• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Hakim Konservatif Mahkamah Agung Terpecah Soal Trump Setelah Bersatu Melawan Biden

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 23, 2026
in News
0
Hakim Konservatif Mahkamah Agung Terpecah Soal Trump Setelah Bersatu Melawan Biden

JAKARTA, Cobisnis.com – Putusan besar Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan tarif luas Presiden Donald Trump bukan hanya perkara kewenangan ekonomi. Di balik keputusan tersebut, terjadi perdebatan sengit di antara para hakim konservatif terkait doktrin hukum kontroversial yang dikenal sebagai major questions doctrine.

Doktrin ini menyatakan bahwa Kongres harus “berbicara dengan jelas” ketika memberikan kewenangan kepada presiden untuk menangani persoalan ekonomi atau politik yang berdampak besar. Dengan kata lain, presiden tidak dapat menafsirkan undang-undang yang ambigu sebagai dasar untuk mengambil kebijakan besar tanpa mandat eksplisit dari Kongres.

Ketua Mahkamah Agung John Roberts dalam opini mayoritas menegaskan bahwa ketika Kongres memberikan kewenangan untuk mengenakan tarif, hal itu dilakukan secara tegas dan dengan batasan jelas sesuatu yang menurutnya tidak terjadi dalam undang-undang darurat 1977 yang digunakan Trump sebagai dasar tarif globalnya.

Namun, perdebatan internal justru memperlihatkan retakan di kubu konservatif. Hakim Neil Gorsuch yang merupakan nominasi pertama Trump menulis opini panjang yang mengkritik baik rekan-rekannya di sayap kiri maupun kanan. Ia menilai sebagian hakim konservatif mencoba menciptakan pengecualian yang sulit dipadukan dengan Konstitusi, sementara hakim liberal yang sebelumnya mengkritik doktrin tersebut kini tampak menggunakannya untuk membatalkan kebijakan Trump.

Hakim Amy Coney Barrett, yang juga memilih menolak tarif Trump, membalas bahwa pendekatan Gorsuch berisiko melampaui penafsiran hukum dan masuk ke ranah pembuatan kebijakan. Sementara Hakim Elena Kagan dari kubu liberal menepis tudingan inkonsistensi dalam sebuah catatan kaki yang bernada tajam.

Menariknya, ketika doktrin major questions diterapkan terhadap Presiden Joe Biden, para hakim konservatif sebelumnya tampak solid. Mereka menggunakannya untuk membatalkan program penghapusan utang mahasiswa Biden senilai US$430 miliar, membatasi kebijakan lingkungan, serta menghentikan moratorium penggusuran nasional saat pandemi Covid-19.

Namun dalam kasus tarif Trump, tiga hakim konservatif Brett Kavanaugh, Samuel Alito, dan Clarence Thomas menyatakan doktrin tersebut tidak berlaku. Kavanaugh berpendapat bahwa perkara ini menyangkut kebijakan luar negeri dan perdagangan internasional, area di mana pengadilan biasanya memberi keleluasaan lebih besar kepada presiden.

Trump secara terbuka memuji Kavanaugh atas pendekatannya, menyebutnya sebagai hakim “jenius” dan menyatakan kebanggaannya atas penunjukan tersebut. Sebaliknya, ia melontarkan kritik keras terhadap Gorsuch dan Barrett yang memilih menentangnya.

Pada akhirnya, kombinasi hakim konservatif dan liberal menyimpulkan bahwa undang-undang darurat 1977 yang dijadikan dasar Trump tidak memberikan kewenangan jelas untuk memberlakukan tarif global besar-besaran. Meski demikian, Trump menegaskan akan segera menggunakan dasar hukum lain untuk melanjutkan kebijakan tarifnya.

Perdebatan ini dinilai memiliki implikasi jangka panjang, bukan hanya bagi sisa masa jabatan Trump tetapi juga bagi presiden-presiden mendatang. Pakar hukum tata negara menilai perpecahan ini menunjukkan doktrin major questions masih terus berkembang dan belum memiliki batasan yang sepenuhnya mapan.

Bagi Mahkamah Agung, perkara ini menegaskan satu hal: jika Kongres ingin memberikan kekuasaan besar kepada presiden siapa pun orangnya maka mandat tersebut harus dirumuskan dengan tegas dan tanpa ambiguitas. Jika tidak, pengadilan kemungkinan besar akan turun tangan.

Download Nulled WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
free download udemy course
download micromax firmware
Download Nulled WordPress Themes
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpJoeBidenMahkamahAgungAS

Related Posts

7 Manfaat Hobi yang Terbukti Membantu Mengatasi Stres Kerja Menurut Psikologi

7 Manfaat Hobi yang Terbukti Membantu Mengatasi Stres Kerja Menurut Psikologi

by Hidayat Taufik
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tekanan pekerjaan yang tinggi dapat memengaruhi kesehatan mental jika terjadi secara terus-menerus. Target yang berat, tenggat waktu,...

Usai Pencarian Intensif, Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dievakuasi Tim SAR

Usai Pencarian Intensif, Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dievakuasi Tim SAR

by Hidayat Taufik
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso,...

LIXIL

LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 Jadi Kesempatan Dialog Eksklusif Bersama Para Maestro Arsitektur Dunia

by Iwan Supriyatna
August 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Berangkat dari keyakinan bahwa untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik dibutuhkan pendekatan holistik dan kolaboratif,...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Polisi Florida Respons Laporan Terkait Siaran Langsung Perez Hilton di TikTok

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aparat kepolisian merespons laporan mengenai selebritas dan blogger hiburan Perez Hilton pada Selasa malam waktu setempat. Laporan...

S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Pengujian Ungkap Model AI Anthropic dan OpenAI Tunjukkan Perilaku Berisiko

by Zahra Zahwa
August 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lembaga keamanan kecerdasan buatan Inggris mengungkap temuan baru terkait perilaku model AI canggih selama pengujian di lingkungan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Halal Indo 2026

Halal Indo 2026 Dorong Sinergi Kreator dan Industri Perkuat Produk Halal Lokal

August 5, 2026
kinerja Astra Agro semester I 2026

Astra Agro Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun pada Semester I 2026

August 5, 2026
Kemenkes

Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Kemenkes Imbau Utamakan Empati

August 5, 2026
Transformasi Digital Kampus, Bersama Danantara, BTN luncurkan KTM Co-Branding untuk 17.000 Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro

Transformasi Digital Kampus, Bersama Danantara, BTN luncurkan KTM Co-Branding untuk 17.000 Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro

August 5, 2026
7 Manfaat Hobi yang Terbukti Membantu Mengatasi Stres Kerja Menurut Psikologi

7 Manfaat Hobi yang Terbukti Membantu Mengatasi Stres Kerja Menurut Psikologi

August 6, 2026
Usai Pencarian Intensif, Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dievakuasi Tim SAR

Usai Pencarian Intensif, Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dievakuasi Tim SAR

August 6, 2026
LIXIL

LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 Jadi Kesempatan Dialog Eksklusif Bersama Para Maestro Arsitektur Dunia

August 6, 2026
S&P 500 Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 54.000 Poin untuk Pertama Kali

Polisi Florida Respons Laporan Terkait Siaran Langsung Perez Hilton di TikTok

August 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved