• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Jumlah Lansia Capai Rekor Tertinggi di Jepang, ini Dampak Negatifnya

Saeful Imam by Saeful Imam
September 18, 2024
in Nasional
0
Jumlah Lansia Capai Rekor Tertinggi di Jepang, ini Dampak Negatifnya

Penduduk lanjut usia di Jepang terus bertambah

JAKARTA, COBISNIS.COM – Jumlah penduduk Jepang yang berusia 65 tahun ke atas mencapai puncaknya pada tahun ini, dengan angka yang mencengangkan, yaitu 36,25 juta orang. Angka ini mencerminkan hampir 29,3% dari total populasi, juga merupakan rekor baru bagi negara tersebut.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang pada Minggu (15/9/2024), Jepang kini menjadi negara dengan proporsi lansia terbesar di dunia, mengungguli lebih dari 200 negara dengan populasi lebih dari 100.000 jiwa. Beberapa negara Eropa seperti Italia, Portugal, Yunani, Finlandia, Jerman, dan Kroasia juga masuk dalam 10 besar, dengan populasi lansia lebih dari 20%. Sementara itu, Korea Selatan mencapai 19,3% dan China 14,7%.

Kondisi ini memperburuk krisis demografi yang dihadapi Jepang, di mana jumlah penduduk yang menua terus bertambah. Dampaknya terlihat jelas dalam peningkatan biaya perawatan kesehatan dan kesejahteraan, sementara tenaga kerja yang produktif semakin menyusut. Situasi ini menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi Jepang di masa depan.

Data resmi menunjukkan bahwa pada tahun sebelumnya, populasi Jepang mengalami penurunan sebesar 595.000 orang, sehingga total penduduk kini tinggal sekitar 124 juta jiwa.

Selain itu, meski jumlah lansia yang bekerja mencapai rekor tertinggi dengan 9,14 juta orang pada tahun 2023, mereka hanya menyumbang 13,5% dari total tenaga kerja, atau setara dengan satu dari tujuh pekerja.

Meski pemerintah Jepang terus melakukan berbagai upaya untuk menahan laju penuaan dan penurunan populasi, hasilnya masih jauh dari memadai.

Prediksi Lonjakan Penduduk Lansia yang Tinggal Sendiri

Sebuah penelitian yang dirilis oleh lembaga penelitian pemerintah pada April 2024 mengungkapkan bahwa jumlah lansia yang hidup sendiri di Jepang diperkirakan akan melonjak hingga 47% pada tahun 2050. Diproyeksikan, ada sekitar 23,3 juta rumah tangga satu orang pada tahun tersebut, mencakup 44,3% dari total rumah tangga di Jepang, meningkat dari 38% pada tahun 2020.

Lembaga Penelitian Nasional Kependudukan dan Jaminan Sosial juga memprediksi bahwa dari rumah tangga satu orang tersebut, sekitar 46,5% akan diisi oleh warga berusia 65 tahun atau lebih pada tahun 2050, dibandingkan dengan 34,9% pada tahun 2020.

Penurunan Pernikahan dan Dampak Sosial

Sebagai negara dengan salah satu populasi lansia tertinggi di dunia, Jepang telah mengalami penurunan tajam dalam jumlah pernikahan selama beberapa dekade terakhir, terutama karena stagnasi ekonomi yang paling mempengaruhi generasi muda. Pandemi COVID-19 juga memperburuk situasi, membuat banyak orang kesulitan bertemu pasangan hidup.

Data menunjukkan hampir sepertiga pria Tokyo berusia 50-an belum pernah menikah, sementara sebuah survei oleh Recruit Holdings menemukan bahwa 46% pria dan 30% wanita berusia 20-an di Jepang belum pernah menjalin hubungan asmara.

Perubahan demografi ini memberikan tekanan besar pada sistem jaminan sosial Jepang dan menuntut adanya reformasi yang signifikan agar negara dapat menghadapi tantangan-tantangan di masa depan.

Tags: krisis manusia produktifmanula di Jepang

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

April 26, 2026
BNI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Terbitkan AT – 1 Bond

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

April 26, 2026
Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

April 26, 2026
Superbank Gelar RUPST Perdana, Tegaskan Kinerja Solid Pasca IPO

Superbank Gelar RUPST Perdana, Tegaskan Kinerja Solid Pasca IPO

April 27, 2026
Maskapai Pertahankan Harga Tiket Tinggi Meski Biaya Bahan Bakar Turun

Maskapai Pertahankan Harga Tiket Tinggi Meski Biaya Bahan Bakar Turun

April 27, 2026
Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

April 27, 2026
CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

April 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved