• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, February 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Entertaiment

Dari Lagos ke Berklee College: Tiwa Savage Akan Latih 100 Kreator Musik Generasi Baru

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 27, 2026
in Entertaiment
0
Dari Lagos ke Berklee College: Tiwa Savage Akan Latih 100 Kreator Musik Generasi Baru

JAKARTA, Cobisnis.com – Tiwa Savage memperluas investasinya bagi masa depan musik Afrika dengan meluncurkan Tiwa Savage Music Foundation serta menggandeng Berklee College of Music untuk memperluas akses pendidikan musik kelas dunia di Nigeria.

Melalui inisiatif perdana bertajuk Berklee in Nigeria: Tiwa Savage Intensive Music Program, para pengajar Berklee akan datang ke Lagos pada 23–26 April 2026 untuk memberikan pelatihan intensif selama empat hari kepada 100 kreator musik muda Nigeria. Program ini menjadi acara pertama Berklee di Afrika Barat dan tonggak penting bagi kawasan yang tengah mendorong pertumbuhan pesat ekonomi musik global.

“Afrobeats telah menarik perhatian dunia, tetapi perhatian saja tidak cukup untuk mempertahankan industri. Bakat itu universal tetapi akses tidak,” ujar Savage.

Program Intensif Empat Hari

Program ini menggabungkan teori dan praktik langsung, mencakup produksi musik, penulisan lagu, teknik suara, harmoni, pelatihan pendengaran (ear training), hingga pemahaman tentang penerbitan musik, hak cipta, dan hukum hiburan. Savage menekankan bahwa dalam empat hari, peserta dapat memperoleh gambaran luas tentang berbagai jalur karier di industri musik.

Program akan ditutup dengan pertunjukan ansambel langsung. Peserta terbaik berpeluang mendapatkan beasiswa lanjutan untuk belajar di kampus Berklee di Boston atau mengikuti kursus daring, menjadikan program ini sebagai batu loncatan menuju pendidikan jangka panjang dan karier global.

Misi Menutup Kesenjangan Akses

Savage mengatakan yayasan ini lahir dari pengalaman pribadinya. Saat muda, ia memperoleh beasiswa untuk belajar di Berklee pengalaman yang menurutnya mengubah cara pandangnya terhadap industri musik. Biaya kuliah di sekolah musik internasional ternama bisa mencapai US$40.000 hingga US$60.000 per tahun, belum termasuk biaya hidup, sehingga sulit dijangkau oleh banyak talenta muda di Nigeria maupun Afrika secara umum.

“Itu sesuatu yang sudah lama ingin saya lakukan,” ujarnya.

Menurut Savage, industri musik adalah rantai nilai yang melibatkan banyak peran bukan hanya artis, tetapi juga produser, komposer, insinyur suara, hingga profesional bisnis musik.

“Jika kita ingin musik Afrika bertahan lima, 10, bahkan 20 tahun ke depan, kita harus berinvestasi pada seluruh ekosistemnya,” tegasnya.

Momentum Pertumbuhan Afrobeats

Waktu peluncuran program ini dinilai strategis. Afrika Sub-Sahara merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan musik rekaman tercepat di dunia. Pendapatan industri melampaui US$110 juta pada 2024 menurut International Federation of the Phonographic Industry (IFPI). Streaming Afrobeats di Spotify meningkat lebih dari 500% dalam lima tahun terakhir. Nigeria sendiri menjadi salah satu pasar ekspor musik terbesar di Afrika dengan populasi yang sangat muda usia median sekitar 18 tahun. Savage mengingatkan bahwa tanpa dukungan pendidikan dan kelembagaan, kreator Afrika berisiko tetap populer secara global namun rentan secara ekonomi.

“Kita sekarang mendapat perhatian dunia. Tetapi pendidikanlah yang mengubah visibilitas menjadi pemberdayaan,” katanya.

Ke depan, yayasan ini berencana memberikan lebih banyak beasiswa bagi pelajar Nigeria untuk belajar di Boston, serta membangun sekolah musik permanen di Nigeria.

“Itulah visi besarnya membangun sesuatu yang melampaui diri saya, menciptakan struktur, peluang, dan kepemilikan bagi generasi kreator Afrika berikutnya,” ujar Savage.

Pendaftaran program Berklee in Nigeria: Tiwa Savage Intensive Music Program dibuka pada 24 Februari 2026 dan ditutup pada 20 Maret 2026. Program ini sepenuhnya didanai tanpa biaya bagi peserta yang diterima.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download xiomi firmware
Download WordPress Themes
udemy course download free
Tags: AfrobeatsBerkleeCollegecobisnis.comTiwaSavage

Related Posts

BTN

Dilarang Rangkap Jabatan, Posisi Komisaris Dwi Ary Purnomo di BTN Berakhir

by Iwan Supriyatna
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Dwi Ary Purnomo resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

K-Pop di Kolombia: di Balik Fenomena Global Yang Terus Berkembang

K-Pop di Kolombia: di Balik Fenomena Global Yang Terus Berkembang

by Zahra Zahwa
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – K-pop di Kolombia kini berkembang menjadi fenomena global yang membentuk komunitas, kompetisi, hingga diplomasi budaya di Amerika...

Bill dan Hillary Clinton Bersiap Hadapi Deposisi Terkait Investigasi Jeffrey Epstein

Bill dan Hillary Clinton Bersiap Hadapi Deposisi Terkait Investigasi Jeffrey Epstein

by Zahra Zahwa
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bill dan Hillary Clinton tengah bersiap menghadapi deposisi penting di hadapan DPR Amerika Serikat terkait penyelidikan kasus...

Pejabat China Gunakan ChatGPT dan Tak Sengaja Ungkap Operasi Intimidasi Global

Pejabat China Gunakan ChatGPT dan Tak Sengaja Ungkap Operasi Intimidasi Global

by Zahra Zahwa
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pejabat penegak hukum China dilaporkan tanpa sengaja membongkar operasi pengaruh global setelah menggunakan OpenAI dan platform...

KPK Segera Panggil Kakak Bos MNC Hary Tanoesoedibjo

Industri Sawit RI Terancam Kolaps? GIMNI Soroti Ketergantungan Pupuk Kimia

by Desti Dwi Natasya
February 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kekhawatiran terhadap masa depan industri kelapa sawit nasional mencuat. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI)...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Safari Ramadan dan HUT ke-56, Jamkrindo Tebar 5.600 Paket Sembako dan Santuni Ratusan Anak Yatim

Safari Ramadan dan HUT ke-56, Jamkrindo Tebar 5.600 Paket Sembako dan Santuni Ratusan Anak Yatim

February 25, 2026
Transfer Data RI ke AS, Aman atau Lagi-lagi Kita Dipermainkan?

Transfer Data RI ke AS, Aman atau Lagi-lagi Kita Dipermainkan?

February 26, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
BTN

Dilarang Rangkap Jabatan, Posisi Komisaris Dwi Ary Purnomo di BTN Berakhir

February 27, 2026
Jangan Kehabisan! Kuota Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbatas

Jangan Kehabisan! Kuota Mudik Gratis Lebaran 2026 Terbatas

February 27, 2026
Harga Bitcoin Masih Rawan Turun, Tekanan Jual dan Sentimen Global Jadi Pemicu

Harga Bitcoin Masih Rawan Turun, Tekanan Jual dan Sentimen Global Jadi Pemicu

February 27, 2026
OJK Soroti Tambahan Rp 200 T di Perbankan hingga September

OJK Soroti Tambahan Rp 200 T di Perbankan hingga September

February 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved