JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Donald Trump menghadapi tekanan besar akibat lonjakan harga bensin di Amerika Serikat. Harga bensin kini mencapai sekitar 4,5 dolar AS per galon.
Karena itu, inflasi kembali meningkat dan daya beli masyarakat ikut tertekan. Pemerintah Trump telah mengambil sejumlah langkah darurat untuk menahan kenaikan harga energi.
Langkah itu mencakup pelepasan cadangan minyak strategis serta pelonggaran sebagian sanksi terhadap Rusia dan Venezuela. Namun, para analis menilai opsi yang tersisa sangat terbatas.
Menurut mereka, satu-satunya cara efektif adalah membuka kembali Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah.
Jika jalur tersebut tetap terganggu, harga minyak dunia diperkirakan terus melonjak. Beberapa analis memperkirakan harga minyak Brent dapat mencapai 130 hingga 150 dolar AS per barel.
Akibatnya, harga bensin di Amerika Serikat berpotensi menembus 5 dolar AS per galon. Trump juga mendukung penghentian sementara pajak federal atas bensin.













