• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Kasus Campak Melonjak, Eliminasi Global Jadi Tujuan yang Kian Jauh

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 1, 2025
in News
0
Kasus Campak Melonjak, Eliminasi Global Jadi Tujuan yang Kian Jauh

JAKARTA, Cobisnis.com – Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa meski vaksinasi campak telah menyelamatkan sekitar 58 juta jiwa sejak tahun 2000-2024, lonjakan kasus kini mengancam kemajuan tersebut. Dengan cakupan vaksin yang turun di bawah ambang 95% yang dibutuhkan untuk menghentikan transmisi, 59 negara melaporkan wabah besar sepanjang tahun lalu hampir tiga kali lipat dibanding 2021. Bahkan seperempat wabah terjadi di negara yang sebelumnya dinyatakan bebas campak, termasuk Kanada dan Amerika Serikat.

WHO menyebut eliminasi campak secara global kini menjadi “tujuan yang semakin jauh.” Kemunduran ini dipicu menurunnya sumber daya untuk imunisasi dan surveilans penyakit, termasuk berkurangnya dukungan AS terhadap program kesehatan global. Kanada sudah kehilangan status eliminasi, dan AS dikhawatirkan menyusul.

Menurut CDC, AS mencatat 1.798 kasus campak terkonfirmasi tahun ini, tertinggi sejak negara itu mencapai status eliminasi pada tahun 2000. Campak tetap menjadi virus paling menular di dunia, kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan selalu memanfaatkan celah dalam cakupan imunisasi. Secara global, lebih dari 30 juta anak tidak mendapatkan perlindungan penuh terhadap campak sepanjang 2024.

Kemenangan dan Tantangan

Meski demikian, ada kemajuan berarti: angka kematian menurun drastis sejak 2000. Semua negara anggota WHO berkomitmen mengejar eliminasi campak dan rubella melalui cakupan vaksin minimal 95%, penguatan surveilans, dan integrasi target eliminasi dalam sistem kesehatan nasional.

Tahun ini, Cabo Verde, Seychelles, dan Mauritius menjadi negara Afrika pertama yang berhasil mencapai eliminasi. 21 negara Pasifik juga meraih eliminasi campak dan rubella.

Namun, kemajuan dianggap terlalu lambat. Tiga negara belum memasukkan pemberian dosis kedua vaksin sebagai standar, padahal dosis kedua meningkatkan efektivitas menjadi 95%. Pada 2024, cakupan global baru mencapai 84% untuk dosis pertama dan 76% untuk dosis kedua. Anak-anak di wilayah konflik menjadi kelompok paling rentan.

Mengaopa Eliminasi Melambat

Penurunan imunisasi global sejak pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama. Jutaan anak yang melewatkan jadwal vaksin sulit mengejar ketertinggalan. Campak menjadi “alarm kebakaran” bagi program imunisasi: ketika campak kembali muncul, itu pertanda ada celah besar dalam cakupan vaksin dan akses layanan kesehatan. Celah yang sama terlihat pada penyakit lain seperti polio dan pertusis.

Selain disinformasi, hambatan terbesar adalah akses, terutama karena lemahnya sistem imunisasi rutin termasuk kurangnya tenaga kesehatan terlatih, logistik, transportasi, dan surveilans.

Pendanaan yang tergerus untuk Jaringan Laboratorium Campak dan Rubella Global serta program imunisasi nasional meningkatkan risiko wabah lebih besar tahun depan. WHO menegaskan bahwa pendanaan domestik yang berkelanjutan dan kemitraan baru menjadi kebutuhan mendesak untuk kembali memperkuat upaya menuju dunia bebas campak.

Tags: Campakcobisnis.comimunisasivaksinWHO

Related Posts

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Kemarau Berkepanjangan Bikin Danau Kawah Putih Ciwidey Mengering

Kemarau Berkepanjangan Bikin Danau Kawah Putih Ciwidey Mengering

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Danau Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami penyusutan volume air sekitar 40 persen akibat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

October 24, 2026
Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

October 24, 2026
Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

October 24, 2026
AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

October 24, 2026
Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved