• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 24, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Desainer Amerika Terlalu Terjebak Nostalgia?

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 14, 2026
in Lifestyle
0
Desainer Amerika Terlalu Terjebak Nostalgia?

JAKARTA, Cobisnis.com – Musim ini, sejumlah desainer Amerika tampak menjadikan masa lalu mereka sendiri sebagai sumber inspirasi utama. Marc Jacobs, misalnya, secara terbuka menyebut koleksinya dari 1993, 1995, 1998, 2003, dan 2013 sebagai referensi dalam catatan peragaan busananya. Sementara Michael Kors yang merayakan 45 tahun mereknya, mengambil inspirasi dari koleksi Fall 1998.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: apakah nostalgia mampu menyelamatkan industri mode Amerika yang tengah tertekan oleh tarif perdagangan, runtuhnya department store, serta lanskap ritel dan media yang semakin homogen? Atau justru para desainer terlalu asyik bernostalgia hingga melupakan kebutuhan konsumen masa kini?

Beberapa nama memang identik dengan pendekatan retrospektif. Ralph Lauren, misalnya, sejak lama dikenal piawai meramu gaya klasik dengan sentuhan personal yang kuat. Filosofinya adalah memadukan elemen yang nyaris usang dengan individualitas yang berani dan pendekatan itu terbukti tetap laris.

Namun di tengah era Instagram dan budaya selebritas, di mana busana kerap dirancang demi viralitas, konsumen justru semakin condong pada produk vintage dan secondhand. Mereka mencari keaslian, bukan sekadar “versi baru dari gaya lama.” Pertanyaannya, apakah mengulang kejayaan masa lalu benar-benar menjawab kebutuhan itu?

Koleksi Jacobs yang terinspirasi era 1990-an dengan siluet ramping dan detail glamor yang subtil seakan menjadi sinyal berakhirnya era “clickbait fashion.” Meski demikian, pakaian yang mudah dikenakan saja tidak cukup. Mode, pada hakikatnya, juga harus menawarkan sesuatu yang unik dan sedikit eksentrik sebuah bukti kehidupan di tengah dunia yang serba seragam.

Lauren memahami bahwa pelanggannya bukan hanya membeli jaket bermotif klasik atau celana lipit, melainkan juga ide styling yang menyertainya. Setelah kembali ke runway pria di Milan Januari lalu, para penggemar mode membedah setiap tampilan untuk mencari inspirasi. Nilai jualnya bukan semata nostalgia, tetapi cara memakainya di masa kini.

Beberapa desainer dinilai berhasil menghadirkan keseimbangan tersebut. Michael Kors tampil kuat lewat rancangan outerwear yang elegan namun praktis “di New York, mantel adalah kartu nama Anda,” ujarnya. Sementara Wes Gordon di Carolina Herrera menghadirkan koleksi yang merayakan perempuan modern dengan mantel canggih, set rajut chic, dan gaun bermotif yang tak berlebihan.

Namun tidak semua rumah mode sukses memadukan warisan dengan pembaruan. Proenza Schouler, yang dahulu digadang sebagai masa depan mode Amerika, kini mencoba bangkit dengan menunjuk Rachel Scott sebagai direktur kreatif. Tantangannya adalah bagaimana menghormati “kode” lama tanpa terjebak di dalamnya.

Hal serupa terlihat di Calvin Klein yang memasuki musim ketiga reboot di bawah desainer Italia Veronica Leoni. Alih-alih terasa segar, koleksinya dinilai seperti campuran nostalgia 1990-an, 2010-an, dan minimalisme era 2020-an tanpa arah jelas lebih menyerupai produk korporat ketimbang ekspresi personal yang autentik.

Pada akhirnya, nostalgia bisa menjadi alat yang kuat namun bukan tujuan akhir. Mode tidak hanya tentang mengulang masa lalu, melainkan juga tentang merespons zaman. Dalam dunia yang semakin kompleks, desainer dituntut bukan sekadar menghadirkan kenangan, tetapi menawarkan perspektif baru yang relevan dan berani.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
free online course
download lenevo firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
Tags: cobisnis.comFashionAmerikaMarcJacobsMichaelKorsRalphLauren

Related Posts

Marie-Louise Eta Ukir Sejarah 2026, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa

Marie-Louise Eta Ukir Sejarah 2026, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa

by Zahra Zahwa
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Marie-Louise Eta mencetak sejarah baru di sepak bola Eropa pada April 2026. Ia kini memimpin Union Berlin...

Meta PHK 10% Karyawan di 2026, Fokus Besar ke Investasi AI

Meta PHK 10% Karyawan di 2026, Fokus Besar ke Investasi AI

by Zahra Zahwa
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Meta akan memangkas sekitar 10% tenaga kerjanya pada 2026. Langkah ini setara dengan sekitar 8.000 karyawan. Namun,...

Iran Tegaskan Tetap Siap Berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 Meski Muncul Isu Digantikan Italia

Iran Tegaskan Tetap Siap Berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 Meski Muncul Isu Digantikan Italia

by Hidayat Taufik
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tim nasional Iran menegaskan kesiapan penuh untuk tampil di Piala Dunia FIFA 2026. Pernyataan itu muncul setelah...

BCA Syariah

BCA Syariah dan Bank Aladin Perkuat Transaksi Money Market Antarbank Melalui Kerja Sama SiPA

by Iwan Supriyatna
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kolaborasi transaksi SiPA ini bukan sekadar transaksi antarbank, melainkan upaya kolektif untuk membangun ekosistem perbankan syariah yang...

Gagas

Mengupas Keunggulan Teknis BBG sebagai Solusi Energi Masa Depan

by Iwan Supriyatna
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebagai wujud menjaga ketahanan energi negeri, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui PT Gagas Energi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

Wamenaker: Dunia Kerja Kini Utamakan Kompetensi, Bukan Sekadar Ijazah

April 23, 2026
MII Gandeng Yonyou, Perkuat Solusi ERP Berbasis Cloud

PGE Catat Kinerja Positif, Tunjuk Direktur Keuangan Baru

April 23, 2026
Bank Jakarta

Bank Jakarta Perkuat Posisi Lewat Inovasi dan Integrasi Teknologi

April 23, 2026
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah 2026, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa

Marie-Louise Eta Ukir Sejarah 2026, Jadi Pelatih Wanita Pertama di Liga Top Eropa

April 24, 2026
Meta PHK 10% Karyawan di 2026, Fokus Besar ke Investasi AI

Meta PHK 10% Karyawan di 2026, Fokus Besar ke Investasi AI

April 24, 2026
Iran Tegaskan Tetap Siap Berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 Meski Muncul Isu Digantikan Italia

Iran Tegaskan Tetap Siap Berlaga di Piala Dunia FIFA 2026 Meski Muncul Isu Digantikan Italia

April 24, 2026
BCA Syariah

BCA Syariah dan Bank Aladin Perkuat Transaksi Money Market Antarbank Melalui Kerja Sama SiPA

April 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved