• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, July 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonomi Rusia Tertekan, Namun Itu Tak Akan Membawa Putin Ke Meja Perundingan Dalam Waktu Dekat

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 21, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonomi Rusia Tertekan, Namun Itu Tak Akan Membawa Putin Ke Meja Perundingan Dalam Waktu Dekat

JAKARTA, Cobisnis.com – Perekonomian Rusia menghadapi tekanan yang semakin besar sepanjang tahun ini, mulai dari inflasi yang sulit dikendalikan, defisit anggaran yang membengkak akibat belanja militer besar-besaran, hingga menurunnya pendapatan dari ekspor minyak dan gas alam. Pertumbuhan ekonomi pun melambat tajam. Namun, kondisi ini dinilai belum cukup kuat untuk memaksa Presiden Vladimir Putin duduk di meja perundingan guna mengakhiri perang di Ukraina.

Para analis menilai Kremlin masih mampu bertahan selama bertahun-tahun dengan tingkat pertempuran saat ini dan sanksi Barat yang berlaku. “Jika melihat kondisi ekonomi secara keseluruhan, ini belum menjadi jerami terakhir yang mematahkan punggung unta,” kata Maria Snegovaya, peneliti senior Rusia dan Eurasia di Center for Strategic and International Studies (CSIS). Menurutnya, situasi ekonomi Rusia masih tergolong bisa dikelola dan belum bersifat bencana.

Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Rusia dinilai masih mampu melanjutkan perang. Bahkan, sekelompok ekonom Rusia anti-Putin yang kini hidup di pengasingan menilai konflik bisa berlangsung lebih lama lagi karena kemampuan Kremlin membiayai perang relatif tidak terhambat oleh kendala ekonomi.

Sanksi Barat sejauh ini belum menimbulkan tekanan cukup besar terhadap ekonomi Rusia yang bergantung pada energi. Selama Rusia masih bisa memompa dan menjual minyak dengan harga yang relatif baik, negara itu masih memiliki cukup dana untuk terus bertahan. Kondisi ini membuat faktor ekonomi belum menjadi pertimbangan utama Putin dalam menentukan arah perang.

Secara historis, Rusia cenderung menyetujui perdamaian yang merugikan ketika berada dalam krisis ekonomi berat, seperti di akhir Perang Dunia I atau saat perang Afghanistan era Soviet. Namun, kondisi ekonomi Rusia saat ini dinilai masih jauh dari titik tersebut. Tekanan yang jauh lebih besar dan berkepanjangan masih diperlukan agar ekonomi benar-benar memengaruhi keputusan politik Kremlin.

Beban perang kini semakin dialihkan ke masyarakat. Pemerintah Rusia menaikkan pajak perusahaan, pajak penghasilan, serta pajak pertambahan nilai untuk membiayai anggaran militer yang memecahkan rekor. Konsumen juga menghadapi lonjakan harga, terutama barang impor. Meski demikian, inflasi tinggi bukan hal baru bagi masyarakat Rusia dan relatif tidak memicu gejolak sosial besar, diperkuat oleh propaganda dan represi pemerintah.

Sekitar 40% anggaran Rusia kini dihabiskan untuk kepentingan militer. Peningkatan belanja ini menciptakan kelompok “pemenang” ekonomi perang, seperti kontraktor pertahanan dan pekerja sektor industri, sehingga kesenjangan ekonomi justru menurun. Di sejumlah daerah pedesaan yang sebelumnya miskin, perang membawa peningkatan pendapatan melalui gaji besar bagi tentara dan kompensasi bagi keluarga korban, yang membantu meredam potensi protes.

Namun, tekanan jangka panjang mulai terlihat. Rusia telah banyak menguras dana kekayaan negara. Aset likuid Dana Kesejahteraan Nasional Rusia dilaporkan turun lebih dari separuh sejak perang dimulai. Jika dana ini terus menipis, pemerintah akan kesulitan mempertahankan belanja pertahanan tanpa memangkas pengeluaran sosial secara besar-besaran, yang berpotensi memicu ketidakpuasan publik.

Selain itu, upaya Rusia menghindari sanksi semakin mahal. Sanksi terbaru terhadap perusahaan minyak besar seperti Lukoil dan Rosneft meningkatkan biaya operasional, karena ekspor harus dialihkan melalui jalur yang lebih rumit dan mahal. Jika tekanan sanksi diperketat dan negara pembeli seperti India dan China didorong untuk mengurangi impor minyak Rusia, perhitungan Kremlin terhadap perang bisa berubah.

Untuk saat ini, para analis sepakat bahwa meski ekonomi Rusia menghadapi badai, tekanan tersebut belum cukup kuat untuk memaksa Putin mengakhiri perang dalam waktu dekat.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download xiomi firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
Tags: cobisnis.comEkonomiRusiaPerangUkraina

Related Posts

Luar Biasa! Kiandra Ramadhipa Persembahkan Kemenangan untuk Indonesia di MotoGP Rookies Cup Jerman

Luar Biasa! Kiandra Ramadhipa Persembahkan Kemenangan untuk Indonesia di MotoGP Rookies Cup Jerman

by Hidayat Taufik
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup...

Prancis Hadapi Spanyol, Inggris Jumpa Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Prancis Hadapi Spanyol, Inggris Jumpa Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Babak semifinal Piala Dunia 2026 resmi menghadirkan empat tim terbaik yang akan memperebutkan dua tiket menuju partai...

Kisah Hangat Karina aespa, Sang Ayah Lebih Suka Menjemputnya daripada Punya SIM

Kisah Hangat Karina aespa, Sang Ayah Lebih Suka Menjemputnya daripada Punya SIM

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Karina aespa membagikan kisah hangat tentang hubungan dekatnya dengan sang ayah saat menjadi bintang tamu dalam program...

Song Hye Kyo Gabung Agensi Baru, Tolak Dirikan Perusahaan Sendiri

BYD Racco Hadir di Jepang dengan Jarak Tempuh 320 Km dan Desain Ringkas

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – BYD resmi memperkenalkan mobil listrik mini terbarunya, BYD Racco, untuk pasar Jepang. Kendaraan kompak tersebut menawarkan jarak...

Sung Hanbin ZEROBASEONE Donasi 100 Juta Won, Rayakan Tiga Tahun Debut

Sung Hanbin ZEROBASEONE Donasi 100 Juta Won, Rayakan Tiga Tahun Debut

by Desti Dwi Natasya
July 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Leader ZEROBASEONE, Sung Hanbin, merayakan tiga tahun debutnya dengan mendonasikan 100 juta won atau sekitar Rp1,1 miliar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Takeda Investasi Rp539 Miliar, Perkuat Ekosistem Plasma di Indonesia

Takeda Investasi Rp539 Miliar, Perkuat Ekosistem Plasma di Indonesia

July 13, 2026
BNI Rayakan HUT ke-80 Lewat Vision Run 2026, Ajak Masyarakat Hidup Sehat

BNI Rayakan HUT ke-80 Lewat Vision Run 2026, Ajak Masyarakat Hidup Sehat

July 13, 2026
Gelombang Kebangkrutan Hantam Jepang, Lebih dari 5.300 Perusahaan Tutup Usaha

Gelombang Kebangkrutan Hantam Jepang, Lebih dari 5.300 Perusahaan Tutup Usaha

July 12, 2026
Auto Draft

Prediksi Ronaldo Menangis Saat Piala Dunia 2026 Jadi Taruhan Bernilai Jutaan Dolar

July 12, 2026
Luar Biasa! Kiandra Ramadhipa Persembahkan Kemenangan untuk Indonesia di MotoGP Rookies Cup Jerman

Luar Biasa! Kiandra Ramadhipa Persembahkan Kemenangan untuk Indonesia di MotoGP Rookies Cup Jerman

July 13, 2026
Prancis Hadapi Spanyol, Inggris Jumpa Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Prancis Hadapi Spanyol, Inggris Jumpa Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

July 13, 2026
Usai Tiga Pekerja Tewas, Said Iqbal Desak Audit Tender dan Copot Dirut PAM Jaya

Usai Tiga Pekerja Tewas, Said Iqbal Desak Audit Tender dan Copot Dirut PAM Jaya

July 13, 2026
Kekayaan Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo Tembus Rp7 Miliar, Miliki 15 Aset

Kekayaan Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo Tembus Rp7 Miliar, Miliki 15 Aset

July 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved