JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah helikopter milik Saudi Aramco jatuh di Ras Tanura, Arab Saudi, pada Minggu pagi waktu setempat. Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh 14 orang di dalam helikopter yang seluruhnya merupakan warga negara Arab Saudi.
Insiden terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat di kawasan pesisir Teluk Persia yang berada di sebelah barat Selat Hormuz. Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut.
Kementerian Energi Arab Saudi memastikan helikopter tersebut dioperasikan oleh Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia. Otoritas terkait telah membuka investigasi penuh untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
Saudi Aramco belum memberikan keterangan resmi setelah insiden tersebut. Perusahaan diketahui mengoperasikan lebih dari 60 pesawat, termasuk helikopter yang melayani ratusan titik pendaratan di berbagai wilayah Arab Saudi.
Kecelakaan ini terjadi beberapa hari setelah Aramco kembali mengoperasikan pengiriman minyak melalui terminal Ras Tanura. Aktivitas tersebut sempat terhenti selama beberapa bulan akibat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Ras Tanura merupakan salah satu fasilitas ekspor minyak terbesar milik Arab Saudi dan berlokasi tidak jauh dari Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu rute pelayaran energi paling strategis di dunia sehingga setiap insiden di kawasan ini mendapat perhatian internasional.
Meski lokasi kecelakaan berada di dekat Selat Hormuz yang tengah diliputi ketegangan geopolitik, otoritas Arab Saudi belum mengaitkan insiden tersebut dengan konflik yang sedang berlangsung. Fokus penyelidikan saat ini masih diarahkan pada penyebab teknis maupun faktor lainnya.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan yang melibatkan armada Saudi Aramco dalam beberapa tahun terakhir. Hasil investigasi resmi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab jatuhnya helikopter tersebut.













