JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia masih bertahan di level tinggi meski puluhan kapal tanker mulai kembali melintasi Selat Hormuz setelah situasi keamanan berangsur membaik. Pelaku pasar masih menilai proses normalisasi pasokan energi global akan berlangsung secara bertahap.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak Brent ditutup di level US$80,57 per barel atau naik sekitar 0,9%. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga bergerak di level tinggi seiring meningkatnya optimisme terhadap pemulihan distribusi minyak dunia.
Sejumlah kapal tanker yang sebelumnya menunggu di luar jalur pelayaran mulai bergerak keluar setelah ketegangan di Selat Hormuz mereda. Meski demikian, arus lalu lintas kapal belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal sebelum konflik terjadi.
Analis menilai perusahaan pelayaran masih bersikap hati-hati sebelum kembali mengoperasikan armadanya secara penuh. Mereka masih mencermati perkembangan situasi keamanan dan kepastian bahwa jalur pelayaran benar-benar aman untuk dilintasi.
Selat Hormuz memiliki peran vital karena menjadi jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia. Gangguan di kawasan tersebut dapat langsung memengaruhi keseimbangan pasokan global dan mendorong lonjakan harga energi.
Pengamat energi memperkirakan pemulihan arus kapal tanker tidak akan berlangsung secara instan. Kapal-kapal yang sempat tertahan diperkirakan keluar lebih dulu sebelum volume pelayaran kembali menyamai kondisi normal seperti sebelum konflik.
Di sisi lain, pasar masih menunggu apakah kesepakatan yang meredakan ketegangan di kawasan dapat bertahan dalam jangka panjang. Ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.
Meski aktivitas pelayaran mulai pulih, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan jika situasi kembali memanas. Karena itu, harga minyak diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif hingga arus distribusi energi global benar-benar stabil.












