• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, March 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Demam OpenClaw di China Jadi Fenomena Baru Teknologi AI

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
March 30, 2026
in Teknologi
0
Demam OpenClaw di China Jadi Fenomena Baru Teknologi AI

JAKARTA, Cobisnis.com – Teknologi kecerdasan buatan bernama OpenClaw sedang menjadi tren besar di China, dengan berbagai acara teknologi dipenuhi atribut lobster karena simbol itu identik dengan penggunaan AI otonom yang mampu menjalankan perangkat digital secara mandiri.

OpenClaw dikembangkan oleh Peter Steinberger dan memungkinkan pengguna memberi perintah agar sistem mengoperasikan aplikasi, browser, hingga perangkat rumah pintar secara otomatis melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp.

Popularitas OpenClaw semakin melonjak setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut teknologi ini sebagai penerus besar setelah ChatGPT karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas kerja secara signifikan.

Perusahaan teknologi di China hingga komunitas lokal kini rutin menggelar pertemuan untuk instalasi OpenClaw, bahkan sejumlah platform dagang digital menawarkan jasa pemasangan dengan tarif mulai dari 7 hingga 100 dolar AS.

Antusiasme tersebut juga mendorong perusahaan besar China meluncurkan versi serupa seperti DuClaw, QClaw, dan ArkClaw, sementara pemerintah daerah ikut menawarkan subsidi bagi bisnis yang memanfaatkan AI ini untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Meski dianggap membuka peluang efisiensi besar, sejumlah lembaga keamanan siber China memperingatkan bahwa OpenClaw berpotensi menimbulkan kebocoran data, pengambilalihan perangkat jarak jauh, hingga gangguan sistem bisnis jika akses pengguna tidak diawasi ketat.

Di tengah perlambatan ekonomi dan kekhawatiran lapangan kerja, sebagian anak muda China mulai mempelajari OpenClaw sebagai strategi bertahan agar tidak tertinggal oleh perubahan cepat dunia kerja berbasis kecerdasan buatan.

Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes Free
free download udemy paid course
Tags: ArtificialIntelligenceChinacobisnis.comOpenClawTeknologiAI

Related Posts

Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

by Hidayat Taufik
March 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif listrik untuk periode triwulan...

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah kalah tipis 0-1 pada partai final FIFA Series 2026 yang...

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo dan menyaksikan langsung penandatanganan 11 kerja sama ekonomi...

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

Memahami Masa Tunggu Asuransi Kesehatan, Ini Panduan untuk Nasabah

by Dwi Natasya
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Di tengah meningkatnya biaya layanan medis, pemahaman terhadap produk asuransi kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat. Selain memilih...

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

Pasukan AS di Timur Tengah Tembus 50.000, Sinyal Invasi ke Iran Menguat

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah personel militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kini telah melampaui 50.000 orang, setelah penambahan sekitar...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

Setelah Negosiasi, Iran Izinkan Kapal Tanker Indonesia Melintas dari Selat Hormuz

March 30, 2026
Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

Catat, Libur Panjang di Awal April 2026 Bertepatan dengan Jumat Agung dan Paskah

March 30, 2026
Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

Diplomat Inggris Dideportasi Rusia, Diduga Mata-mata

March 30, 2026
Perang Iran Bikin Pasar Kerja Amerika Serikat Terancam Membeku Lebih Lama

Perang Iran Bikin Pasar Kerja Amerika Serikat Terancam Membeku Lebih Lama

March 30, 2026
Ini Daftar Tarif  Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

Ini Daftar Tarif Listrik Per 1 April 2026 Cek Rincian Terbaru

March 31, 2026
Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria: Garuda Kalah 0-1 di Final FIFA Series 2026

March 30, 2026
11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

11 Kesepakatan Ekonomi Indonesia – Jepang Rp 400 Triliun Disaksikan Prabowo

March 30, 2026
Trump Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka atau Iran Akan Kena Serangan

Trump Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka atau Iran Akan Kena Serangan

March 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved