JAKARTA, Cobisnis.com – Tidak semua pengguna Android menyadari bahwa ponsel mereka memiliki batas masa dukungan perangkat lunak. Batas ini bukan berarti ponsel akan berhenti menyala, tetapi menandai berakhirnya pembaruan keamanan dari produsen.
Setelah masa dukungan berakhir, perangkat masih bisa digunakan untuk aktivitas sehari hari. Namun, risiko terkena serangan siber akan semakin besar karena celah keamanan tidak lagi diperbaiki.
Secara umum, Android memiliki dua jenis pembaruan. Pertama adalah pembaruan sistem operasi yang menghadirkan fitur baru, peningkatan performa, dan penyempurnaan tampilan.
Jenis kedua adalah pembaruan keamanan yang berfungsi menutup celah yang dapat dimanfaatkan peretas. Pembaruan inilah yang paling penting bagi pengguna yang menyimpan data pribadi atau sering melakukan transaksi digital.
Berbeda dengan iPhone yang memiliki kebijakan pembaruan seragam, masa dukungan Android bergantung pada masing masing produsen. Samsung, Google, Xiaomi, Oppo, Motorola, hingga OnePlus memiliki kebijakan yang berbeda.
Saat ini Google Pixel dan Samsung Galaxy seri terbaru menawarkan dukungan hingga tujuh tahun untuk pembaruan sistem operasi maupun keamanan. Produsen lain juga mulai memperpanjang masa dukungan, sebagian mengikuti regulasi Uni Eropa yang mewajibkan pembaruan perangkat lunak minimal lima tahun untuk perangkat baru.
Pengguna dapat mengecek sisa masa dukungan dengan melihat model perangkat melalui menu Pengaturan, kemudian mencocokkannya di situs endoflife.date atau melalui informasi resmi produsen. Cara lain adalah mencari nama perangkat disertai kata kunci mengenai masa dukungan perangkat lunak.
Pengguna juga bisa melihat tanggal pembaruan keamanan terakhir melalui menu Tentang Ponsel. Jika pembaruan terakhir sudah berjarak lebih dari tiga hingga enam bulan, ada kemungkinan perangkat tidak lagi menerima pembaruan keamanan.
Meski masa dukungan berakhir, ponsel tidak harus langsung diganti. Perangkat masih dapat dimanfaatkan untuk hiburan, seperti menonton video, mendengarkan musik, bermain gim ringan, atau navigasi kendaraan.
Namun, penggunaan perangkat lama untuk layanan perbankan, belanja daring, surat elektronik, maupun penyimpanan kata sandi sebaiknya dihindari. Saat membeli ponsel baru, pengguna juga disarankan memperhatikan lama garansi pembaruan perangkat lunak yang diberikan produsen.













