JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah video yang memperlihatkan turis asal Australia menegur seorang wisatawan yang diduga membuang sampah di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, viral di media sosial. Aksi tersebut memicu perhatian luas dari warganet.
Video itu diunggah melalui akun Instagram @jay_gojes. Hingga Kamis, 16 Juli 2026 pagi, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali dan dibagikan ulang lebih dari 3.670 kali.
Dalam rekaman, seorang turis perempuan asal Australia yang mengenakan pakaian hitam terlihat memarahi seorang wisatawan pria. Ia meneriakkan kalimat “Don’t come back! Shame on you!” setelah pria tersebut diduga membuang sampah ke arah jurang.
Wisatawan pria yang ditegur kemudian merespons dengan menanyakan asal negara perempuan tersebut. Perdebatan keduanya berlangsung di kawasan puncak Pulau Padar yang saat itu dipadati wisatawan.
Perekam video menjelaskan bahwa pria tersebut ditegur karena diduga membuang sampah ke arah jurang yang menghadap ke laut. Dugaan itulah yang memicu reaksi keras dari turis perempuan tersebut.
Tidak lama kemudian, seorang wisatawan lain yang mengenakan kaus putih ikut menghampiri. Ia juga menegur pria yang diduga membuang sampah dan meminta agar perilaku tersebut tidak diulangi.
Peristiwa itu sontak menjadi perhatian wisatawan lain yang berada di lokasi. Beberapa orang terlihat menyaksikan perdebatan yang terjadi di salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia tersebut.
Video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Ribuan komentar bermunculan, sebagian besar mengapresiasi kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata.
Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Balai Taman Nasional Komodo maupun pihak berwenang terkait kronologi lengkap kejadian tersebut. Identitas wisatawan yang diduga membuang sampah juga belum diumumkan.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata alam. Pulau Padar merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo yang menjadi salah satu destinasi unggulan Indonesia dan dikenal memiliki nilai konservasi tinggi.













