• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, August 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Baik-Baik Saja

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
August 23, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Baik-Baik Saja

JAKARTA,Cobisnis com – Indonesia dihadapkan pada ketidakpastian global dan dinamika resesi global.

Meski dinamika resesi global sudah mengemuka di Tanah Air, namun ekonomi nasional mampu unjuk gigi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia triwulan II–2022 terhadap triwulan II–2021 tumbuh sebesar 5,44 persen year on year (yoy).

Bank Indonesia (BI) merespons peningkatan ini ditopang oleh permintaan domestik yang meningkat, terutama konsumsi rumah tangga, dan peningkatan kinerja eskpor.

Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah Redjalam mengatakan, bahwa Indonesia mampu menghadapi badai dinamika resesi.

Ia menganalisis perekonomian nasional relatif aman dan sedang menuju masa pemulihan pascapandemi.

“Masa depan ekonomi global memang sedang gelap, akibat ketidakpastian. Tetapi, kondisi Indonesia sebenarnya dapat dikatakan baik-baik saja. Dengan pertumbuhan 5,44 persen, kita sedang dalam proses pemulihan ekonomi, menuju perbaikan. Setidaknya kita lebih baik dari Malaysia dan Singapura” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Selasa, 22 Agustus.

Meski Indonesia kuat terhadap kondisi ekonomi global saat ini, Wealth Advisory Head Bank UOB Indonesia, Diendy Liu menyarankan agar setiap individu waspada dengan cara mengelola keuangan dengan baik.

Sebab, menurutnya, salah satu cara agar publik tidak terkena dampak yang signifikan akibat tekanan ekonomi ialah dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik di tengah situasi ketidakpastian ekonomi.

“Kita harus mengukur daya beli kita sebagai individu. Kita harus mulai pilah-pilah apa saja yang mau kita konsumsi. Ada yang disebut dengan penghasilan bersih setelah kita membayar pajak. Dari sana kita bisa mengalokasikan untuk kebutuhan pokok kita, antara sandang, pangan, papan, termasuk cicilan,” bebernya.

Untuk masuk dalam kategori individu yang kuat menahan tekanan dinamika ekonomi saat ini, maka menurut Diendy Liu, perencanaan keuangan dan membangun portofolio keuangan menjadi kuncinya.

Ia menambahkan, publik mesti mengetahui pula instrumen keuangan berdasarkan ragam pilihan yang aman demi menghindari dampak dari ketidakstabilan ekonomi yang dapat mengganggu ketahanan ekonomi individu.

Selain dengan menguatkan perencanaan keuangan, Head of Investment and Insurance DANA, Ivan Kusuma memberikan pilihan kepada publik dalam menguatkan ketahanan keuangannya dengan melakukan investasi melalui fintech yang telah resmi terdaftar di regulator.

Sebab, menurutnya, peran fintech diera saat ini sangat signifikan dalam membantu masyarakat, terutama dalam sektor investasi.

“Berdasarkan survei, Indonesia merupakan pengguna smartphone tertinggi nomor 4 di dunia. Dari sini kita bisa mengerti betapa pentingnya fintech yang umumnya ditawarkan melalui smartphone. Fintech selain mempermudah, juga secara biaya dapat lebih murah, karena pihak yang terkait lebih sedikit. Kedua, fintech lebih banyak pilihan sebagai aplikasi investasi,” ujarnya.

Bahkan, kata Ivan, Bank Indonesia telah mendukung perkembangan teknologi digital.

“BI saja mendukung perkembangan teknologi digital. Ini tergambar pada per 1 Juli 2022, BI itu meningkatkan batas uang elektronik bulanan dari yang sebelumnya hanya Rp10 juta, kini menjadi Rp20 juta. Itu untuk registered user. Jadi dapat dikatakan bahwa fintech sangat berkembang dari sisi transaksi, volume, bahkan dari sisi regulator pun mendukung”, tambahnya.

Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami menambahkan, kondisi ekonomi yang saat ini tidak stabil seharusnya dapat dimanfaatkan oleh publik agar lebih efisien dan efektif dalam mengelola keuangannya sehingga dapat menahan tekanan ekonomi yang dapat hadir sewaktu-waktu.

“Saya juga menekankan bahwa publik harus memahami literasi investasi. Sebab di tengah ketidakpastian saat ini, bisa saja krisis ekonomi hadir kembali. Namun jika kita semua dapat mengelola keuangan dengan baik, maka dampak buruk ketidakstabilan ekonomi tidak terlalu berpengaruh signifikan,” pungkasnya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download xiomi firmware
Download WordPress Themes
free download udemy course
Tags: bank indonesiaBPScobisnis.comekonomi membaik

Related Posts

BNI bantu korban bencana NTT

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Korban Bencana NTT

by Rizki Meirino
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menyalurkan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa...

KPK Temukan Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Silmy

KPK Temukan Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Silmy

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp150 miliar dalam proses penyidikan dugaan...

Ekonomi global

JLL: Kondisi Ekonomi dan Ketidakpastian Global Memengaruhi Tren Perkantoran di Kawasan Asia Pasifik

by Iwan Supriyatna
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Biaya penataan ulang kantor (office fit-out) di berbagai negara Asia Pasifik terus mengalami peningkatan. Menurut JLL (NYSE:...

Arab Saudi Blokir Rp66,6 Miliar Dana Haji RI, Ini Sebabnya

Arab Saudi Blokir Rp66,6 Miliar Dana Haji RI, Ini Sebabnya

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Arab Saudi disebut memblokir dana uang muka atau down payment (DP) pelaksanaan ibadah haji Indonesia untuk...

Kenapa Nyamuk Makin Banyak Saat Musim Kemarau?

Kenapa Nyamuk Makin Banyak Saat Musim Kemarau?

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah warga belakangan mengeluhkan jumlah nyamuk di lingkungan rumah yang terasa semakin meningkat. Kondisi tersebut bahkan membuat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

August 19, 2026
3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

August 19, 2026
Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

August 19, 2026
Netanyahu Bela Serangan Israel ke Suriah, AS Justru Kritik Keras

Netanyahu Bela Serangan Israel ke Suriah, AS Justru Kritik Keras

August 19, 2026
BNI bantu korban bencana NTT

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Korban Bencana NTT

August 20, 2026
KPK Temukan Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Silmy

KPK Temukan Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Silmy

August 20, 2026
Ekonomi global

JLL: Kondisi Ekonomi dan Ketidakpastian Global Memengaruhi Tren Perkantoran di Kawasan Asia Pasifik

August 20, 2026
Arab Saudi Blokir Rp66,6 Miliar Dana Haji RI, Ini Sebabnya

Arab Saudi Blokir Rp66,6 Miliar Dana Haji RI, Ini Sebabnya

August 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved