JAKARTA, Cobisnis.com – Sedikitnya 28 orang tewas setelah kebakaran hebat melanda sebuah pabrik sepatu di Kota Jinjiang, Provinsi Fujian, China. Insiden tersebut menjadi salah satu kecelakaan industri paling mematikan yang terjadi di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.
Kebakaran terjadi sekitar tengah hari waktu setempat di gedung lima lantai milik Huiteng Shoes. Saat kejadian, terdapat 239 orang di dalam bangunan, terdiri dari 237 pekerja dan dua tamu.
Api diduga bermula dari lantai dasar yang juga digunakan sebagai gudang penyimpanan bahan baku pembuatan sepatu. Material yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian gedung.
Sebanyak 213 orang berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan, sementara puluhan lainnya sempat terjebak di atap bangunan. Petugas pemadam menghadapi kesulitan akibat asap tebal serta tangga yang dipenuhi tumpukan material produksi.
Lebih dari 500 personel dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi para korban. Setelah berjuang selama sekitar empat jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api.
Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas penyebab kebakaran tersebut. Ia juga meminta pihak berwenang memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.
Pihak berwenang telah menahan pemilik pabrik beserta sejumlah manajemen perusahaan untuk kepentingan penyelidikan. Selain itu, rekening perusahaan juga dibekukan selama proses investigasi berlangsung.
Tragedi ini kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja di sektor industri China yang masih menjadi perhatian. Meski pemerintah terus memperketat pengawasan, kecelakaan kerja berskala besar masih kerap terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.













