• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, October 20, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Diet Keto atau Defisit Kalori? Mana yang Baik bagi Kesehatan untuk Jangka Panjang?

Chodijah Febriani by Chodijah Febriani
October 20, 2026
in Lifestyle
0
Ilustrasi Diet - pexels/Beyzaa Yurtkuran

Ilustrasi Diet - pexels/Beyzaa Yurtkuran

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketika kamu ingin mencoba menurunkan berat badan dengan diet ketat, bagian tersulit bukanlah selalu mengetahui apa yang harus dimakan. Melainkan, sulit untuk menemukan rencana yang benar-benar dapat kamu patuhi selama diet ketat.

Di situlah muncul perdebatan antara diet keto dan penghitungan kalori atau defisit kalori. Penghitungan kalori berfokus pada menciptakan defisit kalori, sementara diet keto secara drastis mengurangi karbohidrat dan meningkatkan asupan lemak, mendorong tubuh untuk menggunakan lemak dan keton sebagai sumber energi utama.

Namun, diet mana yang lebih mudah diikuti selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun atau untuk jangka panjang

Menurut Rahul Kamra, pelatih keto dan pendiri Ketorets, jawabannya bergantung pada tujuan, gaya hidup, preferensi makanan, dan kemampuan seseorang untuk tetap konsisten.

“Menghitung kalori adalah tentang keseimbangan energi, mengukur berapa banyak kalori yang Anda makan dibandingkan dengan berapa banyak energi yang digunakan tubuh kamu,” jelas Kamra dikutip dari Indianexpress, Selasa (20/10/2026).

Sementara itu, diet ketogenik mengubah sumber bahan bakar utama tubuh. Dengan mengurangi asupan karbohidrat secara drastis, mendapatkan protein yang cukup, dan mengonsumsi lebih banyak lemak, tubuh memasuki keadaan ketosis, di mana tubuh menjadi lebih bergantung pada lemak dan keton sebagai bahan bakar.

“Keto adalah diet yang lebih spesifik untuk dipertimbangkan ketika sesuai dengan tujuan, preferensi, dan kebutuhan metabolisme mereka,”ungkap pakar kebugaran.

Menurutnya, bagi seseorang yang memulai perjalanan penurunan berat badan, diet dengan metode penghitungan kalori dapat terasa lebih mudah, jadi kamu tahu berapa banyak yang kamu makan.

“Menghitung kalori mendukung penurunan berat badan dengan menciptakan defisit, jadi ketika kamu makan lebih sedikit dan membakar lebih banyak kalori, itu membantu tubuh untuk menggunakan energi yang tersimpan,” tambahnya.

Namun, ia menunjukkan bahwa respons tubuh terhadap makanan tidak sesederhana memperlakukan setiap kalori dengan cara yang sama.

“Secara teori memang sederhana, tetapi metode ini memperlakukan setiap kalori secara sama, yang sekali lagi tidak sesuai dengan hukum biologi,” kata pakar keto tersebut.

Lebih lanjut, kata Kamra, diet keto bekerja secara berbeda dengan mengubah lingkungan metabolisme tubuh. Jadi, diet ketogenik menurunkan asupan karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak, sehingga tubuh lebih mengandalkan lemak dan keton sebagai sumber energi.

“Diet ketogenik menurunkan berat badan dengan menurunkan insulin, membantu seseorang menjadi sensitif terhadap insulin sehingga lemak yang tersimpan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, dan mengubah biokimia tubuh.”

“Sementar defisit kalori bahan bakar atau penghitungan kalori itu mudah dan lebih populer karena itulah yang dipahami semua orang,” ujar Kamra.

Lantas, diet mana yang lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang?

Menurut Kamra, defisit kalori atau penghitungan kalori mungkin lebih mudah untuk dimulai dan dipertahankan bagi kebanyakan orang karena menawarkan fleksibilitas.

Namun fleksibilitas itu datang dengan konsekuensi, seperti perlu terus memantau asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Saat kehidupan menjadi sibuk, orang dapat dengan mudah kehilangan kendali atas asupan mereka,” sambung Kamra.

Sementara itu, diet keto juga dapat dipertahankan lebih lama, tetapi membutuhkan struktur yang tepat. Diet ketogenik yang dirumuskan dengan baik dapat membantu mengatur sinyal lapar dan nafsu makan, sehingga memudahkan beberapa orang untuk mengelola asupan makanan.

Namun, transisi awal bisa terasa tidak nyaman. Beberapa orang mengalami apa yang biasa disebut “flu keto” saat tubuh menyesuaikan diri untuk menggunakan keton sebagai sumber energi utama.

“Jadi, jika kamu ingin memantau kalori dan makronutrien secara cermat, penghitungan kalori mungkin masuk akal. Diet keto juga bisa berhasil, tetapi sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan, jika perlu, pengawasan profesional,” saran Kamra.

Bagi seseorang yang memulai perjalanan penurunan berat badan, Kamra menyarankan untuk memahami kebiasaan makan dan kesehatan metabolisme mereka sebelum memilih diet.

“Saya tidak akan pernah menyarankan siapa pun untuk memulai diet tanpa mengetahui kesehatan metabolisme mereka atau tanpa mengetahui apa yang mereka makan,” katanya.

Sementara, bagi sebagian besar pemula, ia menyarankan untuk memulai dengan kesadaran akan kalori dan defisit kalori moderat.

“Bagi kebanyakan orang yang baru memulai perjalanan penurunan berat badan mereka, kesadaran akan kalori dan defisit kalori mungkin merupakan titik awal terbaik,” tukas Kamra.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download micromax firmware
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
Tags: defisit kaloridiet ketopenghitungan kaloritips defisit kaloritips diet ketotips penurunan berat badan

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

BSI International Expo 2026 Tebar Promo Gadget hingga Liburan

October 20, 2026
DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

DPR Siapkan Pemanggilan KPU-Bawaslu terkait Polemik Pasal PKPU

October 19, 2026
Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

Bakom Buka Daftar Hasil Kerja Prabowo-Gibran Selama Dua Tahun

October 19, 2026
Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Yakin Masih Mampu Menangani

October 19, 2026
Dwayne "The Rock" Johnson - IST

Resep Smoothie Kaya Protein ala The Rock, Mau Coba?

October 20, 2026
Ilustrasi Diet - pexels/Beyzaa Yurtkuran

Diet Keto atau Defisit Kalori? Mana yang Baik bagi Kesehatan untuk Jangka Panjang?

October 20, 2026
Studi: Bahaya Konsumsi Makanan Ultra Proses, Picu Kerusakan Otak di Masa Depan

Studi: Bahaya Konsumsi Makanan Ultra Proses, Picu Kerusakan Otak di Masa Depan

October 20, 2026
Standard Chartered Tingkatkan Pembiayaan ALVA Jadi Rp358 Miliar

Praktisi Pajak Dorong Insentif CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan

October 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved