• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

China Gunakan AI untuk Perketat Sensor dan Pengawasan Warganya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 5, 2025
in Teknologi
0
China Gunakan AI untuk Perketat Sensor dan Pengawasan Warganya

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah laporan terbaru dari Australian Strategic Policy Institute (ASPI) mengungkap bahwa Partai Komunis Tiongkok semakin memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat sensor dan pengawasan terhadap 1,4 miliar penduduknya. Teknologi ini kini bukan hanya memantau aktivitas sehari-hari, tetapi juga memprediksi demonstrasi publik hingga membaca kondisi emosional narapidana.

Sistem yang sebelumnya sudah ketat mulai dari Great Firewall hingga jutaan CCTV di ruang publik kini berkembang menjadi jauh lebih canggih dengan dukungan AI. Laporan itu menyatakan bahwa pemerintah Tiongkok menggunakan AI untuk “mengotomatiskan sensor, meningkatkan pengawasan, dan menekan perbedaan pendapat secara pre-emptive.”

Menurut penulis laporan, Nathan Attrill, AI memberikan kemampuan baru bagi pemerintah untuk memonitor lebih banyak orang dengan usaha yang lebih sedikit, menciptakan bentuk kontrol otoritarian modern yang semakin prediktif.

Beijing telah menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk bisnis berbasis AI, sekaligus membangun infrastruktur digital yang saat ini banyak diuji coba di kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai. Dengan dukungan publik yang antusias terhadap AI, serta dorongan langsung dari Presiden Xi Jinping, teknologi ini semakin diintegrasikan ke berbagai aspek kehidupan.

AI dalam Sistem Peradilan dan Pemasyarakatan

Dalam beberapa wilayah, AI telah digunakan dalam proses kepolisian, persidangan, hingga operasional penjara. Jaringan CCTV yang diperkirakan mencapai 600 juta unit sekitar 3 kamera untuk setiap 7 orang kini dilengkapi pengenalan wajah, pelacakan lokasi, bahkan pemantauan kerumunan.

Pengadilan Tiongkok didorong mengadopsi sistem AI sebelum 2025, termasuk perangkat yang mampu merekomendasikan penahanan atau penangguhan hukuman. Penjara “pintar” juga diperluas, dengan kamera yang membaca ekspresi wajah tahanan dan terapi VR berbasis AI di pusat rehabilitasi.

Laporan memperingatkan kemungkinan alur penuh berbasis AI: tersangka ditangkap oleh kamera cerdas, diadili dengan bantuan AI, kemudian menjalani hukuman di penjara pintar yang dikendalikan AI.

Risiko Penyalahgunaan dan Kelompok Rentan

Meski teknologi ini dapat meningkatkan keamanan, para pakar memperingatkan risiko besar terhadap kebebasan sipil. Sistem peradilan dengan tingkat vonis bersalah di atas 99% berpotensi semakin menindas kelompok rentan seperti minoritas Uyghur, Tibet, dan para pembangkang politik.

Perusahaan teknologi Tiongkok juga mengembangkan model bahasa besar (LLM) untuk bahasa minoritas guna memudahkan pemantauan komunikasi dan mengontrol arus informasi di komunitas tersebut.

Peran Raksasa Teknologi Tiongkok

Perusahaan besar seperti ByteDance, Tencent, dan Baidu disebut sebagai “pendukung utama” kontrol digital pemerintah. ByteDance menyensor konten di Douyin, Tencent memberi skor risiko kepada pengguna berdasarkan aktivitas digital, dan Baidu menyediakan alat moderasi konten sekaligus bekerja sama dalam lebih dari 100 kasus kriminal.

AI digunakan untuk sensor real-time, analisis sentimen, hingga pembentukan opini publik dengan mendorong narasi yang sejalan dengan pemerintah.

Implikasi Global

Ekosistem AI pengawasan Tiongkok kini menyebar ke negara-negara lain, terutama rezim otoriter seperti Iran dan Arab Saudi. Banyak model AI Tiongkok bersifat open-weight dan murah, sehingga digunakan di luar negeri namun berpotensi membawa bias sensor dan kontrol dari sumbernya.

Para peneliti memperingatkan bahwa ketika negara lain memakai model buatan Tiongkok, mereka ikut menerima “paket lengkap” berupa risiko pengaruh, manipulasi informasi, dan pengawasan terselubung

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download mobile firmware
Free Download WordPress Themes
udemy free download
Tags: ASPIReportChinaAIcobisnis.compengawasandigitalSensorInternet

Related Posts

Trump Diam-diam Minta Militer AS Siapkan Serangan ke Iran

Trump Diam-diam Minta Militer AS Siapkan Serangan ke Iran

by Hidayat Taufik
October 8, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com  - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah meminta Komando Pusat AS (CENTCOM) menuntaskan persiapan untuk kemungkinan...

Tiga Tersangka Baru Kecelakaan Maut Kapal Virgo Ditetapkan Polisi

Tiga Tersangka Baru Kecelakaan Maut Kapal Virgo Ditetapkan Polisi

by Hidayat Taufik
October 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyidik Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka baru dalam kasus kecelakaan maut KM Virgo Transport 8. Penambahan...

Ketua KPK Sentil Nusron soal Ketidakhadiran di KPK

Ketua KPK Sentil Nusron soal Ketidakhadiran di KPK

by Hidayat Taufik
October 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menanggapi ketidakhadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)...

Hati-hati, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas

Hati-hati, Kekurangan Nutrisi Ini Bisa Memicu Cemas

by Hidayat Taufik
October 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kondisi kecemasan tidak hanya berkaitan dengan faktor psikologis. Asupan nutrisi juga menjadi salah satu hal yang mulai...

Mikel Arteta resmi memperpanjang kontrak bersama Arsenal hingga 2030 setelah membawa The Gunners meraih gelar Premier League musim lalu.

Mikel Arteta Bertahan di Arsenal hingga 2030

by Desti Dwi Natasya
October 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com -  Mikel Arteta resmi memperpanjang kontraknya bersama Arsenal hingga 2030 setelah sebelumnya kesepakatannya bersama klub akan berakhir pada...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Hilirisasi Tembaga Menguat

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Hilirisasi Tembaga Menguat

October 8, 2026
Panasonic Gobel dan UNSADA Perkuat Kompetensi SDM Industri Tata Udara

Panasonic Gobel dan UNSADA Perkuat Kompetensi SDM Industri Tata Udara

October 8, 2026
Risiko penyakit kritis dapat datang tanpa peringatan. Simak langkah menjaga kesehatan, menyiapkan biaya, dan memahami perlindungan asuransi.

Cara Siapkan Finansial Hadapi Penyakit Kritis

October 7, 2026
Pembinaan Atlet Muda Mulai Berbuah, BNI Dorong Bulu Tangkis Naik Kelas

Pembinaan Atlet Muda Mulai Berbuah, BNI Dorong Bulu Tangkis Naik Kelas

October 8, 2026
Jamkrindo Raih Penghargaan atas Keunggulan Keamanan Siber di Sektor Keuangan

Jamkrindo Raih Penghargaan atas Keunggulan Keamanan Siber di Sektor Keuangan

October 8, 2026
Edamame - pexels/khezez

Ahli Gizi: Edamame Camilan Tinggi Protein untuk Turunkan Kolesterol

October 8, 2026
Presiden AS Donald Trump

Sebut Negosiasi Menunjukkan Kemajuan, Trump Tetap Enggan Capai Kesepakatan dengan Iran

October 8, 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan penghormatan kepada Lionel Messi setelah sang megabintang mengakhiri karier internasional bersama Argentina.

Presiden FIFA Kirim Pesan untuk Messi

October 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved