• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 16, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ini Jurus Erick Thohir Bantu Selesaikan Permasalahan Kelangkaan Minyak Goreng

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
March 23, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Erick Thohir Tunjuk Frans Marganda Jadi Dirut RNI

JAKARTA,Cobisnis.com– Minyak goreng mengalami kelangkaan dan hanya melonjak tinggi. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun tak tinggal diam terhadap permasalahan yang terjadi di Tanah Air tersebut. Salah satu caranya dengan mengalihkan produksi CPO untuk minyak goreng.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan strategi BUMN untuk membantu permasalahan minyak goreng adalah dengan mengalihkan produksi CPO yang bukan untuk minyak goreng ke minyak goreng. Kemudian juga diikuti dengan operasi pasar.

“Men-switch seperempat dari produksi kita yang tadinya tidak minyak goreng, dipindahkan. Kita operasi pasar. Cukup? Tidak. Karena itu sejak awal kita mengetuk teman-teman swasta yang perkebunannya 56 persen,” katanya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook, Selasa, 22 Maret.

Erick menilai masalah kelangkaan minyak goreng bisa diatasi dengan meningkatkan kerja sama antara BUMN dengan swasta. Sebab, BUMN hanya memiliki luas lahan perkebunan 4 persen dan kontribusinya baru 7 persen.

Lebih lanjut, Erick mengatakan ekonomi bisa melaju kencang apabila ada kerukunan. Dalam hal ini percepatan laju ekonomi membutuhkan kerjasama antara pemerintah BUMN dan juga swasta.

“Ayo lah kan kembali begini loh kalau yang namanya ekonomi kita tumbuh kan perlu ada kerukunan. Itu yang kita ketuk. Kalau susah perlu dibantu juga, harus,” ucapnya.

Sekedar informasi, harga minyak goreng terus meningkat sejak akhir 2021. Pada awal tahun ini, pemerintah sempat menerapkan minyak goreng satu harga Rp14.000. Namun, kebijakan tersebut membuat minyak goreng sulit didapatkan.

Pada Februari 2022, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi atau HET minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter dan minyak goreng kemasan Rp14.000 per liter.

Sejak diberlakukan kebijakan tersebut, kelangkaan minyak goreng masih terjadi. Bahkan, harga di pasaran ditemukan masih jauh lebih tinggi dari HET yang ditetapkan Kementerian Perdagangan.

Akhirnya, per Rabu 13 Maret lalu, pemerintah menaikkan HET minyak goreng curah menjadi Rp14.000 per liter dan pemerintah juga mencabut HET minyak goreng kemasan. Artinya, minyak goreng kemasan dilepas sesuai dengan mekanisme pasar.

Dalam perkembangannya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bahwa pasokan minyak goreng harusnya cukup untuk masyarakat di setiap provinsi. Namun, dia mencium adanya spekulan yang bermain dalam kelangkaan pasokan dan tingginya harga minyak goreng di Tanah Air. Hal ini yang membuat harga minyak goreng di tingkat konsumen bergejolak.

Berdasarkan data BPS per Februari 2022, harga minyak kemasan dari yang semula Rp20.279 per liter menjadi Rp16.965 per liter atau turun 18,9 persen. Sementara itu, untuk minyak curah turun dari 17.726 per liter menjadi Rp15.583 per liter atau 10,1 persen. Namun, nyatanya harga tersebut tidak berlaku di pasaran.

Padahal, lanjut Lutfi, pemerintah telah mendistribusikan 551 juta liter dari 720 juta liter ke seluruh penjuru Indonesia. Menurut dia, seharusnya sudah mencukupi kebutuhan masyarakat di tiap provinsi.

“Yang terjadi adalah, spekulasi dari kami, ada orang-orang yang tidak sepatutnya menerima hasil dari minyak ini. Misalnya masuk ke tempat industri yang harusnya ke masyarakat 1,8 juta ton per bulan atau diselundupkan keluar negeri. Ini adalah mafia yang musti kita berantas bersama-sama,” tuturnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis, 17 Maret.

Lutfi mengungkapkan bahwa ada tiga daerah yang diduga menimbun minyak goreng, antara lain adalah Medan, Sumatera Utara (Sumut); Surabaya, Jawa Timur (Jatim); DKI Jakarta. Untuk Sumatera sendiri per 14 Februari hingga 16 Maret mendapatkan pasokan minyak goreng sebesar 60.423.417 liter.

“Saya pergi tidak ada migor, ada tiga daerah yang mirip seperti ini, yaitu Surabaya, Jawa Timur yang distribusi 91 juta, Jakarta 85 juta dengan 11 juta rakyat dan Sumut,” ucapnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
free online course
download huawei firmware
Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: cobisnis.comerick thohirmenteri bumnminyak goreng

Related Posts

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Qualcomm Pertimbangkan Samsung Produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Qualcomm dilaporkan kembali menjajaki kerja sama dengan Samsung Foundry untuk memproduksi chipset flagship Snapdragon 8 Elite Gen...

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Kim Jong Un Tegaskan Dukungan untuk Putin

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un kembali menegaskan dukungannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan rakyat...

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Kementerian PU Buka Uji Coba Kelok 23

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menguji coba open traffic Jalan Baru Kretek-Girijati yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan...

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Persib Siap Hadapi FC Seoul di ACL 2

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Persib Bandung akan menjalani ujian perdana di Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 dengan...

Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Volkswagen Perkenalkan Mobil Listrik Mission Efficiency

by Desti Dwi Natasya
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Volkswagen memperkenalkan Mission Efficiency sebagai prototipe mobil listrik near-production yang diklaim menjadi salah satu kendaraan listrik paling...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
OTT KPK di Bogor Berujung 8 Tersangka, Bos Summarecon Ikut Terseret

KPK Naikkan Kasus OTT Suap HGB Bogor ke Penyidikan

September 15, 2026
Siap Siap Ambil Cuti, Ini 6 Long Weekend yang Ada di 2027

Siap Siap Ambil Cuti, Ini 6 Long Weekend yang Ada di 2027

September 15, 2026
Polisi Tangkap Wanita di Cilegon, Sita 3 Jenis Narkoba

Polisi Tangkap Wanita di Cilegon, Sita 3 Jenis Narkoba

September 15, 2026
Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji P3K

Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji P3K

September 15, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Qualcomm Pertimbangkan Samsung Produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6

September 15, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Kim Jong Un Tegaskan Dukungan untuk Putin

September 15, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Kementerian PU Buka Uji Coba Kelok 23

September 15, 2026
Pemerintah Siapkan Industri Bioetanol Menuju E20

Persib Siap Hadapi FC Seoul di ACL 2

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved