JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan terjadi di parlemen Turki setelah anggota parlemen dari partai pemerintah dan oposisi terlibat bentrokan fisik terkait pengangkatan Menteri Kehakiman baru oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Peristiwa itu bermula ketika anggota parlemen oposisi berusaha menghentikan Jaksa Agung Istanbul, Akin Gurlek, yang hendak mengucapkan sumpah jabatan di parlemen. Gurlek baru saja ditunjuk Erdogan untuk menduduki posisi strategis di bidang peradilan. Situasi memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan adu pukul antaranggota parlemen.
Sebelumnya, Gurlek dikenal sebagai Jaksa Agung Istanbul yang menangani sejumlah persidangan besar terhadap tokoh-tokoh dari Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi utama. Kasus-kasus tersebut kerap dikritik sebagai bermuatan kepentingan politik.
Meski diwarnai kericuhan, prosesi sumpah jabatan tetap berlangsung dengan pengawalan anggota parlemen dari partai berkuasa.
Selain itu, Erdogan juga menunjuk Mustafa Ciftci, Gubernur Provinsi Erzurum, sebagai Menteri Dalam Negeri dalam perombakan kabinet yang dilakukan pada Rabu (11/2) waktu setempat.
Perombakan ini terjadi di tengah situasi politik yang memanas, termasuk penangkapan ratusan pejabat daerah dari wilayah yang dikuasai CHP dalam kasus dugaan korupsi. Salah satu tokoh yang ditangkap adalah Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang selama ini dianggap sebagai pesaing politik utama Erdogan.
Pemerintah Turki menegaskan bahwa proses hukum berjalan secara independen dan tidak bermuatan politik. Hingga kini, tidak ada alasan resmi yang disampaikan terkait reshuffle kabinet tersebut.













