setelah 19 Tahun Berkarier

August 1, 2026
Cuaca Panas? Ini 7 Tanaman Hias yang Bikin Rumah Terasa Lebih Sejuk

Cuaca Panas? Ini 7 Tanaman Hias yang Bikin Rumah Terasa Lebih Sejuk

August 2, 2026
Penelitian Ungkap Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Menurunkan Fungsi Otak

Penelitian Ungkap Kebiasaan Minum Alkohol Bisa Menurunkan Fungsi Otak

August 2, 2026
Adu Jitu di Balik Lensa dan Joran, Wartawan Foto Siap Unjuk Gigi di Mancing Seru Sekali “Maruli 3” 2026

Adu Jitu di Balik Lensa dan Joran, Wartawan Foto Siap Unjuk Gigi di Mancing Seru Sekali “Maruli 3” 2026

August 2, 2026
Auto Draft

Wisata Sejarah Tiruan Semakin Diminati di China Meski Bukan Bangunan Asli

August 1, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved