• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, March 4, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Komentar PM Jepang Soal Taiwan Picu China Larang Sejumlah Ekspor Ke Jepang

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 8, 2026
in News
0
Komentar PM Jepang Soal Taiwan Picu China Larang Sejumlah Ekspor Ke Jepang

JAKARTA, Cobisnis.com – China melarang ekspor sejumlah unsur tanah jarang dan barang lain ke Jepang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Langkah ini semakin memperkeruh hubungan kedua negara, menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang terkait Taiwan.

Kementerian Perdagangan China menyatakan pembatasan luas terhadap barang yang dikategorikan sebagai dual-use yakni barang, jasa, dan teknologi yang dapat digunakan untuk keperluan sipil maupun militer berlaku efektif segera. Namun, otoritas China tidak merinci secara spesifik jenis ekspor yang terdampak.

Berdasarkan katalog resmi barang dual-use yang dirilis kementerian tersebut, kategori yang berpotensi terkena larangan mencakup unsur tanah jarang, elektronik canggih, komponen kedirgantaraan dan penerbangan, drone, hingga teknologi terkait nuklir.

Unsur tanah jarang merupakan material krusial bagi berbagai produk, mulai dari perangkat elektronik sehari-hari dan kendaraan hingga sistem persenjataan canggih seperti jet tempur F-35. Pada 2024, Jepang bergantung pada China untuk sekitar 63% impor unsur tanah jarangnya. Hingga kini, dampak penuh dari pembatasan terbaru ini terhadap industri Jepang masih belum sepenuhnya jelas.

Hubungan China dan Jepang memburuk sejak Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan di parlemen pada November lalu bahwa invasi China ke Taiwan akan menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang” dan berpotensi memicu respons militer dari Tokyo.

Partai Komunis China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meski tidak pernah menguasainya, dan bertekad menyatukan pulau tersebut, termasuk dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Sejak pernyataan tersebut, Beijing memberlakukan berbagai langkah ekonomi untuk menekan Jepang agar menarik ucapannya, termasuk memangkas penerbangan, memperingatkan warganya agar tidak bepergian atau belajar di Jepang, serta menghentikan impor makanan laut dari negara itu.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa pembatasan ekspor ini diberlakukan sebagai respons atas komentar Takaichi yang dinilai “keliru,” sekaligus demi “melindungi keamanan dan kepentingan nasional” China. Beijing menilai pernyataan tersebut sebagai campur tangan kasar dalam urusan dalam negeri China dan pelanggaran serius terhadap prinsip satu China.

China juga memperingatkan bahwa organisasi atau individu dari negara mana pun yang melanggar aturan ekspor tersebut akan dimintai pertanggungjawaban hukum.

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan protes keras dan menuntut pencabutan segera kebijakan tersebut. Tokyo menilai langkah China “sangat bertentangan dengan praktik internasional” dan “sama sekali tidak dapat diterima.”

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa dampak potensial terhadap industri Jepang masih perlu dikaji lebih lanjut karena banyak aspek pengumuman China yang belum jelas, termasuk cakupan barang yang dibatasi.

Di sisi lain, China juga meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor senyawa kimia diklorosilan dari Jepang, yang banyak digunakan dalam produksi semikonduktor. Beijing menuduh praktik dumping tersebut merugikan industri domestik China.

Penggunaan dominasi China dalam rantai pasok unsur tanah jarang sebagai alat tekanan perdagangan bukanlah hal baru. Tahun lalu, kebijakan serupa berdampak besar pada industri global, termasuk sektor otomotif pilar utama ekonomi Jepang. Bahkan pada 2010, China pernah membatasi ekspor unsur tanah jarang ke Jepang setelah sengketa diplomatik terkait penangkapan kapten kapal nelayan China di dekat Kepulauan Senkaku.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: ChinaJepangcobisnis.comTaiwanTanahJarang

Related Posts

Sindikat Perburuan Gajah Sumatra Digulung, 15 Tersangka Diamankan

Sindikat Perburuan Gajah Sumatra Digulung, 15 Tersangka Diamankan

by Hidayat Taufik
March 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepolisian Daerah Riau mengamankan 15 orang yang diduga menjadi bagian dari jaringan perburuan gajah Sumatra antarprovinsi. Pengungkapan...

Tak Perlu Ribet! Bayar Pajak Kendaraan di Depok dan Bekasi Kini Tanpa BPKB

Tak Perlu Ribet! Bayar Pajak Kendaraan di Depok dan Bekasi Kini Tanpa BPKB

by Hidayat Taufik
March 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan kebijakan terbaru terkait pelayanan pajak kendaraan bermotor di wilayah Depok, Kota...

Pertemuan 3,5 Jam di Istana, SBY, Jokowi, dan JK Tinggalkan Kediaman Presiden Prabowo

Pertemuan 3,5 Jam di Istana, SBY, Jokowi, dan JK Tinggalkan Kediaman Presiden Prabowo

by Hidayat Taufik
March 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia meninggalkan Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/3/2026) malam setelah...

Jelang Lebaran 2026, Tiket Kereta Terjual Jutaan, Puncak Lonjakan Segera Tiba

Jelang Lebaran 2026, Tiket Kereta Terjual Jutaan, Puncak Lonjakan Segera Tiba

by Hidayat Taufik
March 4, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 telah menembus 2.067.560 lembar atau setara...

Bank Mandiri Region V/Jakarta 3 Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan Gratis di Ramadan 1447 H

Bank Mandiri Region V/Jakarta 3 Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan Gratis di Ramadan 1447 H

by Dwi Natasya
March 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dalam semangat Ramadan 1447 Hijriah, Bank Mandiri melalui Region V/Jakarta 3 menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Usai Khamenei Tewas, Bendera Merah Berkibar di Qom, Simbol Apa?

Deretan Anak Try Sutrisno, dari Jenderal TNI hingga Perwira Tinggi Polri

March 2, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Sindikat Perburuan Gajah Sumatra Digulung, 15 Tersangka Diamankan

Sindikat Perburuan Gajah Sumatra Digulung, 15 Tersangka Diamankan

March 4, 2026
Tak Perlu Ribet! Bayar Pajak Kendaraan di Depok dan Bekasi Kini Tanpa BPKB

Tak Perlu Ribet! Bayar Pajak Kendaraan di Depok dan Bekasi Kini Tanpa BPKB

March 4, 2026
Pertemuan 3,5 Jam di Istana, SBY, Jokowi, dan JK Tinggalkan Kediaman Presiden Prabowo

Pertemuan 3,5 Jam di Istana, SBY, Jokowi, dan JK Tinggalkan Kediaman Presiden Prabowo

March 4, 2026
Jelang Lebaran 2026, Tiket Kereta Terjual Jutaan, Puncak Lonjakan Segera Tiba

Jelang Lebaran 2026, Tiket Kereta Terjual Jutaan, Puncak Lonjakan Segera Tiba

March 4, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved