JAKARTA, Cobisnis.com – Kepolisian Israel menangkap 10 tersangka di Tepi Barat terkait serangkaian serangan yang diduga dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga negara asing, termasuk Wali Kota asal Prancis Bernard Baudoux dan fotografer Amerika Serikat Heidi Levine.
Penangkapan dilakukan dalam operasi sebelum fajar pada Senin (19/10/2026), setelah aparat menggerebek sejumlah lokasi di wilayah tersebut dan menyita kendaraan serta barang bukti yang diduga berkaitan dengan insiden kekerasan.
“Menyusul insiden kekerasan parah selama akhir pekan lalu, termasuk penyerangan terhadap seorang pekerja media dan dugaan serangan terhadap warga sipil asing, sebuah operasi penangkapan telah dilaksanakan sebelum fajar,” kata Komandan Kepolisian Israel di Tepi Barat, Mayor Jenderal Moshe Finshi, dikutip dari berbagai sumber, Senin (19/10/2026).
Finshi menyebut para tersangka diduga terlibat dalam aksi kekerasan, pelanggaran perintah komandan militer terkait zona militer tertutup, serta pembangunan ilegal.
Salah satu insiden terjadi pada Jumat (16/10/2026), ketika sekelompok pemukim Israel diduga menyerang iring-iringan diplomat Eropa, termasuk Konsul Jenderal Prancis dan Belgia di Yerusalem, saat melintasi Kota Taybeh di Tepi Barat.
Dalam kejadian tersebut, Bernard Baudoux, Wali Kota Aulnoye-Aymeries berusia 78 tahun, dilaporkan menjadi korban pemukulan saat melakukan kunjungan untuk menunjukkan dukungan kepada warga Palestina yang tengah menjalani musim panen zaitun.
Sehari sebelumnya, fotografer veteran Heidi Levine yang sedang bertugas untuk The Washington Post juga mengalami serangan pemukulan hingga menderita patah tulang belakang dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Rangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat, termasuk gangguan terhadap kegiatan panen zaitun warga Palestina.
Kelompok oposisi Israel menilai serangan terhadap warga asing merusak citra negara tersebut dan mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena dianggap tidak cukup mencegah kekerasan.
Sementara itu, kelompok hak asasi manusia menyoroti rendahnya penuntutan terhadap pemukim Israel dalam kasus serangan terhadap warga Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa kekerasan pemukim, mulai dari pemukulan hingga pembakaran dan pembunuhan, terjadi rata-rata sekitar enam kali sehari pada paruh pertama 2026.













