• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
October 26, 2026
in Nasional
0
Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

JAKARTA, Cobisnis.com – Dinamika politik menjelang Pemilu 2029 membuka peluang terbentuknya konfigurasi kekuatan baru. Gerindra dan PDI Perjuangan dinilai berpotensi menjadi poros utama berkat dukungan pemilih, jaringan partai, dan modal elektoral yang dimiliki keduanya.

Di tengah kemungkinan tersebut, Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadapi tantangan dalam mempertahankan pengaruh politik. Kedekatan dengan lingkaran kekuasaan belum tentu menjamin dukungan elektoral apabila tidak disertai mesin partai yang kuat dan basis pemilih yang solid.

Dalam siniar Gaspol! pada Kamis, 22 Oktober 2026, Andi Widjajanto mengaitkan polemik ijazah Gibran dengan dinamika politik yang bermula dari Solo dan berpotensi berlanjut hingga Pemilu 2029. Ia juga melihat peluang kerja sama Gerindra dan PDIP masih terbuka, mengingat kedua partai memiliki kedekatan dalam orientasi politik nasionalis.

Meski demikian, kemungkinan tersebut belum menjadi tanda bahwa kesepakatan koalisi telah tercapai. Arah politik kedua partai masih akan dipengaruhi kepentingan masing-masing, strategi konsolidasi, serta perkembangan dukungan publik menjelang pemilu.

Hasil survei Poltracking yang dilakukan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 menempatkan Gerindra dengan elektabilitas 22,9 persen, sementara PDIP memperoleh 13,4 persen. Adapun survei Voxpol pada 3–12 Oktober 2026 mencatat elektabilitas Gerindra sebesar 21,1 persen dan PDIP 16,1 persen.

Bila digabungkan, angka elektabilitas kedua partai mencapai 36,3 persen dalam survei Poltracking dan 37,2 persen berdasarkan Voxpol. Hasil ini menunjukkan besarnya potensi politik keduanya saat ini, meskipun belum dapat menggambarkan hasil akhir Pemilu 2029.

Sebagai partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Gerindra memiliki keuntungan dari posisinya dalam pemerintahan. Sementara itu, PDIP ditopang basis pemilih yang relatif kuat, struktur organisasi nasional, serta pengalaman panjang menjalankan pemerintahan maupun menjadi oposisi.

Kondisi berbeda terlihat pada PSI yang masih harus bekerja keras untuk meningkatkan daya saing elektoralnya. Poltracking mencatat elektabilitas PSI sebesar 2,9 persen, sedangkan Voxpol mencatat 2,4 persen, keduanya masih berada di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen yang berlaku saat ini.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa popularitas seorang tokoh tidak selalu mampu mendongkrak partai secara otomatis. Dukungan terhadap figur politik perlu diterjemahkan menjadi suara melalui penguatan organisasi, perluasan basis pemilih, dan kerja politik yang konsisten.

Polemik ijazah Gibran turut menjadi faktor yang dapat memengaruhi penilaian masyarakat terhadap masa depan politiknya. Kontroversi tersebut tidak serta-merta menghapus legitimasi konstitusionalnya sebagai wakil presiden, tetapi perkembangan persepsi publik dapat menjadi salah satu pertimbangan partai dalam menyusun strategi menuju 2029.

Di sisi lain, dinamika tersebut tidak berarti Jokowi telah kehilangan seluruh pengaruhnya atau Gibran pasti tersisih dari persaingan politik. Posisi keduanya tetap bergantung pada kemampuan menjaga dukungan, mengonsolidasikan jaringan, dan membangun hubungan politik yang menguntungkan.

Jika Gerindra dan PDIP akhirnya memilih bekerja sama, perhatian publik tidak cukup hanya tertuju pada pembagian kekuasaan. Masyarakat juga perlu menilai komitmen kedua partai dalam mengawal kebijakan pemerintah, memperkuat pengawasan, serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan pembangunan.

Dengan demikian, peta politik menuju Pemilu 2029 masih berpotensi berubah. Gerindra dan PDIP memiliki modal untuk memperkuat posisi masing-masing, sedangkan PSI perlu membuktikan kapasitas organisasinya. Sementara itu, Jokowi dan Gibran menghadapi tantangan untuk mempertahankan pengaruh di tengah persaingan partai dan perubahan arah koalisi.

Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
free download udemy course
download samsung firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comGerindraGibranjokowipdipPemilu 2029

Related Posts

Remaja Sering Diam dan Menjauh, Pakar Sarankan Orangtua Lakukan Hal Ini

Remaja Sering Diam dan Menjauh, Pakar Sarankan Orangtua Lakukan Hal Ini

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Perubahan sikap anak saat memasuki usia remaja kerap menjadi tantangan bagi orangtua. Keinginan untuk lebih bebas dan...

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Hotman Paris Ingatkan RI soal Gugatan

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Hotman Paris Ingatkan RI soal Gugatan

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah Indonesia agar mempertimbangkan risiko hukum dari keputusan memangkas ekspor gas bumi ke...

Febrie Adriansyah Ajukan Keberatan atas Perlindungan LPSK untuk Ferry Boboho

Febrie Adriansyah Ajukan Keberatan atas Perlindungan LPSK untuk Ferry Boboho

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mempersoalkan keputusan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban...

Hujan Turun di Palembang, Warga Berharap Asap Kebakaran Hutan Segera Menghilang

Hujan Turun di Palembang, Warga Berharap Asap Kebakaran Hutan Segera Menghilang

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Setelah berbulan-bulan menghadapi kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga Palembang, Sumatera...

DPR Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset, Mahasiswa dan Advokat Dilibatkan

DPR Percepat Pembahasan RUU Perampasan Aset, Mahasiswa dan Advokat Dilibatkan

by Hidayat Taufik
October 26, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi III DPR RI mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di tengah masa reses. Sebanyak 20...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Eropa Memanas, Enam Negara Diguncang Gelombang Demonstrasi

Eropa Memanas, Enam Negara Diguncang Gelombang Demonstrasi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
Ekonom Apollo Global Management Torsten Slok menilai AI belum memberikan keuntungan finansial signifikan bagi mayoritas perusahaan besar di luar sektor teknologi.

Ekonom Sebut AI Belum Untungkan Perusahaan Nonteknologi

October 26, 2026
Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

Gerindra-PDIP Makin Dekat, Arah Politik Jokowi Dipertanyakan

October 26, 2026
BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

BYD dan Worcas Bersengketa, Merek Denza Jadi Rebutan

October 26, 2026
Lahan Sawit Diduga Jadi Area Tambang, Bahlil Turun Tangan

Lahan Sawit Diduga Jadi Area Tambang, Bahlil Turun Tangan

October 26, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved