• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Kerusakan Trump Sudah Terjadi, Demokrat Dan Eropa Kesulitan Menentukan Arah Selanjutnya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 16, 2026
in News
0
Kerusakan Trump Sudah Terjadi, Demokrat Dan Eropa Kesulitan Menentukan Arah Selanjutnya

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah tokoh Partai Demokrat Amerika Serikat yang menghadiri Konferensi Keamanan Munich akhir pekan ini disebut-sebut memiliki ambisi menuju Gedung Putih pada 2028. Namun, bahkan jika salah satu dari mereka menang, muncul pertanyaan besar: apakah presiden AS berikutnya masih bisa menyandang gelar lama sebagai “pemimpin dunia bebas”?

Gubernur California Gavin Newsom menyatakan negaranya lebih permanen dibanding Presiden Donald Trump. Meski demikian, ia mengakui bahwa banyak pemimpin Eropa percaya kerusakan terhadap aliansi transatlantik sudah sulit diperbaiki.

Bintang progresif dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, datang dengan gagasan kebijakan luar negeri populis kiri, tetapi justru menjadi sorotan karena jawaban yang dinilai kurang tegas terkait kemungkinan pembelaan AS terhadap Taiwan jika terjadi invasi China.

Sejumlah senator Demokrat lain, termasuk Mark Kelly, juga berupaya memperkuat kredibilitas kebijakan luar negeri mereka. Namun, pertemuan dengan Perdana Menteri Denmark berlangsung canggung setelah komentar Senator Republik Lindsey Graham menyinggung kembali ambisi Trump terhadap Greenland, wilayah semi-otonom Denmark.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendapat tepuk tangan singkat dari para pemimpin Eropa. Dalam pidatonya yang lebih lunak dibanding Wakil Presiden JD Vance tahun sebelumnya, Rubio tetap menyatakan kepada wartawan bahwa “dunia lama telah berakhir.” Ia bahkan melanjutkan perjalanan ke Slovakia dan Hungaria, dua negara yang dipimpin tokoh kuat yang simpatik terhadap Trump.

Dalam pidato pembuka konferensi, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan realitas baru Eropa. “Sebuah jurang telah terbuka antara Eropa dan Amerika Serikat,” katanya. Ia menambahkan klaim kepemimpinan global AS kini “ditantang, dan mungkin telah hilang.”

Merz juga mengungkap adanya pembicaraan rahasia dengan Prancis mengenai pencegah nuklir Eropa sebuah sinyal bahwa kepercayaan tanpa syarat pada perlindungan AS tak lagi utuh.

Amerika Yang Melemah

Suasana Munich kali ini sangat berbeda dibanding era mendiang Senator John McCain, yang dulu menjadikan konferensi ini panggung penting kepemimpinan Barat. Kutipannya tahun 2017 masih terpampang di hotel Bayerischer Hof: “Saya menolak menerima runtuhnya tatanan dunia kita.”

Namun tahun ini, kehadiran anggota Kongres AS relatif minim. Beberapa Demokrat seperti Chris Coons mencoba menjaga tradisi diplomasi lintas partai, tetapi bayang-bayang perpecahan tetap terasa kuat. Di sisi lain, Graham memperingatkan bahwa kegagalan AS bertindak tegas terhadap Iran akan melemahkan kredibilitas Amerika di mata Rusia dan China.

Kekuatan Atau Kelemahan?

Beberapa Demokrat yang hadir di Munich termasuk Newsom, Ocasio-Cortez, Kelly, hingga Gubernur Michigan Gretchen Whitmer dipandang sebagai calon potensial 2028. Newsom menilai Eropa melihat AS sebagai “bola perusak” dan tidak lagi dapat diandalkan. Meski demikian, ia yakin hubungan masih bisa diperbaiki. Mengutip mantan Presiden Bill Clinton, ia mengatakan publik Amerika cenderung memilih “kuat meski salah daripada lemah meski benar.”

Di dalam negeri, posisi Demokrat mulai membaik seiring turunnya tingkat persetujuan terhadap Trump dan peluang merebut kembali DPR dalam pemilu sela. Namun di luar negeri, skeptisisme tetap besar.

Menurut Merz, “Tatanan internasional berbasis hukum dan aturan sedang dihancurkan.” Ia menegaskan bahwa sistem pasca-Perang Dunia II kini tidak lagi eksis dalam bentuk yang sama. Dengan dinamika ini, Demokrat menghadapi tantangan ganda: membangun kembali kepercayaan sekutu Eropa sekaligus merumuskan visi baru kepemimpinan global Amerika di era yang semakin multipolar.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download redmi firmware
Premium WordPress Themes Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: cobisnis.comDemokratASDonaldTrumperopaMunichSecurityConference

Related Posts

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sejumlah negara mencatat tingkat kemarahan yang tinggi sepanjang 2026. Temuan ini muncul dalam survei emosi global yang...

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Amerika Serikat menyatakan Iran menyetujui rancangan kesepakatan baru yang berbasis pada pemenuhan kewajiban tertentu. Dalam skema...

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa defisit APBN kuartal I 2026...

BMKG Laporkan Gempa 5,2 di Laut Sulawesi, Tidak Picu Tsunami

Pesawat Berisi 267 Penumpang Rusak Usai Tabrak Tiang Saat Mendarat

by Desti Dwi Natasya
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah pesawat yang mengangkut 267 penumpang mengalami insiden setelah menabrak tiang lampu di area bandara. Benturan tersebut...

Piala Dunia 2026 Jadi Mahal, Pemain Timnas Swedia Bayari Perjalanan Keluarga

Piala Dunia 2026 Jadi Mahal, Pemain Timnas Swedia Bayari Perjalanan Keluarga

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Piala Dunia 2026 tidak hanya menguji kemampuan pemain di lapangan. Turnamen ini juga menghadirkan tantangan finansial bagi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Diskon Listrik 50 Persen PLN Berlaku Lagi hingga 23 Juni 2026, Begini Cara Klaimnya

June 10, 2026
Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

June 11, 2026
Arab Saudi Resmikan Maskapai Baru Riyadh Air, Siap Saingi Emirates

Daftar Harga BBM di ASEAN Juni 2026, RI Tetap Paling Murah

June 10, 2026
Start Strong! BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi

Start Strong! BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi

June 13, 2026
Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

June 13, 2026
Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

June 13, 2026
Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

June 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved