• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, July 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Kerusakan Trump Sudah Terjadi, Demokrat Dan Eropa Kesulitan Menentukan Arah Selanjutnya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in News
0
Kerusakan Trump Sudah Terjadi, Demokrat Dan Eropa Kesulitan Menentukan Arah Selanjutnya

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah tokoh Partai Demokrat Amerika Serikat yang menghadiri Konferensi Keamanan Munich akhir pekan ini disebut-sebut memiliki ambisi menuju Gedung Putih pada 2028. Namun, bahkan jika salah satu dari mereka menang, muncul pertanyaan besar: apakah presiden AS berikutnya masih bisa menyandang gelar lama sebagai “pemimpin dunia bebas”?

Gubernur California Gavin Newsom menyatakan negaranya lebih permanen dibanding Presiden Donald Trump. Meski demikian, ia mengakui bahwa banyak pemimpin Eropa percaya kerusakan terhadap aliansi transatlantik sudah sulit diperbaiki.

Bintang progresif dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, datang dengan gagasan kebijakan luar negeri populis kiri, tetapi justru menjadi sorotan karena jawaban yang dinilai kurang tegas terkait kemungkinan pembelaan AS terhadap Taiwan jika terjadi invasi China.

Sejumlah senator Demokrat lain, termasuk Mark Kelly, juga berupaya memperkuat kredibilitas kebijakan luar negeri mereka. Namun, pertemuan dengan Perdana Menteri Denmark berlangsung canggung setelah komentar Senator Republik Lindsey Graham menyinggung kembali ambisi Trump terhadap Greenland, wilayah semi-otonom Denmark.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendapat tepuk tangan singkat dari para pemimpin Eropa. Dalam pidatonya yang lebih lunak dibanding Wakil Presiden JD Vance tahun sebelumnya, Rubio tetap menyatakan kepada wartawan bahwa “dunia lama telah berakhir.” Ia bahkan melanjutkan perjalanan ke Slovakia dan Hungaria, dua negara yang dipimpin tokoh kuat yang simpatik terhadap Trump.

Dalam pidato pembuka konferensi, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan realitas baru Eropa. “Sebuah jurang telah terbuka antara Eropa dan Amerika Serikat,” katanya. Ia menambahkan klaim kepemimpinan global AS kini “ditantang, dan mungkin telah hilang.”

Merz juga mengungkap adanya pembicaraan rahasia dengan Prancis mengenai pencegah nuklir Eropa sebuah sinyal bahwa kepercayaan tanpa syarat pada perlindungan AS tak lagi utuh.

Amerika Yang Melemah

Suasana Munich kali ini sangat berbeda dibanding era mendiang Senator John McCain, yang dulu menjadikan konferensi ini panggung penting kepemimpinan Barat. Kutipannya tahun 2017 masih terpampang di hotel Bayerischer Hof: “Saya menolak menerima runtuhnya tatanan dunia kita.”

Namun tahun ini, kehadiran anggota Kongres AS relatif minim. Beberapa Demokrat seperti Chris Coons mencoba menjaga tradisi diplomasi lintas partai, tetapi bayang-bayang perpecahan tetap terasa kuat. Di sisi lain, Graham memperingatkan bahwa kegagalan AS bertindak tegas terhadap Iran akan melemahkan kredibilitas Amerika di mata Rusia dan China.

Kekuatan Atau Kelemahan?

Beberapa Demokrat yang hadir di Munich termasuk Newsom, Ocasio-Cortez, Kelly, hingga Gubernur Michigan Gretchen Whitmer dipandang sebagai calon potensial 2028. Newsom menilai Eropa melihat AS sebagai “bola perusak” dan tidak lagi dapat diandalkan. Meski demikian, ia yakin hubungan masih bisa diperbaiki. Mengutip mantan Presiden Bill Clinton, ia mengatakan publik Amerika cenderung memilih “kuat meski salah daripada lemah meski benar.”

Di dalam negeri, posisi Demokrat mulai membaik seiring turunnya tingkat persetujuan terhadap Trump dan peluang merebut kembali DPR dalam pemilu sela. Namun di luar negeri, skeptisisme tetap besar.

Menurut Merz, “Tatanan internasional berbasis hukum dan aturan sedang dihancurkan.” Ia menegaskan bahwa sistem pasca-Perang Dunia II kini tidak lagi eksis dalam bentuk yang sama. Dengan dinamika ini, Demokrat menghadapi tantangan ganda: membangun kembali kepercayaan sekutu Eropa sekaligus merumuskan visi baru kepemimpinan global Amerika di era yang semakin multipolar.

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
free online course
Tags: cobisnis.comDemokratASDonaldTrumperopaMunichSecurityConference

Related Posts

Menikmati Keindahan Gunung Ungaran, Pendakian 2 Hari 1 Malam yang Penuh Pesona

Menikmati Keindahan Gunung Ungaran, Pendakian 2 Hari 1 Malam yang Penuh Pesona

by Hidayat Taufik
July 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta alam yang ingin...

Kepala BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar

NewJeans Dinilai Berhasil Hidupkan Kembali Nuansa Musik London

by Desti Dwi Natasya
July 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – NewJeans kembali menjadi sorotan setelah mendapat ulasan dari pengamat budaya dan musik David A. Tizzard dalam artikel...

Kasus Alphard vs Satpam Bundaran HI, Identitas Tiga Penumpang Akhirnya Terungkap

Kasus Alphard vs Satpam Bundaran HI, Identitas Tiga Penumpang Akhirnya Terungkap

by Hidayat Taufik
July 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Identitas pengemudi dan dua penumpang mobil Toyota Alphard yang viral usai terlibat insiden dengan seorang satpam di...

Kepala BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar

BLACKPINK Cetak Sejarah, MV DDU-DU DDU-DU Tembus 2,4 Miliar Views

by Desti Dwi Natasya
July 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BLACKPINK kembali menorehkan sejarah di industri musik global melalui salah satu lagu ikonik mereka, “DDU-DU DDU-DU”. Video...

Cara Mendidik Anak agar Berani Bicara saat Mengalami Kekerasan, Simak Penjelasan Psikolog

Cara Mendidik Anak agar Berani Bicara saat Mengalami Kekerasan, Simak Penjelasan Psikolog

by Hidayat Taufik
July 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Membangun keberanian anak untuk menceritakan pengalaman buruk, termasuk saat menjadi korban kekerasan, perlu dilakukan sejak dini. Suasana...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPR Kritik Penahanan Febrie Tanpa Borgol dan Rompi Tahanan, Tegaskan Tak Boleh Ada Keistimewaan

DPR Kritik Penahanan Febrie Tanpa Borgol dan Rompi Tahanan, Tegaskan Tak Boleh Ada Keistimewaan

July 25, 2026
IFG Life Gandeng Bank Papua Hadirkan Asuransi Jiwa bagi Debitur

IFG Life Gandeng Bank Papua Hadirkan Asuransi Jiwa bagi Debitur

July 24, 2026
Hari Anak Nasional, Novo Nordisk Perkuat Pencegahan Obesitas dan Diabetes Anak

Hari Anak Nasional, Novo Nordisk Perkuat Pencegahan Obesitas dan Diabetes Anak

July 23, 2026
Madu

Merajut Masa Depan dari Manisnya Madu Hutan Lantung Bersama Amman Mineral

July 24, 2026
Menikmati Keindahan Gunung Ungaran, Pendakian 2 Hari 1 Malam yang Penuh Pesona

Menikmati Keindahan Gunung Ungaran, Pendakian 2 Hari 1 Malam yang Penuh Pesona

July 25, 2026
Kepala BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar

NewJeans Dinilai Berhasil Hidupkan Kembali Nuansa Musik London

July 25, 2026
Kasus Alphard vs Satpam Bundaran HI, Identitas Tiga Penumpang Akhirnya Terungkap

Kasus Alphard vs Satpam Bundaran HI, Identitas Tiga Penumpang Akhirnya Terungkap

July 25, 2026
Cara Mendidik Anak agar Berani Bicara saat Mengalami Kekerasan, Simak Penjelasan Psikolog

Cara Mendidik Anak agar Berani Bicara saat Mengalami Kekerasan, Simak Penjelasan Psikolog

July 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved