• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Industri Sawit RI Terancam Kolaps? GIMNI Soroti Ketergantungan Pupuk Kimia

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
February 27, 2026
in Ekonomi Bisnis
0
KPK Segera Panggil Kakak Bos MNC Hary Tanoesoedibjo

JAKARTA, Cobisnis.com – Kekhawatiran terhadap masa depan industri kelapa sawit nasional mencuat. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga, mengingatkan bahwa perkebunan sawit Indonesia berpotensi menghadapi kondisi kritis pada 2030 apabila praktik pengelolaan lahannya tidak segera diperbaiki.

Dalam sebuah acara di Jakarta, Sahat menuturkan bahwa ketergantungan berlebihan pada pupuk kimia tanpa diimbangi upaya pemulihan kesuburan tanah bisa mempercepat degradasi lahan. Jika kondisi ini terus berlangsung, produktivitas sawit dikhawatirkan menurun drastis hingga mengancam keberlanjutan industri.

Menurutnya, pendekatan pertanian regeneratif menjadi kunci untuk menjaga kesehatan tanah. Konsep ini menitikberatkan pada perbaikan struktur dan kandungan organik tanah agar tetap subur dalam jangka panjang. Tanah yang terus dieksploitasi tanpa proses pemulihan, kata dia, ibarat tubuh yang dipaksa bekerja tanpa istirahat.

Salah satu solusi yang didorong adalah pemanfaatan pupuk organik berbasis biomassa atau limbah perkebunan yang diolah kembali menjadi kompos (bio-organic fertilizer). Dengan metode composting tersebut, penggunaan pupuk kimia dapat ditekan secara signifikan. Ia mencontohkan praktik di Sabah, Malaysia, yang telah mengurangi konsumsi pupuk kimia melalui strategi serupa.

Sahat menegaskan, tantangan utama industri sawit bukan pada perluasan lahan, melainkan optimalisasi lahan yang sudah ada. Intensifikasi produksi melalui perbaikan kualitas tanah dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan membuka kebun baru.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menyiapkan kolaborasi dengan China untuk mengimplementasikan sistem pertanian regeneratif. Dalam rencana tersebut, sekitar 42% biomassa dari perkebunan akan diolah kembali menjadi kompos guna mendukung siklus nutrisi alami tanah.

Dengan luas perkebunan sawit nasional sekitar 16 juta hektare, Sahat memproyeksikan penerapan strategi ini secara konsisten dapat meningkatkan nilai ekonomi industri secara signifikan. Ia memperkirakan potensi pendapatan bisa mencapai sekitar US$120 miliar pada 2029, naik dari posisi saat ini yang berada di kisaran US$60 miliar, tanpa perlu ekspansi lahan tambahan.

Peringatan tersebut menjadi sinyal penting bahwa transformasi menuju praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu segera diwujudkan demi menjaga daya saing sekaligus masa depan industri sawit Indonesia.

Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download micromax firmware
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: cobisnis.comDewan minyak sawit IndonesiaGIMNIkrisis sawit 2030pertanian regeneratifpupuk organik sawitSahat Sinaga

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved