JAKARTA, Cobisnis.com – Reza Arap Oktovian memastikan program streaming Marapthon Season 3 tetap berjalan sesuai jadwal dan akan dimulai pada Minggu (8/2/2026). Keputusan ini ia sampaikan langsung lewat akun X miliknya, @yourbae, di tengah suasana duka yang masih ia rasakan.
Dalam unggahan tersebut, Reza bercerita soal perubahan sikap hidup yang ia alami sejak mengenal Lula Lahfah. Ia mengakui, sebelum itu, dirinya kerap mengurungkan rencana dan memilih mundur saat dihadapkan pada tekanan emosional.
Reza menilai, sikap tersebut berangkat dari kebiasaannya menempatkan ego dan perasaan sebagai pertimbangan utama. Akibatnya, banyak rencana yang tidak pernah benar-benar dijalani hingga akhir.
Ia bahkan menyebut versi dirinya sebelum bersama Lula sebagai sosok yang acuh terhadap konsekuensi. Hal itu ia ungkapkan secara jujur dalam tulisannya di media sosial.
“Reza yang biasanya dengan mudah akan mundur dari segala rencana. Arap yang biasanya hanya akan memikirkan ego dan perasaannya,” tulis Reza, dikutip di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Kepergian Lula Lahfah justru memperkuat tekad Reza untuk berubah. Ia menyebut, pesan-pesan Lula semasa hidup kini menjadi pegangan penting untuk tetap melangkah, meski harus dilakukan dalam kondisi berduka.
Reza kemudian membagikan kembali pesan Lula yang terus terngiang di kepalanya. Menurutnya, kalimat sederhana itu menjadi dorongan utama untuk tidak menyerah dan tetap menjalankan Marapthon Season 3.
“Kamu mau ngeluh juga buat apa, sayang? Mau ngeluh atau enggak, kan memang harus kamu jalanin,” tulis Reza, menirukan pesan Lula yang ingin melihatnya terus maju dalam hidup.
Dalam unggahan lanjutan, Reza menegaskan bahwa ia memilih untuk menepati janji tersebut. Ia menyebut tekadnya untuk terus berjalan, apa pun kondisi yang sedang dihadapinya.
“Oi, pendek. You wanna see me win in life? I will win. Kanarazu katsu,” tulis Reza, menegaskan komitmennya.
Reza juga mengunggah sebuah video yang direkam sesaat setelah prosesi pemakaman Lula. Dalam video itu, ia mengakui bahwa banyak pihak sempat mengira Marapthon tidak akan dilanjutkan.
Menurutnya, anggapan tersebut dapat dimaklumi. Karakter dirinya di masa lalu, ditambah situasi emosional yang berat, membuat banyak orang meragukan kelanjutan program tersebut.
Namun Reza memilih jalan berbeda. Ia menyatakan akan tetap menjalankan Marapthon, meski harus dilakukan dalam kondisi yang tidak ideal.
“I will do it in sadness. I will do it bleeding. I’ll crawl. I will do it dying. I will keep my promises,” ujar Reza, menutup pernyataannya.














