• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Jackpot Powerball Tembus US$1 Miliar, Mega Millions Disebut Jadi Faktor Pendorong

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 15, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Jackpot Powerball Tembus US$1 Miliar, Mega Millions Disebut Jadi Faktor Pendorong

JAKARTA, Cobisnis.com – Terlepas dari ada atau tidaknya pemenang jackpot Powerball senilai US$1 miliar pada undian Sabtu waktu setempat, satu pihak yang diduga sudah “kalah” lebih dulu adalah Mega Millions. Lonjakan minat masyarakat terhadap Powerball disebut-sebut tak lepas dari kebijakan harga yang diambil pesaing utamanya tersebut.

Tiket Powerball yang dibanderol US$2 per lembar kini laris manis, sebagaimana lazim terjadi ketika nilai jackpot mencapai angka fantastis. Sebaliknya, jackpot Mega Millions berikutnya yang akan diundi Selasa mendatang hanya berada di kisaran US$80 juta, jauh tertinggal dari Powerball.

Perbedaan jackpot yang mencapai ratusan juta dolar itu ternyata dipengaruhi oleh angka yang jauh lebih kecil, yakni US$3. Itulah selisih kenaikan harga tiket Mega Millions yang mulai berlaku pada April lalu, dari sebelumnya US$2 menjadi US$5 per tiket.

Kenaikan harga sebesar 150% tersebut tampaknya cukup berdampak pada perilaku pembeli. Di tengah kondisi ekonomi dengan biaya hidup yang masih tinggi, banyak warga Amerika semakin berhati-hati membelanjakan uangnya, termasuk untuk membeli tiket lotere.

Pada 2024, penjualan tiket Mega Millions sempat melampaui Powerball. Bahkan, dalam tiga bulan pertama tahun ini, penjualan keduanya relatif seimbang meskipun Powerball memiliki satu kali undian tambahan setiap pekan. Namun, sejak harga Mega Millions naik pada 8 April, penjualan Powerball melesat jauh ke depan.

Berdasarkan data yang dihimpun LottoReport.com dari laporan resmi, Mega Millions telah menjual sekitar 495 juta tiket sejak April dan meraup pendapatan US$2,5 miliar. Dalam periode yang sama, Powerball menjual lebih dari 2 miliar tiket dengan total pendapatan mencapai US$4,1 miliar.

Profesor ekonomi sekaligus pakar industri perjudian dari College of the Holy Cross, Victor Matheson, menilai keengganan pemain untuk mengeluarkan uang tambahan menjadi salah satu faktor utama. Menurutnya, masyarakat Amerika kini semakin berfokus pada “nilai per dolar” setelah bertahun-tahun menghadapi inflasi tinggi. Fenomena serupa terlihat pada meningkatnya penjualan di ritel diskon seperti Walmart, serta biaya belanja dan liburan yang kian mahal.

Meski demikian, Matheson menegaskan bahwa lonjakan penjualan Powerball tidak semata-mata karena Mega Millions dianggap terlalu mahal. Penjualan tiket yang tinggi membuat jackpot Powerball cepat membesar, dan jackpot besar itu pada gilirannya menarik lebih banyak pembeli, menciptakan efek berantai.

Ia juga menyebut Mega Millions sedang kurang beruntung karena tidak mengalami rentetan undian tanpa pemenang yang cukup panjang untuk mendorong jackpot naik signifikan, sebagaimana yang terjadi pada Powerball.

“Mega Millions memang agak kurang beruntung, sementara Powerball justru sedang mujur,” ujar Matheson.

Akhir pekan ini menjadi kali kedua pada tahun ini jackpot Powerball menembus angka US$1 miliar. Sebelumnya, hadiah utamanya bahkan sempat mencapai US$1,8 miliar pada awal September. Hal ini memberi Powerball keunggulan dibanding Mega Millions, yang hanya sekali mendekati angka US$1 miliar tahun ini, yakni US$980 juta pada 14 November.

Menariknya, bahkan saat Mega Millions memiliki jackpot lebih besar, penjualan tiketnya kerap masih kalah dari Powerball. Menjelang undian US$980 juta tersebut, Mega Millions menjual 23,5 juta tiket, sementara Powerball justru sedikit lebih tinggi dengan 23,6 juta tiket, meskipun jackpot Powerball saat itu “hanya” US$546 juta.

Konsorsium pengelola Mega Millions sebelumnya menaikkan harga tiket dengan harapan jackpot besar akan lebih sering muncul dan mendorong penjualan. “Jackpot diharapkan tumbuh lebih cepat dan mencapai nominal besar lebih sering dalam format permainan baru,” demikian pernyataan mereka pada April lalu. Namun, konsorsium tersebut belum memberikan tanggapan terkait kinerja penjualan pascakenaikan harga.

Meski demikian, Matheson menilai prospek jangka panjang Mega Millions tetap aman karena pendapatan per tiket jauh lebih besar. Namun, bagi para pembeli tiket Powerball akhir pekan ini, peluang menang tetap sangat kecil jauh lebih kecil dibanding peluang Mega Millions untuk pulih dari ketertinggalan penjualan.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
online free course
download huawei firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy course download free
Tags: cobisnis.comJackpotLotereMegaMillionsPowerball

Related Posts

Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat ke Hambalang, Ini Agendanya

Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat ke Hambalang, Ini Agendanya

by Hidayat Taufik
August 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri dan pejabat di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada...

Apple

Apple PHK Ratusan Karyawan, Fokus Beralih ke AI

by Desti Dwi Natasya
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Apple dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 200 karyawan dari divisi pengembangan headset Vision...

Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

by Hidayat Taufik
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Istana membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan kebakaran...

TikTok dan ByteDance Sepakati Denda US$400 Juta dalam Kasus Privasi Anak

“Black August” di Rusia, Putin Hadapi Krisis di Tengah Musim Panas

by Zahra Zahwa
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Rusia kembali menghadapi periode yang dikenal sebagai “Black August” atau “kutukan Agustus”. Istilah tersebut menjadi sebutan populer...

Alejandro Balde tinggalkan Barcelona

Kecewa Hansi Flick, Alejandro Balde Ingin Tinggalkan Barcelona

by Desti Dwi Natasya
August 23, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Alejandro Balde dilaporkan telah mengambil keputusan untuk meninggalkan Barcelona setelah menyimpulkan dirinya tidak lagi menjadi bagian dari...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Siswa Tojo Una-Una Cerita Perubahan Setelah Dapat MBG

Siswa Tojo Una-Una Cerita Perubahan Setelah Dapat MBG

August 23, 2026
10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

10 Perusahaan Paling Banyak Mempekerjakan Orang di Dunia

August 23, 2026
Apple

Apple PHK Ratusan Karyawan, Fokus Beralih ke AI

August 23, 2026
Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

August 23, 2026
Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat ke Hambalang, Ini Agendanya

Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat ke Hambalang, Ini Agendanya

August 24, 2026
Apple

Apple PHK Ratusan Karyawan, Fokus Beralih ke AI

August 23, 2026
Menpar:  Bromo Kembali dibuka, Percepat Pulihnya Ekonomi Masyarakat

Menpar: Bromo Kembali dibuka, Percepat Pulihnya Ekonomi Masyarakat

August 23, 2026
Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

Haji Isam Disebut Pimpin Penanganan Karhutla, Ini Kata Istana

August 23, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved