• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, September 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Asuransi

Di Balik Mahalnya Biaya Medis: Harapan Hidup yang Semakin Panjang

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
April 17, 2026
in Asuransi
0
Di Balik Mahalnya Biaya Medis: Harapan Hidup yang Semakin Panjang

JAKARTA, Cobisnis.com – Istilah inflasi medis semakin sering terdengar di tengah masyarakat. Inflasi medis kerap dikaitkan dengan meningkatnya biaya layanan kesehatan, mulai dari biaya rawat inap, obat-obatan, hingga premi asuransi kesehatan. Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi masyarakat yang ingin tetap mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa terbebani dengan biaya yang terus meningkat.

Namun, di balik kenaikan biaya medis tersebut, terdapat faktor pendorong utama yang juga membawa dampak positif, yaitu perkembangan teknologi dan inovasi di bidang medis. Inovasi ini berperan besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperpanjang harapan hidup pasien.

Berbagai terobosan medis mulai dari alat diagnostik canggih, hingga terapi inovatif memerlukan investasi riset dan pengembangan yang besar. Hal inilah yang kemudian tercermin pada biaya perawatan medis yang meningkat.

Meski demikian, teknologi dan inovasi tersebut justru membuat proses perawatan medis menjadi lebih efektif, akurat, dan personal. Deteksi penyakit bisa dilakukan lebih dini, pengobatan menjadi lebih tepat sasaran, serta proses pemulihan pasien dapat berlangsung lebih cepat dengan risiko komplikasi yang lebih rendah.

Dampak Positif Inovasi Medis bagi Pasien

Manfaat nyata inovasi medis dapat dilihat pada berbagai jenis pengobatan. Contoh, penyakit jantung yang menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia dan dunia, memerlukan penanganan yang tepat dan efektif. Dengan teknologi mutakhir, pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih presisi, cepat, akurat, mengurangi risiko kematian, dan meningkatkan kualitas hidup.

Dalam data yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2021, kematian akibat penyakit jantung mencapai angka 17,8 juta kematian, atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung. Setiap pasien jantung menginginkan satu hal, yaitu penanganan terbaik dengan hasil paling optimal dan meningkatkan kualitas hidup.

Dalam dunia medis modern, terkadang muncul pilihan prosedur yang terlihat lebih kompleks di awal. Namun, penting bagi kita untuk melihat melampaui komplekstisitas tersebut. Teknologi bukan sekadar “tambahan”, melainkan alat presisi yang memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan adalah yang paling tepat bagi tubuh pasien.

Dahulu, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah bekerja dengan bantuan sinar-X (angiografi) yang menghasilkan gambar dua dimensi hitam-putih. Pemeriksaan ini sama seperti mencoba memperbaiki mesin mobil yang rumit hanya dengan melihat bayangannya di dinding. Sekarang rumah sakit memiliki teknologi baru, yakni:

1. Fractional Flow Reserve (FFR): Si Filter Cerdas

Seringkali sebuah sumbatan terlihat parah di layar tetapi secara fungsi aliran darahnya masih lancar. FFR menggunakan sensor tekanan setipis rambut untuk mengukur apakah benar sumbatan menghambat aliran darah. Apabila tidak, maka pasien tidak perlu dipasang stent/ring jantung. Di sinilah teknologi Fractional Flow Reserve (FFR) berperan.

Menurut dr. Wishnu Aditya Widodo, Sp. J.P, Subsp. K.I, (K), FIHA selaku Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah – Pondok Indah, “Dengan FFR, pasien terhindar dari prosedur yang tidak perlu. Dalam banyak kasus, teknologi ini mampu mengurangi jumlah stent jantung yang harus dipasang—misalnya dari rencana awal pemasangan tiga stent menjadi hanya satu stent. Hasil pemeriksaan lebih akurat dan presisi sehingga penanganan diberikan sesuai kondisi pasien. Pasien tidak memerlukan pemasangan stent/ring jantung yang berlebihan.”

2. Intravascular Ultrasound (IVUS) & Optical Coherence Tomography (OCT): “Lampu Sorot dan Mikroskop” di dalam Pembuluh Darah

Jika FFR membantu memutuskan perlu tidaknya pemasangan stent, maka IVUS dan OCT memastikan stent tersebut terpasang dengan sempurna.

Melakukan pasang stent hanya dengan rontgen biasa (angiografi) diibaratkan seperti menyetir di malam hari hanya dengan lampu jalan—Anda melihat jalan tetapi tidak detail. Menggunakan IVUS atau OCT seperti menyalakan lampu sorot high-beam dengan dilengkapi kamera parkir bersensor tinggi. Dokter dapat melihat “tekstur” dinding pembuluh darah dari dalam sampai ke diameter asli pembuluh darah pasien dengan ukuran mikrometer. Dokter dapat memastikan stent menempel rata tanpa ada celah sedikit pun sehingga tidak akan memicu penggumpalan darah di masa depan.

“Ketepatan ini secara drastis menurunkan risiko penyumbatan ulang di masa depan. Ini adalah kunci agar pasien tidak perlu kembali ke ruang operasi karena komplikasi di tahun-tahun mendatang,” lanjut dr. Wishnu.

Peran Asuransi di Tengah Inflasi Medis

Di tengah dinamika inflasi medis dan pesatnya inovasi kesehatan, memiliki perlindungan asuransi  yang memadai  menjadi semakin penting.

Kathryn Parapak, Chief Marketing Officer AIA, mengatakan, “Asuransi kesehatan berperan sebagai solusi untuk membantu masyarakat tetap dapat mengakses layanan medis dengan teknologi terkini. Tanpa perlindungan yang memadai, biaya pengobatan dengan teknologi mutakhir berisiko menjadi tidak terjangkau. Oleh karena itu, perencanaan keuangan melalui asuransi kesehatan bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas hidup.”

Untuk itu, penting bagi pemegang polis memastikan proteksi yang dimiliki memberikan akses ke pengobatan terkini. Sebagai contoh, produk asuransi tambahan Premier Hospital and Surgical Extra (PHSE) atau Premier Hospital and Surgical Plus (PHS Plus) dari AIA dirancang untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan optimal bagi nasabah. PHSE atau PHS plus  memberikan proteksi hingga penyakit yang serius. memungkinkan nasabah mendapatkan akses ke perawatan medis modern, termasuk teknologi dan inovasi kesehatan terkini, baik di dalam maupun luar negeri sesuai dengan ketentuan polis.

“Dengan perlindungan yang komprehensif, nasabah dapat lebih tenang dalam menghadapi risiko kesehatan di masa depan. Tidak hanya membantu mengelola dampak inflasi medis, asuransi kesehatan juga memastikan nasabah dapat fokus pada proses pemulihan dan kualitas hidup tanpa rasa khawatir berlebihan terhadap biaya pengobatan,” ujar Kathryn.

Inflasi medis memang menjadi tantangan nyata di era modern. Namun, di balik tantangan tersebut terdapat peluang besar untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik berkat kemajuan teknologi dan inovasi medis. Dengan perencanaan keuangan yang tepat melalui kepemilikan polis asuransi kesehatan yang memadai, masyarakat dapat tetap memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
Tags: Asuransi kesehatanjantungKesehatan

Related Posts

Kenapa Tak Boleh Langsung Tidur Usai Lari Sore?

Kenapa Tak Boleh Langsung Tidur Usai Lari Sore?

by Hidayat Taufik
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Lari pada sore hari menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu berolahraga pada pagi hari. Namun,...

Jangan Asal Ngopi, Ini Waktu yang Sebaiknya Hindari Minum Kopi

Jangan Asal Ngopi, Ini Waktu yang Sebaiknya Hindari Minum Kopi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dipilih untuk meningkatkan fokus dan membantu tubuh tetap terjaga. Namun,...

Bereskan Kamar, Mood Bisa Lebih Baik? Ini Alasannya

Bereskan Kamar, Mood Bisa Lebih Baik? Ini Alasannya

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Membereskan kamar ternyata bukan hanya membuat ruangan terlihat lebih rapi. Aktivitas sederhana tersebut juga dapat memberikan pengaruh...

Digigit Anjing, Kapan Harus Suntik Rabies? Ini Batas Waktunya

Digigit Anjing, Kapan Harus Suntik Rabies? Ini Batas Waktunya

by Hidayat Taufik
September 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gigitan atau cakaran anjing tidak boleh dianggap sepele. Selain menimbulkan luka, hewan yang terinfeksi dapat menularkan virus...

27 Kasus Influenza A Ditemukan di Sumut, Ini Kelompok Rentannya

27 Kasus Influenza A Ditemukan di Sumut, Ini Kelompok Rentannya

by Hidayat Taufik
September 26, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Dinas Kesehatan Sumatra Utara (Sumut) mencatat 27 kasus influenza A yang ditemukan selama Agustus hingga September 2026....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Transaksi Jumbo Saham BCA Capai Rp1,35 Triliun, Nama Haji Isam Ikut Mencuat

Transaksi Jumbo Saham BCA Capai Rp1,35 Triliun, Nama Haji Isam Ikut Mencuat

September 29, 2026
Scam Digital Meningkat, 668 Ribu Laporan dan 1,2 Juta Rekening Dilaporkan

Scam Digital Meningkat, 668 Ribu Laporan dan 1,2 Juta Rekening Dilaporkan

September 28, 2026
Makanan Terbuang Jadi Masalah Iklim, Emisinya Capai 10% Secara Global

Makanan Terbuang Jadi Masalah Iklim, Emisinya Capai 10% Secara Global

September 29, 2026
DIDIMAX Raih Juara 1 Highest Exchange Traded Volume

DIDIMAX Raih Juara 1 Highest Exchange Traded Volume

September 29, 2026
Trump Ajak Iran Nego Lagi, Teheran Justru Bilang Ogah

Trump Ajak Iran Nego Lagi, Teheran Justru Bilang Ogah

September 30, 2026
Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Ada Tekanan dari Harga Minyak dan Yield AS

Rupiah Kembali Tembus Rp18.000, Ada Tekanan dari Harga Minyak dan Yield AS

September 30, 2026
Harga Minyak Kembali Naik, Brent Tembus US$106,77 per Barel

Harga Minyak Naik 14% pada September, Brent Tembus US$103,73

September 30, 2026
Kabel Semrawut Mau Dibersihkan, Pramono Pasang Target 5 Tahun

Kabel Semrawut Mau Dibersihkan, Pramono Pasang Target 5 Tahun

September 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved