JAKARTA, Cobisnis.com – Perumda Dharma Jaya memproyeksikan adanya kenaikan harga daging sapi sekitar 7–15 persen menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026. Peningkatan ini seiring dengan melonjaknya kebutuhan konsumsi masyarakat, baik di tingkat rumah tangga, pelaku usaha kecil, maupun dalam berbagai aktivitas keagamaan.
Afan Wahyu, Kepala Divisi Perencanaan Korporasi dan Transformasi Perumda Dharma Jaya, menjelaskan bahwa harga daging sapi bagian paha belakang selama bulan Ramadhan diperkirakan berada pada rentang Rp143.000 sampai Rp146.000 per kilogram. Ia menambahkan, tekanan kenaikan harga biasanya paling terasa saat momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Walau terjadi kenaikan, Dharma Jaya menegaskan bahwa harga yang mereka tawarkan tetap lebih terjangkau, sekitar 2 hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar dari kompetitor.
Dari sisi ketersediaan, per 11 Februari 2026 tercatat stok daging sapi mencapai 1.195 ton, ditambah 1.594 ekor sapi hidup yang siap untuk dipotong sesuai kebutuhan pasar.
Pasokan juga akan diperkuat dengan masuknya tambahan sekitar 550 ekor sapi dalam bulan ini, serta pengamanan buffer stock sebesar kurang lebih 300 ton setiap bulan, sehingga pasokan dinilai aman untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Sekitar 90 persen suplai daging sapi Jakarta berasal dari luar wilayah ibu kota melalui skema kerja sama antardaerah, BUMD, BUMN, pihak swasta, hingga impor, karena Jakarta bukan merupakan sentra produksi sapi nasional.













