• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Indonesia Harus Siap Hadapi Dampak Ekonomi Lanjutan dari Konflik Iran-Israel

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
July 1, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Begini Ramalan Terbaru Ekonomi Global Versi Sri Mulyani

JAKARTA, Cobisnis.com – Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Ahmad Heri Firdaus mengungkapkan bahwa Indonesia perlu bersiap menghadapi dampak lanjutan dari konflik antara Iran dan Israel.

“Meskipun tidak berdampak secara langsung, konflik tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi global, termasuk sektor energi, perdagangan, hingga fiskal nasional,” kata Ahmad dalam diskusi publik INDEF yang bertajuk “Dampak Perang Iran-Israel terhadap Perekonomian Indonesia”, di Jakarta, Senin, 30 Juli.

Menurut dia, Iran merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar ketiga di dunia. Apabila pasokan minyak dari negara tersebut terganggu, disusul dengan penutupan jalur perdagangan Selat Hormuz, maka harga minyak global dapat melonjak tajam.

“Kira-kira negara-negara pengimpor minyak seperti Jepang, bahkan Eropa tentunya mengalami kenaikan biaya energi. Kalau kita lihat, (ekspor minyak) Timur Tengah itu lebih besar ke China, India, Eropa, maka negara-negara itu yang tentunya terkena dampak lebih dulu ketimbang Indonesia,” ujar Ahmad.

Dari hasil simulasi menggunakan model ekonomi Global Trade Analysis Project (GTAP), Ahmad memproyeksikan bahwa perang Iran-Israel berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,005 persen.

Meskipun tampak kecil secara angka, dampak tidak langsung dapat menjadi lebih besar jika negara mitra dagang utama seperti China dan Jepang ikut terpukul. Dalam analisanya, China dan Jepang diprediksi mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi masing-masin 0,037 persen dan 0,048 persen imbas dari konflik Iran-Israel.

Selain itu, Indonesia juga diprediksi akan mengalami penurunan volume impor pada berbagai komoditas, mulai dari hasil pertanian, pangan olahan, logam, tekstil, hingga produk petrokimia dan manufaktur berat.

Kenaikan harga input produksi akibat lonjakan harga minyak dan gas pun berpotensi menurunkan daya saing ekspor Indonesia. Dalam situasi seperti ini, menurut dia, Pemerintah Indonesia perlu segera mengambil langkah-langkah antisipatif jangka pendek.

Prioritas utama adalah menjaga stabilitas harga BBM dan elpiji (LPG) di dalam negeri. Mekanisme subsidi perlu diperkuat agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi tidak melonjak tajam.

“Kemudian kita juga bisa melakukan diversifikasi sumber impor energi. Jadi, kita mengalihkan impor minyak dari negara-negara yang konflik ke yang non-konflik. Oleh karena itu, perlu ada percepatan dalam hal kerja sama energi di negara-negara seperti ASEAN, Australia, atau yang lainnya. Jadi, mungkin ada kerja sama bilateral secara khusus dalam hal perdagangan energi,” ujarnya.

Strategi lainnya adalah memperluas dan mendiversifikasi rantai pasok industri. Sebab, dunia usaha perlu didorong untuk mencari mitra baru dalam penyediaan bahan baku agar tidak terlalu bergantung pada satu wilayah.

“Jadi, tidak dari negara itu-itu terus, tetapi juga bisa didiversifikasi ke negara-negara lainnya untuk mencari sumber bahan baku. Kemudian juga tentunya yang harus berjalan adalah mendorong investasi dari sisi industri hulunya, misalnya pupuk, bahan bakar alternatif, serta barang antara atau barang intermediate sebagai bahan baku untuk industri-industri pengolahan di Indonesia,” kata Ahmad.

Dia mengimbau pemerintah juga harus melakukan pemetaan terhadap sektor-sektor yang paling terdampak, terutama manufaktur dan pertanian, sehingga kebijakan perlindungan dan stimulus bisa diarahkan secara tepat sasaran.

Langkah-langkah mitigasi ini, menurut Ahmad, menjadi penting agar Indonesia tidak terseret lebih dalam ke dalam ketidakpastian global.

Tags: cobisnis.comEkonomi globalIran Israel

Related Posts

Liburan ke Jepang? Siap-Siap Bayar Pajak Rp325 Ribu Mulai Juli 2026

Liburan ke Jepang? Siap-Siap Bayar Pajak Rp325 Ribu Mulai Juli 2026

by Hidayat Taufik
April 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Jepang akan mulai menerapkan tarif baru pajak wisata bagi turis mancanegara pada Juli 2026. Setiap pengunjung...

Jelang Haji 2026, Arab Saudi Berlakukan Pembatasan Masuk Makkah

Jelang Haji 2026, Arab Saudi Berlakukan Pembatasan Masuk Makkah

by Hidayat Taufik
April 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Arab Saudi resmi memberlakukan pembatasan akses masuk ke Makkah bagi individu yang tidak mengantongi izin resmi....

Pemerintah Mulai Salurkan PKH-BPNT April 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Pemerintah Mulai Salurkan PKH-BPNT April 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

by Hidayat Taufik
April 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, memastikan bansos PKH dan BPNT mulai cair pada April 2026. Ia menargetkan penyaluran...

Perundingan Gagal, Israel Buka Peluang Serangan Baru ke Iran

Perundingan Gagal, Israel Buka Peluang Serangan Baru ke Iran

by Hidayat Taufik
April 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah pejabat Israel membuka kemungkinan serangan baru ke Iran. Hal ini muncul setelah perundingan damai dengan Amerika...

Anggaran EO Rp 113 Miliar Jadi Sorotan, BGN Beri Penjelasan

Anggaran EO Rp 113 Miliar Jadi Sorotan, BGN Beri Penjelasan

by Hidayat Taufik
April 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan keputusan menggunakan jasa event organizer (EO) dengan anggaran Rp 113 miliar. Kepala...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Kapan Batas Puasa Syawal 2026? Simak Jadwal dan Keutamaannya

April 13, 2026
Pendaftaran SNBT 2026 Resmi Berlangsung, Catat Jadwal dan Tahapannya

Pendaftaran SNBT 2026 Resmi Berlangsung, Catat Jadwal dan Tahapannya

April 13, 2026
Kisah Pemuda 20 Tahun dengan Paru-paru Rusak seperti Usia 60, Diduga Akibat Kebiasaan Vape

Kisah Pemuda 20 Tahun dengan Paru-paru Rusak seperti Usia 60, Diduga Akibat Kebiasaan Vape

April 12, 2026
Pesawat Frontier Hampir Tabrakan di LAX Setelah Dua Truk Melintas Mendadak

Pesawat Frontier Hampir Tabrakan di LAX Setelah Dua Truk Melintas Mendadak

April 13, 2026
Liburan ke Jepang? Siap-Siap Bayar Pajak Rp325 Ribu Mulai Juli 2026

Liburan ke Jepang? Siap-Siap Bayar Pajak Rp325 Ribu Mulai Juli 2026

April 13, 2026
BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

BSI-ANTAM Gas Pol Industri Bullion, Dorong Ekosistem Emas Nasional Naik Kelas

April 13, 2026
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Berlakukan Pembatasan Masuk Makkah

Jelang Haji 2026, Arab Saudi Berlakukan Pembatasan Masuk Makkah

April 13, 2026
Pemerintah Mulai Salurkan PKH-BPNT April 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Pemerintah Mulai Salurkan PKH-BPNT April 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved