JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Kesehatan mulai mempercepat pengembangan teknologi bedah robotik berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Pemerintah menegaskan teknologi tersebut akan menjadi alat pendukung, bukan pengganti dokter.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kecerdasan buatan akan berfungsi sebagai augmented intelligence. Teknologi itu dirancang membantu dokter mengambil keputusan medis dengan lebih akurat.
Menurut Budi, pemanfaatan AI di sektor kesehatan berkembang sangat cepat. Namun, pengembangan AI untuk tindakan bedah masih menghadapi tantangan karena keterbatasan data yang dibutuhkan dalam proses pelatihan sistem.
Sebagai bagian dari program tersebut, Kementerian Kesehatan menyiapkan pengadaan 40 unit robot bedah untuk rumah sakit pemerintah. Program ini juga disertai pelatihan dokter dan transfer teknologi agar kemampuan tenaga medis terus meningkat.
Pemerintah turut membentuk Komite Robotik Kementerian Kesehatan. Komite ini bertugas menyusun standar pelayanan, regulasi, hingga strategi pengembangan teknologi robotik kesehatan di Indonesia.
Selain itu, pemerintah sedang mengkaji kemungkinan layanan bedah robotik masuk ke dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah modern.
Kementerian Kesehatan juga memperluas pelatihan bedah minimal invasif di 514 kabupaten dan kota. Program ini menjadi fondasi sebelum pemanfaatan robot bedah diterapkan secara lebih luas.
Di sisi lain, Rumah Sakit Bunda Jakarta mencatat hampir 1.000 tindakan bedah robotik sebagai hasil pengembangan layanan selama lebih dari satu dekade. Rumah sakit tersebut menyatakan siap mendukung pemerintah melalui pelatihan dan berbagi pengalaman kepada dokter dari berbagai daerah.
Kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Bunda, dan Institut Teknologi Bandung diharapkan mempercepat pengembangan teknologi kesehatan nasional. Pemerintah menargetkan Indonesia mampu menjadi salah satu pusat pengembangan bedah robotik di kawasan sekaligus memperkuat industri alat kesehatan dalam negeri.











