• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, February 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Industri Alat Berat Terhambat Kendala Impor Meski Relaksasi Berlaku

Saeful Imam by Saeful Imam
September 2, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Industri Alat Berat Terhambat Kendala Impor Meski Relaksasi Berlaku

Industri alat berat masih mendapatkan tantangan

JAKARTA, COBISNIS.COM – Meskipun kebijakan relaksasi impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 8/2024 telah diberlakukan, kelangkaan pasokan alat berat di dalam negeri, terutama di sektor pertambangan, masih menjadi masalah.

Ketua II Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), David Christian, menyatakan bahwa para pelaku usaha alat berat masih mengalami kesulitan dalam mengimpor komponen dan suku cadang, meskipun sektor ini sangat bergantung pada teknologi dengan ratusan komponen yang perlu diimpor.

David menjelaskan bahwa meskipun ada beberapa merek yang telah mampu melakukan perakitan alat berat, komponen-komponen penting tetap harus diimpor.

Namun, hanya pemegang Angka Pengenal Impor Produsen (API-P) yang dapat mengimpor komponen atau suku cadang, sementara distributor alat berat yang memegang Angka Pengenal Impor Umum (API-U) mengalami kesulitan dalam melakukan impor.

Akibat kendala ini, David menyebutkan bahwa layanan kepada konsumen menjadi terganggu, sehingga mereka berpotensi beralih ke merek lain.

Para pelaku usaha alat berat, baik produsen maupun distributor, telah menyampaikan kendala ini kepada pemerintah dengan harapan Kementerian Perindustrian dapat memberikan rekomendasi kepada Kementerian Perdagangan untuk mempermudah impor komponen dan suku cadang.

Kinerja industri alat berat nasional juga terlihat melambat. Pada periode Januari-Juni 2024, penjualan alat berat nasional tercatat sebanyak 5.959 unit, turun 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini sebagian disebabkan oleh tertundanya sejumlah proyek infrastruktur akibat Pemilu 2024 dan harga komoditas pertambangan seperti batubara yang lebih rendah.

Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR), Sara K. Loebis, menyampaikan bahwa pasokan alat berat mereka mengalami kendala akibat waktu pemesanan yang ketat, yang dipengaruhi oleh izin Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diterbitkan secara bertahap.

Meski begitu, UNTR justru meningkatkan target penjualan alat berat tahun ini dari 4.000 unit menjadi 4.500 unit, dengan sebagian besar penjualan ditujukan ke sektor pertambangan.

Plt Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, menyebutkan bahwa meskipun produsen batubara belum merasakan dampak langsung dari kelangkaan alat berat, mereka tetap mewaspadai potensi masalah yang bisa muncul di masa depan, terutama terkait kebutuhan perawatan alat berat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo), Bambang Tjahjono, menambahkan bahwa pihaknya belum banyak mendengar tentang kendala impor komponen atau suku cadang alat berat di sektor pertambangan.

Namun, ia mencatat bahwa Permendag 8/2024 lebih fokus pada pengaturan impor bahan baku, dengan beberapa poin mengenai impor suku cadang yang masih belum jelas.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
Tags: izin imporkendala industri alat berat

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BCAinsurance Hadirkan Aplikasi BIG untuk Layanan Asuransi yang Lebih Praktis dan Transparan

BCAinsurance Hadirkan Aplikasi BIG untuk Layanan Asuransi yang Lebih Praktis dan Transparan

February 8, 2026
Dow Jones Melonjak 1.200 Poin Saat Wall Street Bangkit Dari Kejatuhan Saham Teknologi

Dow Jones Melonjak 1.200 Poin Saat Wall Street Bangkit Dari Kejatuhan Saham Teknologi

February 8, 2026
AS Dan Iran Akhiri Perundingan Berisiko Tinggi Di Oman, Ini Yang Perlu Diketahui

AS Dan Iran Akhiri Perundingan Berisiko Tinggi Di Oman, Ini Yang Perlu Diketahui

February 8, 2026
Perkuat Kemitraan Strategis, BSN Lanjutkan Developer Gathering di Bandung

Perkuat Kemitraan Strategis, BSN Lanjutkan Developer Gathering di Bandung

February 8, 2026
Rayakan HUT ke-11 Bank Mandiri Taspen

Rayakan HUT ke-11 Bank Mandiri Taspen

February 9, 2026
Gajah Sumatera Dibunuh, Kapolda Riau: Motifnya Pengambilan Gading

Gajah Sumatera Dibunuh, Kapolda Riau: Motifnya Pengambilan Gading

February 9, 2026
Bank Mandiri Perluas Pemberdayaan PMI dan Diaspora Lewat Program Mandiri Sahabatku 2026

Bank Mandiri Perluas Pemberdayaan PMI dan Diaspora Lewat Program Mandiri Sahabatku 2026

February 8, 2026
BCAinsurance Hadirkan Aplikasi BIG untuk Layanan Asuransi yang Lebih Praktis dan Transparan

BCAinsurance Hadirkan Aplikasi BIG untuk Layanan Asuransi yang Lebih Praktis dan Transparan

February 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved