• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, January 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Kenapa Hampir Semua Negara Punya Utang, Ini Alasan Ekonominya

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 16, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kenapa Hampir Semua Negara Punya Utang, Ini Alasan Ekonominya

JAKARTA, Cobisnis.com – Hampir seluruh negara di dunia memiliki utang, baik kepada investor domestik maupun luar negeri. Utang negara bukan semata karena kekurangan dana, melainkan bagian dari strategi pengelolaan ekonomi dan fiskal.

Salah satu alasan utama negara berutang adalah untuk menutup defisit anggaran. Dalam banyak kasus, belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan dari pajak dan penerimaan lainnya.

Utang juga digunakan untuk membiayai pembangunan jangka panjang. Proyek infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan membutuhkan dana besar yang manfaatnya baru dirasakan dalam jangka waktu panjang.

Dengan berutang, negara dapat menjalankan pembangunan tanpa harus langsung membebani masyarakat lewat kenaikan pajak yang terlalu tinggi. Beban pembiayaan dibagi ke beberapa tahun ke depan.

Selain itu, utang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Saat ekonomi melambat atau terjadi krisis, pemerintah meningkatkan belanja dengan dukungan utang untuk menjaga daya beli dan aktivitas ekonomi.

Negara juga mempertimbangkan kondisi suku bunga. Ketika bunga relatif rendah, berutang dinilai lebih efisien dibandingkan menarik dana dari sumber lain yang berpotensi menekan konsumsi masyarakat.

Utang negara juga berfungsi menjaga arus kas. Penerimaan pajak tidak selalu masuk bersamaan, sementara belanja seperti gaji dan subsidi harus dibayarkan rutin.

Di sisi lain, keberadaan utang membantu membangun kepercayaan investor. Negara yang mampu mengelola dan membayar utangnya tepat waktu dinilai memiliki tata kelola fiskal yang baik.

Meski demikian, utang tetap harus dijaga agar tidak berlebihan. Rasio utang terhadap produk domestik bruto menjadi indikator penting untuk menilai kesehatan fiskal sebuah negara.

Selama utang digunakan secara produktif dan dikelola hati-hati, utang justru dapat menjadi alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Tags: CobisnisEkonomi globalKebijakan fiskalPebisnismudapembangunanutang negara

Related Posts

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, dipastikan tidak bisa menurunkan dua pemain kunci pada ajang FIFA Series...

Purbaya Pastikan Dana Program Makan Bergizi Tetap Jalan dan Efektif

Utang 2025 Rp736,3 T, Purbaya Sebut Hampir Sentuh Target APBN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Keuangan mencatat penarikan pembiayaan utang sebesar Rp 736,3 triliun sepanjang tahun 2025. Realisasi ini setara 94,9...

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Insomnia masih menjadi masalah umum yang dialami banyak orang, terutama di tengah rutinitas harian yang padat dan...

Telur Tiap Hari Selama Seminggu, Ini Dampaknya Menurut Ahli Gizi

Telur Tiap Hari Selama Seminggu, Ini Dampaknya Menurut Ahli Gizi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pandangan soal telur sebagai pemicu kolesterol tinggi perlahan berubah. Berbagai riset terbaru menunjukkan, telur justru bisa menjadi...

Terlalu Sering Konsumsi Gula, Otak Bisa Kena Efek Serius

Terlalu Sering Konsumsi Gula, Otak Bisa Kena Efek Serius

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi gula disebut berpotensi merusak fungsi otak jika dilakukan terus-menerus. Kebiasaan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Purbaya Pastikan Dana Program Makan Bergizi Tetap Jalan dan Efektif

Utang 2025 Rp736,3 T, Purbaya Sebut Hampir Sentuh Target APBN

January 9, 2026
Bank Mandiri Salurkan 70% Dana Pemerintah, Purbaya Beri Sinyal Tambahan Stimulus

Pak Purbaya: Beli Rumah Baru Tahun 2026, PPN Ditanggung Pemerintah 100 Persen

January 8, 2026
Mengenal Pemilik Mukhtara Air, Maskapai Baru yang Mulai Terbang di Indonesia

OJK Tindak Ribuan Pinjol Ilegal, Kerugian Korban Penipuan Digital Tembus Rp9 Triliun

January 9, 2026
BNI Gulirkan Program Restrukturisasi Kredit bagi Nasabah Terdampak Bencana di Sumatra

Perluas Inklusi Keuangan, BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima

January 9, 2026
Megawati Soekarnoputri Hadiri Perayaan HUT Ke-53 dan Rakernas PDIP

Megawati Soekarnoputri Hadiri Perayaan HUT Ke-53 dan Rakernas PDIP

January 10, 2026
Bulog Jamin Stok Beras Aman hingga Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Bulog Jamin Stok Beras Aman hingga Ramadhan dan Idul Fitri 2026

January 10, 2026
Hubungan Mulai Menghangat, Venezuela dan AS Jajaki Normalisasi Diplomatik

Hubungan Mulai Menghangat, Venezuela dan AS Jajaki Normalisasi Diplomatik

January 10, 2026
Apa Itu Rudal Balistik Oreshnik Yang Ditembakkan Rusia Ke Ukraina?

Apa Itu Rudal Balistik Oreshnik Yang Ditembakkan Rusia Ke Ukraina?

January 10, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved