JAKARTA, Cobisnis.com – Samsung mencatat sejarah baru di pasar ponsel lipat. Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8 berhasil membukukan lebih dari 1,44 juta unit pre-order di Korea Selatan.
Capaian tersebut memecahkan rekor pemesanan awal yang bertahan selama tujuh tahun. Rekor sebelumnya dipegang Galaxy Note 10 dengan 1,38 juta unit pre-order yang tercatat pada 2019.
Angka tersebut juga jauh melampaui performa generasi sebelumnya. Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 hanya mencatat sekitar 1,04 juta unit pemesanan pada periode yang sama.
Artinya, penjualan awal Galaxy Z Fold 8 Series melonjak hampir 39 persen dibanding pendahulunya. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar ponsel lipat semakin berkembang.
Dari total pemesanan, sekitar 70 persen berasal dari Galaxy Z Fold 8 reguler. Sisanya terbagi antara Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8.
Salah satu daya tarik utama Galaxy Z Fold 8 adalah perubahan desain yang lebih lebar dengan rasio layar 4:3. Desain baru ini dinilai lebih nyaman digunakan untuk produktivitas maupun menikmati konten.
Menariknya, rekor tersebut diraih saat harga perangkat justru mengalami kenaikan. Di Korea Selatan, Galaxy Z Fold 8 dipasarkan mulai 2,28 juta won, sedangkan Galaxy Z Flip 8 dijual mulai 1,68 juta won.
Samsung juga mengurangi sejumlah promo yang biasanya diberikan saat masa pre-order. Meski begitu, antusiasme konsumen tetap tinggi dan bahkan menghasilkan rekor baru.
Data Samsung menunjukkan pembeli perempuan berusia 10 hingga 40 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Peningkatan paling besar terjadi pada Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Di sisi lain, sekitar 62 persen pembeli merupakan pengguna yang sebelumnya memakai smartphone model konvensional. Tren tersebut menunjukkan ponsel lipat mulai diterima lebih luas dan tidak lagi hanya menyasar penggemar teknologi.












