JAKARTA, Cobisnis.com – Harga Ethereum menguat pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar kedua di dunia itu naik 2,18% dan diperdagangkan di kisaran US$1.907,25 per koin.
Pergerakan tersebut menunjukkan pemulihan setelah sehari sebelumnya Ethereum sempat turun hingga menyentuh level sekitar US$1.857. Kenaikan terjadi seiring membaiknya sentimen pasar kripto.
Dalam satu jam terakhir, harga Ethereum tercatat naik tipis 0,03%. Sementara dalam sepekan terakhir, pergerakannya masih relatif datar dengan koreksi sekitar 0,15%.
Kapitalisasi pasar Ethereum kini mencapai sekitar US$230 miliar atau setara Rp4.111 triliun. Nilai tersebut memperkuat posisi Ethereum sebagai aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.
Penguatan Ethereum didorong meningkatnya arus masuk dana ke pasar spot. Permintaan dari investor institusi melalui produk ETF spot menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga.
Arus masuk pasar spot Ethereum tercatat naik sekitar 1,73% dalam 24 jam terakhir. Kinerja ini lebih baik dibandingkan pasar aset kripto secara umum yang cenderung bergerak stagnan.
Selain didukung permintaan institusional, Ethereum juga menunjukkan korelasi yang cukup kuat dengan harga emas. Korelasi tersebut mencapai sekitar 74% dan mencerminkan peran Ethereum sebagai salah satu aset alternatif di tengah kondisi ekonomi global.
Analis menilai minat investor terhadap Ethereum masih cukup tinggi. Hal ini didukung oleh perkembangan ekosistem blockchain serta meningkatnya adopsi produk investasi berbasis aset digital.
Meski demikian, volatilitas pasar kripto masih tergolong tinggi. Investor tetap disarankan memperhatikan perkembangan ekonomi global dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Pergerakan Ethereum dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan masih dipengaruhi oleh arus dana institusional, kebijakan moneter global, serta perkembangan pasar aset digital secara keseluruhan.













