• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kinerja Terkini BUMN Asuransi yang Bakal Dikonsolidasi ke Dalam Danantara

Dwi Natasya by Dwi Natasya
October 15, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kinerja Terkini BUMN Asuransi yang Bakal Dikonsolidasi ke Dalam Danantara

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah menyiapkan langkah besar untuk merampingkan BUMN di sektor asuransi. Ke depan, pemerintah menargetkan hanya akan ada tiga perusahaan asuransi pelat merah yang tetap beroperasi.

Jika menilik laporan keuangan terakhir, kinerja beberapa perusahaan asuransi BUMN menunjukkan hasil yang beragam. PT Jasa Raharja masih melaju dengan catatan positif hingga September 2025, sementara PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) justru menanggung kerugian. Berikut rangkuman kinerja terkini sejumlah BUMN asuransi yang disebut-sebut bakal dikonsolidasi:

1. PT Jasa Raharja

Berdasarkan laporan keuangannya, perseroan membukukan laba setelah pajak yang naik signifikan, yakni sebesar Rp 1,20 triliun di September tahun ini dari Rp 871,31 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Meningkatnya laba Jasa Raharja ditopang oleh lonjakan pendapatan premi menjadi Rp 4,07 triliun hingga September 2025. Angka tersebut naik dari capaian di periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 3,47 triliun.

Selain itu, premi neto perseroan juga tercatat naik menjadi Rp 3,97 triliun dari Rp 3,35 triliun pada posisi September 2024. Alhasil, pendapatan underwriting Jasa Raharja turut melonjak menjadi Rp 3,78 triliun dari Rp 3,37 triliun di September 2024.

Kemudian untuk jumlah beban underwriting Jasa Raharja tercatat sebesar Rp 2,67 triliun, menyusut tipis dari posisi September 2024 yakni sebesar Rp 2,71 triliun. Adapun posisi utang perseroan tercatat sebesar Rp 993,43 miliar dari Rp 991,25 miliar.

Jumlah aset Jasa Raharja juga tercatat meningkat menjadi Rp 17,08 triliun hingga September 2025 dari posisi di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 15,32 triliun. Adapun rasio tingkat solvabilitas perseroan tercatat sebesar 828,12%.

2. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo)

Kemudian Jasindo yang juga mencatat kenaikan laba yang signifikan. Berdasarkan laporan keuangan per Agustus 2025, Jasindo membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 117,04 miliar dari Rp 20,22 miliar di posisi Agustus 2024.

Laba perseroan ditopang premi bruto yang meningkat menjadi Rp 2,71 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 2,43 triliun. Kemudian untuk premi neto tercatat sebesar Rp 1,43 triliun dari Rp 1,35 triliun di periode Agustus 2024.

3. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)

Meski turut masuk dalam rencana konsolidasi yang mencakup 16 entitas di bawah klaster asuransi, Jamkrindo sejatinya bukan perusahaan asuransi, melainkan perusahaan penjaminan yang berperan strategis memperluas akses pembiayaan UMKM, korporasi, dan sektor produktif lainnya melalui skema penjaminan kredit sesuai amanat Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan.

Berdasarkan laporan konsolidasi hingga September 2025, Jamkrindo menunjukkan kinerja yang stabil dan terkendali di tengah tekanan pada beberapa rasio keuangan. Total volume penjaminan mencapai Rp186,76 triliun atau 53,59% dari target RKAP 2025, terdiri atas penjaminan KUR sebesar Rp116,54 triliun dan penjaminan non-KUR sebesar Rp70,21 triliun.

Dari sisi neraca, total aset PT Jamkrindo mencapai Rp31,87 triliun, dengan liabilitas sebesar Rp18,44 triliun dan ekuitas sebesar Rp13,43 triliun. Sementara itu, pendapatan utama yang berasal dari IJP bruto tercatat sebesar Rp5,59 triliun atau 65,53% dari RKAP 2025, diikuti pendapatan investasi Rp1,19 triliun (79,82%), pendapatan subrogasi bersih Rp1,26 triliun (79,90%), dan pendapatan lain-lain Rp50,67 miliar (354,78%).

Beban klaim tercatat Rp3,79 triliun (49,36% dari RKAP 2025), sedangkan beban usaha mencapai Rp1,46 triliun (79,75%). Pengajuan klaim dari lembaga keuangan yang dijamin oleh Jamkrindo, dapat dibayar tepat waktu dan tepat jumlah mencerminkan kekuatan finansial Jamkrindo dalam memenuhi kewajiban kepada lembaga keuangan mitra Jamkrindo sesuai service level agreement (SLA) yang disepakati sehingga Jamkrindo terus dipercaya.

Laba sebelum pajak (EBT) sebesar Rp1,18 triliun atau 156,72% dari RKAP 2025. Setelah memperhitungkan pajak sebesar Rp535,7 miliar, laba bersih perseroan mencapai Rp646,06 miliar, atau 114,98% dari RKAP 2025. Sebagai catatan, sejak didirikan pada 1970, Jamkrindo selalu mencatatkan laba dan belum pernah satu kalipun dalam periode satu tahun buku mencatatkan kerugian dan mampu tumbuh secara kinerja positif berkelanjutan.

Rasio klaim realisasi terhadap target berada pada 67,82%, menunjukkan pengelolaan risiko yang cukup hati-hati. Sementara rasio Opex tercatat 16,48%, sedikit lebih efisien dibandingkan target 17,69%. Pencapaian ini menegaskan kemampuan Jamkrindo dalam menjaga kinerja usaha yang berimbang antara ekspansi penjaminan, efisiensi operasional, dan profitabilitas yang berkelanjutan.

4. PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life)

Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, IFG Life membukukan rugi setelah pajak sebesar Rp 119,28 miliar hingga September 2025. Posisi ini juga berbanding terbalik jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, saat IFG Life membukukan laba setelah pajak sebesar Rp 153,44 miliar.

IFG Life mencatat pendapatan sebesar Rp 5,30 triliun hingga September 2025. Pendapatan tersebut ditopang oleh perolehan premi sebesar Rp 5,16 triliun, premi reasuransi sebesar Rp 1,18 triliun. Alhasil, jumlah pendapatan premi neto perseroan tercatat sebesar Rp 3,74 triliun.

Meski begitu, IFG Life mencatat kenaikan beban klaim dan manfaat hingga kuartal III tahun ini, yakni sebesar Rp 4,35 triliun dari Rp 3,88 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, jumlah beban usaha perseroan juga tercatat meningkat menjadi Rp 898,81 miliar dari Rp 680,59 di tahun sebelumnya.

Alhasil, pendapatan komprehensif IFG Life tercatat sebesar Rp 584,71 miliar. Kemudian untuk total laba komprehensif, perseroan membukukan senilai Rp 465,42 miliar hingga September 2025.

Dari sisi utang, IFG Life mencatat peningkatan yang signifikan. Hingga September 2025, utang perseroan tercatat sebesar Rp 1,93 triliun dari sebelumnya di posisi Rp 685,77 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemudian, total aset IFG Life tercatat sebesar Rp 33,91 triliun hingga September 2025, menurun tipis dibanding posisi di periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 34,77 triliun. Sementara rasio solvabilitas (RBC) tercatat sebesar 214,97%.

5. PT Asabri (Persero)

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan laporan keuangan Asabri pada laman resminya. Namun berdasarkan pemberitaan terakhir, Asabri masih membukukan neraca ekuitas negatif sebesar Rp 1,069 triliun sepanjang tahun 2023. Namun, kondisi keuangan perusahaan berangsur membaik dibandingkan tiga tahun yang lalu, di mana Asabri diterpa ekuitas negatif hingga Rp 13,30 triliun.

Kemudian penurunan nilai aset perusahaan terjadi karena ada aset yang tidak produktif yang jumlahnya hampir 71%. Keuangan negatif ini terjadi karena rasio klaim yang tinggi yang menyebabkan defisit pembayaran klaim pada 2017 hingga 2024 hingga Rp 1,74 triliun.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free online course
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: Badan Pengelola InvestasiBUMN asuransicobisnis.comDanantaraDaya Anagata NusantaraIFG LifejamkrindoJasindoPT AsabriPT Asuransi Jasa IndonesiaPT asuransi jiwa IFGPT Jaminan Kredit IndonesiaPT Jasa Raharja

Related Posts

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Hidup-Mati De Oranje di Grup F

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Hidup-Mati De Oranje di Grup F

by Hidayat Taufik
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Timnas Belanda akan menghadapi laga penting saat bertemu Swedia pada pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2026,...

Macau Open 2026: Duo Kidal Faathir/Devin Siap Buru Gelar Perdana di Final

Macau Open 2026: Duo Kidal Faathir/Devin Siap Buru Gelar Perdana di Final

by Hidayat Taufik
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi, melangkah ke final Macau Open 2026....

Putusan MK 2026: UU Perkawinan Tidak Melarang Istri Ikut Menopang Ekonomi Keluarga

Putusan MK 2026: UU Perkawinan Tidak Melarang Istri Ikut Menopang Ekonomi Keluarga

by Hidayat Taufik
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa aturan dalam Undang-Undang Perkawinan tidak melarang istri ikut mencari nafkah untuk keluarga....

Survei Global 2026: Indonesia Jadi Negara dengan Kepercayaan Tertinggi terhadap Kehidupan Setelah Kematian

Survei Global 2026: Indonesia Jadi Negara dengan Kepercayaan Tertinggi terhadap Kehidupan Setelah Kematian

by Hidayat Taufik
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Indonesia menempati posisi teratas dalam tingkat kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian. Temuan itu berasal dari survei global...

Pasar Global Reli, Namun Trader Peringatkan Risiko Koreksi Masih Besar

Pasar Global Reli, Namun Trader Peringatkan Risiko Koreksi Masih Besar

by Zahra Zahwa
June 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia terus melemah dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, pasar saham global justru bergerak naik....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kualitas Konstruksi hingga ODOL Disebut Picu Jalan Rusak di RI

Drakor Juni 2026 yang Siap Tayang di Netflix dan Disney+

May 28, 2026
Masih Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Mengonsumsi Daging Kucing

Masih Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Mengonsumsi Daging Kucing

June 20, 2026
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Pakai QRIS Ada Biaya Admin, Ini Penjelasan BI

January 12, 2026
Arab Saudi Resmikan Maskapai Baru Riyadh Air, Siap Saingi Emirates

Daftar Harga BBM di ASEAN Juni 2026, RI Tetap Paling Murah

June 10, 2026
Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Hidup-Mati De Oranje di Grup F

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Hidup-Mati De Oranje di Grup F

June 20, 2026
Macau Open 2026: Duo Kidal Faathir/Devin Siap Buru Gelar Perdana di Final

Macau Open 2026: Duo Kidal Faathir/Devin Siap Buru Gelar Perdana di Final

June 20, 2026
Putusan MK 2026: UU Perkawinan Tidak Melarang Istri Ikut Menopang Ekonomi Keluarga

Putusan MK 2026: UU Perkawinan Tidak Melarang Istri Ikut Menopang Ekonomi Keluarga

June 20, 2026
Survei Global 2026: Indonesia Jadi Negara dengan Kepercayaan Tertinggi terhadap Kehidupan Setelah Kematian

Survei Global 2026: Indonesia Jadi Negara dengan Kepercayaan Tertinggi terhadap Kehidupan Setelah Kematian

June 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved