• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, February 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Komentar PM Jepang Soal Taiwan Picu China Larang Sejumlah Ekspor Ke Jepang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 8, 2026
in News
0
Komentar PM Jepang Soal Taiwan Picu China Larang Sejumlah Ekspor Ke Jepang

JAKARTA, Cobisnis.com – China melarang ekspor sejumlah unsur tanah jarang dan barang lain ke Jepang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Langkah ini semakin memperkeruh hubungan kedua negara, menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang terkait Taiwan.

Kementerian Perdagangan China menyatakan pembatasan luas terhadap barang yang dikategorikan sebagai dual-use yakni barang, jasa, dan teknologi yang dapat digunakan untuk keperluan sipil maupun militer berlaku efektif segera. Namun, otoritas China tidak merinci secara spesifik jenis ekspor yang terdampak.

Berdasarkan katalog resmi barang dual-use yang dirilis kementerian tersebut, kategori yang berpotensi terkena larangan mencakup unsur tanah jarang, elektronik canggih, komponen kedirgantaraan dan penerbangan, drone, hingga teknologi terkait nuklir.

Unsur tanah jarang merupakan material krusial bagi berbagai produk, mulai dari perangkat elektronik sehari-hari dan kendaraan hingga sistem persenjataan canggih seperti jet tempur F-35. Pada 2024, Jepang bergantung pada China untuk sekitar 63% impor unsur tanah jarangnya. Hingga kini, dampak penuh dari pembatasan terbaru ini terhadap industri Jepang masih belum sepenuhnya jelas.

Hubungan China dan Jepang memburuk sejak Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan di parlemen pada November lalu bahwa invasi China ke Taiwan akan menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang” dan berpotensi memicu respons militer dari Tokyo.

Partai Komunis China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meski tidak pernah menguasainya, dan bertekad menyatukan pulau tersebut, termasuk dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Sejak pernyataan tersebut, Beijing memberlakukan berbagai langkah ekonomi untuk menekan Jepang agar menarik ucapannya, termasuk memangkas penerbangan, memperingatkan warganya agar tidak bepergian atau belajar di Jepang, serta menghentikan impor makanan laut dari negara itu.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa pembatasan ekspor ini diberlakukan sebagai respons atas komentar Takaichi yang dinilai “keliru,” sekaligus demi “melindungi keamanan dan kepentingan nasional” China. Beijing menilai pernyataan tersebut sebagai campur tangan kasar dalam urusan dalam negeri China dan pelanggaran serius terhadap prinsip satu China.

China juga memperingatkan bahwa organisasi atau individu dari negara mana pun yang melanggar aturan ekspor tersebut akan dimintai pertanggungjawaban hukum.

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan protes keras dan menuntut pencabutan segera kebijakan tersebut. Tokyo menilai langkah China “sangat bertentangan dengan praktik internasional” dan “sama sekali tidak dapat diterima.”

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa dampak potensial terhadap industri Jepang masih perlu dikaji lebih lanjut karena banyak aspek pengumuman China yang belum jelas, termasuk cakupan barang yang dibatasi.

Di sisi lain, China juga meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor senyawa kimia diklorosilan dari Jepang, yang banyak digunakan dalam produksi semikonduktor. Beijing menuduh praktik dumping tersebut merugikan industri domestik China.

Penggunaan dominasi China dalam rantai pasok unsur tanah jarang sebagai alat tekanan perdagangan bukanlah hal baru. Tahun lalu, kebijakan serupa berdampak besar pada industri global, termasuk sektor otomotif pilar utama ekonomi Jepang. Bahkan pada 2010, China pernah membatasi ekspor unsur tanah jarang ke Jepang setelah sengketa diplomatik terkait penangkapan kapten kapal nelayan China di dekat Kepulauan Senkaku.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download mobile firmware
Download WordPress Themes Free
free online course
Tags: ChinaJepangcobisnis.comTaiwanTanahJarang

Related Posts

Prabowo Tegaskan Harga Pangan Harus Stabil Jelang Ramadhan, Fokus Wilayah Terdampak Bencana

Prabowo Tegaskan Harga Pangan Harus Stabil Jelang Ramadhan, Fokus Wilayah Terdampak Bencana

by Hidayat Taufik
February 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadhan harus...

Jadwal Liga Inggris Tengah Pekan: MU dan Chelsea Tampil Dini Hari

Jadwal Liga Inggris Tengah Pekan: MU dan Chelsea Tampil Dini Hari

by Hidayat Taufik
February 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kompetisi Liga Inggris kembali bergulir pada tengah pekan ini dengan sejumlah laga menarik yang dimainkan dini hari...

Analis Kompak Rekomendasikan BUY Saham BRIS, Target Harga Tembus Rp4.000

Analis Kompak Rekomendasikan BUY Saham BRIS, Target Harga Tembus Rp4.000

by Dwi Natasya
February 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah analis perbankan dari perusahaan sekuritas merekomendasikan aksi beli (BUY) terhadap saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero)...

Harga Sembako Kembali Naik Jelang Ramadan, Fenomena Tahunan yang Berulang

Harga Sembako Kembali Naik Jelang Ramadan, Fenomena Tahunan yang Berulang

by Hidayat Taufik
February 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bulan Ramadan kembali membawa dampak signifikan terhadap sektor ekonomi di Indonesia, khususnya pada harga kebutuhan pokok. Menjelang...

Cek-cok dengan Menteri KKP, Purbaya: Kemungkinan Data Saya Salah

Cek-cok dengan Menteri KKP, Purbaya: Kemungkinan Data Saya Salah

by Hidayat Taufik
February 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya kemungkinan kesalahan data dalam perbedaan pandangannya dengan Menteri Kelautan dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Mandiri Libatkan 700 Relawan Bersihkan 24 Pantai Bali–Nusa Tenggara, Dorong Gaya Hidup Digital Ramah Lingkungan

Bank Mandiri Libatkan 700 Relawan Bersihkan 24 Pantai Bali–Nusa Tenggara, Dorong Gaya Hidup Digital Ramah Lingkungan

February 11, 2026
Segera Daftarkan Mudik Gratis BUMN 2026 Target 100 Ribu Pemudik Dibuka 12 Februari

Segera Daftarkan Mudik Gratis BUMN 2026 Target 100 Ribu Pemudik Dibuka 12 Februari

February 10, 2026
Kronologi Penganiayaan Gara-gara Ditegur Main Drum

Kronologi Penganiayaan Gara-gara Ditegur Main Drum

February 10, 2026
CEO Juragan Kucek, Fajar Purwoatmojo

CEO Juragan Kucek Fajar Purwoatmojo Tipu Ratusan Mitra, Nilainya Fantastis

February 11, 2026
Prabowo Tegaskan Harga Pangan Harus Stabil Jelang Ramadhan, Fokus Wilayah Terdampak Bencana

Prabowo Tegaskan Harga Pangan Harus Stabil Jelang Ramadhan, Fokus Wilayah Terdampak Bencana

February 11, 2026
Jadwal Liga Inggris Tengah Pekan: MU dan Chelsea Tampil Dini Hari

Jadwal Liga Inggris Tengah Pekan: MU dan Chelsea Tampil Dini Hari

February 11, 2026
Analis Kompak Rekomendasikan BUY Saham BRIS, Target Harga Tembus Rp4.000

Pembiayaan Berkelanjutan BSI Tembus Rp73,92 Triliun, Tumbuh 11,20 Persen

February 11, 2026
Analis Kompak Rekomendasikan BUY Saham BRIS, Target Harga Tembus Rp4.000

Analis Kompak Rekomendasikan BUY Saham BRIS, Target Harga Tembus Rp4.000

February 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved