• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonomi Rusia Tertekan, Namun Itu Tak Akan Membawa Putin Ke Meja Perundingan Dalam Waktu Dekat

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 21, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonomi Rusia Tertekan, Namun Itu Tak Akan Membawa Putin Ke Meja Perundingan Dalam Waktu Dekat

JAKARTA, Cobisnis.com – Perekonomian Rusia menghadapi tekanan yang semakin besar sepanjang tahun ini, mulai dari inflasi yang sulit dikendalikan, defisit anggaran yang membengkak akibat belanja militer besar-besaran, hingga menurunnya pendapatan dari ekspor minyak dan gas alam. Pertumbuhan ekonomi pun melambat tajam. Namun, kondisi ini dinilai belum cukup kuat untuk memaksa Presiden Vladimir Putin duduk di meja perundingan guna mengakhiri perang di Ukraina.

Para analis menilai Kremlin masih mampu bertahan selama bertahun-tahun dengan tingkat pertempuran saat ini dan sanksi Barat yang berlaku. “Jika melihat kondisi ekonomi secara keseluruhan, ini belum menjadi jerami terakhir yang mematahkan punggung unta,” kata Maria Snegovaya, peneliti senior Rusia dan Eurasia di Center for Strategic and International Studies (CSIS). Menurutnya, situasi ekonomi Rusia masih tergolong bisa dikelola dan belum bersifat bencana.

Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Rusia dinilai masih mampu melanjutkan perang. Bahkan, sekelompok ekonom Rusia anti-Putin yang kini hidup di pengasingan menilai konflik bisa berlangsung lebih lama lagi karena kemampuan Kremlin membiayai perang relatif tidak terhambat oleh kendala ekonomi.

Sanksi Barat sejauh ini belum menimbulkan tekanan cukup besar terhadap ekonomi Rusia yang bergantung pada energi. Selama Rusia masih bisa memompa dan menjual minyak dengan harga yang relatif baik, negara itu masih memiliki cukup dana untuk terus bertahan. Kondisi ini membuat faktor ekonomi belum menjadi pertimbangan utama Putin dalam menentukan arah perang.

Secara historis, Rusia cenderung menyetujui perdamaian yang merugikan ketika berada dalam krisis ekonomi berat, seperti di akhir Perang Dunia I atau saat perang Afghanistan era Soviet. Namun, kondisi ekonomi Rusia saat ini dinilai masih jauh dari titik tersebut. Tekanan yang jauh lebih besar dan berkepanjangan masih diperlukan agar ekonomi benar-benar memengaruhi keputusan politik Kremlin.

Beban perang kini semakin dialihkan ke masyarakat. Pemerintah Rusia menaikkan pajak perusahaan, pajak penghasilan, serta pajak pertambahan nilai untuk membiayai anggaran militer yang memecahkan rekor. Konsumen juga menghadapi lonjakan harga, terutama barang impor. Meski demikian, inflasi tinggi bukan hal baru bagi masyarakat Rusia dan relatif tidak memicu gejolak sosial besar, diperkuat oleh propaganda dan represi pemerintah.

Sekitar 40% anggaran Rusia kini dihabiskan untuk kepentingan militer. Peningkatan belanja ini menciptakan kelompok “pemenang” ekonomi perang, seperti kontraktor pertahanan dan pekerja sektor industri, sehingga kesenjangan ekonomi justru menurun. Di sejumlah daerah pedesaan yang sebelumnya miskin, perang membawa peningkatan pendapatan melalui gaji besar bagi tentara dan kompensasi bagi keluarga korban, yang membantu meredam potensi protes.

Namun, tekanan jangka panjang mulai terlihat. Rusia telah banyak menguras dana kekayaan negara. Aset likuid Dana Kesejahteraan Nasional Rusia dilaporkan turun lebih dari separuh sejak perang dimulai. Jika dana ini terus menipis, pemerintah akan kesulitan mempertahankan belanja pertahanan tanpa memangkas pengeluaran sosial secara besar-besaran, yang berpotensi memicu ketidakpuasan publik.

Selain itu, upaya Rusia menghindari sanksi semakin mahal. Sanksi terbaru terhadap perusahaan minyak besar seperti Lukoil dan Rosneft meningkatkan biaya operasional, karena ekspor harus dialihkan melalui jalur yang lebih rumit dan mahal. Jika tekanan sanksi diperketat dan negara pembeli seperti India dan China didorong untuk mengurangi impor minyak Rusia, perhitungan Kremlin terhadap perang bisa berubah.

Untuk saat ini, para analis sepakat bahwa meski ekonomi Rusia menghadapi badai, tekanan tersebut belum cukup kuat untuk memaksa Putin mengakhiri perang dalam waktu dekat.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
online free course
download xiomi firmware
Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: cobisnis.comEkonomiRusiaPerangUkraina

Related Posts

Rocky Gerung di Dalam Istana, Pengkritik Pemerintah atau Pemberi Pertimbangan?

Rocky Gerung di Dalam Istana, Pengkritik Pemerintah atau Pemberi Pertimbangan?

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Rocky Gerung, menjelaskan bahwa lembaga tersebut tidak bertugas mengkritik kebijakan pemerintah....

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan pergeseran jabatan terhadap 88 personel Polri yang terdiri atas perwira tinggi...

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

Satu Guru, Tiga Ideologi: Kisah Soekarno, Musso dan Kartosuwiryo

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Rumah H.O.S. Tjokroaminoto di Peneleh, Surabaya, menjadi salah satu tempat yang mempertemukan sejumlah tokoh yang kelak memiliki...

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

Dituding Danai Hamas, 2 Badan Amal Prancis Kena Sanksi AS

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi kepada dua organisasi amal yang beroperasi di Prancis. Keduanya dituding terhubung...

Dokter Ingatkan 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi Cepat Bolong

Dokter Ingatkan 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Gigi Cepat Bolong

by Hidayat Taufik
October 3, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kesehatan gigi bukan hanya ditentukan oleh rutinitas menyikat gigi. Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi gigi dan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

Bukan Sekadar Estetik, Desain Hunian Juga Harus Punya Nilai Bisnis

October 2, 2026
KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

KAI Siapkan 23 Trainset KRL Bekas Jepang yang Bakal Didatangkan Akhir 2026

October 2, 2026
Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan Isi Jajaran Wantimpres Prabowo

Tokoh Agama hingga Tokoh Perempuan Isi Jajaran Wantimpres Prabowo

October 2, 2026
Rayakan HUT ke-28, Bank Mandiri menghadirkan promo serba 28 berupa diskon, cashback hingga Rp2,8 juta, bonus Livin’poin, dan 280 hadiah kejutan.

Bank Mandiri Tebar Promo Serba 28

October 2, 2026
Sarapan Sehat - pexels/Meletus

3 Kebiasaan Pagi yang Dapat Mendukung Kesehatan Hati Lebih Baik

October 3, 2026
Rocky Gerung di Dalam Istana, Pengkritik Pemerintah atau Pemberi Pertimbangan?

Rocky Gerung di Dalam Istana, Pengkritik Pemerintah atau Pemberi Pertimbangan?

October 3, 2026
Kondisi Masyarakat di Gaza

WHO: Pasokan Medis untuk Gaza dipersulit dan Harus Menunggu Izin dari Israel

October 3, 2026
2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

2 Hari Menjabat, Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati dan Pamen

October 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved