• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, January 9, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Cerita Tukang Pangkas Rambut di Bogor yang Pakai APD Saat Layani Pelanggan

Fathi by Fathi
May 3, 2020
in Humaniora
0
Tukang Pangkas Rambut Pakai APD

Tukang pangkas rambut bernama Herman Maulana Syah mengenakan alat pelindung diri (APD) saat mencukur rambut pelanggannya di Chemot Barbershop, Kampung Babakan, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Jumat 1 Mei 2020.

Cobisnis.com – Pandemi virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air berdampak bagi sejumlah sektor bisnis dan ekonomi. Tapi lain ceritanya Herman Maulana Syah, tukang pangkas rambut sekaligus pemilik Chemot Barbershop, di Kampung Babakan, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Dengan kreativitas yang ia miliki, pria yang akrab disapa Kang Chemot ini membuat “terobosan baru” di tengah pandemi Covid-19. Ia melayani pelanggannya dengan memakai alat pelindung diri (APD) berupa “baju hazmat”, lengkap dengan masker gas, topeng ski, sepatu, dan sarung tangan lateks.

Namun baju hazmat yang ia pakai bukanlah baju hazmat yang dipakai para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. Baju tersebut merupakan “made in” Herman, berupa plastik yang disatukan dengan selotip.

Herman mengatakan, aksi unik ini merupakan langkah antisipasi resiko penularan wabah Covid-19 sekaligus bentuk kampanye keamanan di masa pandemi virus mematikan tersebut.

Tarif di Bawah Standar

Tarif pangkas rambut di Chemot Barbershop, tergolong murah. Herman hanya mengenakan tarif Rp15 ribu untuk orang dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak. “Tarifnya Rp15.000 buat yang dewasa, anak-anak Rp10.000,” jelasnya. Tarif tersebut berlaku sebelum dan saat pandemi Covid-19.

Pendapatan Turun Drastis di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 membawa dampak menurunnya penghasilan Kang Chemot per harinya. Sebelum Covid-19, Chemot bisa mengantongi penghasilan Rp300 ribu per hari. Sementara sejak pandemi Covid-19, penghasilannya “terjun drastis” ke angka Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per hari.

“Menurun gitu (penghasilannya), jauh. Jujur saja kadang Rp50.000, kadang Rp70.000. Ya kan tahu sendiri harganya (tarif cukur per kepala) berapa,” ujar Herman Maulana Syah.

Herman tidak menutupi kalau penghasilannya di saat pandemi Covid-19 juga pernah mencapai di atas angka tersebut. Namun tidak melulu terjadi setiap hari. “Dapat Rp100 ribu juga itu kadang-kadang, nggak setiap hari,” tambahnya.

Bukan Sekadar Cari Keuntungan

Usaha yang Herman lakukan ternyata tidak semata-mata mencari keuntungan. Ia membuka usahanya karena ingin membantu orang lain yang dari segi keekonomian sangat minim.

Pernah datang lima siswa ke tempat usahanya, di mana empat orang di antaranya dicukur. Sementara seorang siswa lainnya tidak ikut mencukur lantaran tidak bawa uang.

Herman dengan hati nuraninya pun menawarkan jasanya untuk mencukur seorang siswa tadi. “Lu cukur sini, gampang masalah bayar. Lu kagak ingat juga nggak kenapa, nggak bakal jadi dosa, nggak bakal jadi utang,” cerita Herman.

Cita-Cita Kang Chemot

Meski terlihat lihai dalam mencukur, profesi tukang cukur bukanlah cita-cita Kang Herman. Di saat kecil, Herman berharap besar nanti dapat bekerja di EO (event organizer).

“Itu pengin cita-cita dulu memang itu, pengin kerjanya di EO,” ujarnya. Namun Herman menyadari cita-citanya “sulit” dicapai karena dirinya hanya lulusan SD.

Keinginan Pakai Baju Crew TV

Setelah aksi unik mengenakan APD, Herman bakal melakukan aksi unik lainnya. Ke depan, ia ingin memakai baju layaknya crew televisi (TV). Memakai kemeja dengan logonya, hearphone, dan berbagai perlengkapan crew TV. “Saya ingin (pakai) baju kayak orang-orang crew TV,” harapannya.

Sebelum melakukan aksi memakai APD, Herman ternyata pernah melakukan aksi lainnya, yakni memakai baju umroh, macam gamis, peci haji dan sorban.

Menantu Habib Rizieq Jadi Langganan Kang Chemot

Pelanggan Kang Chemot ternyata bukan hanya warga sekitar. Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas, salah satunya. Habib yang notabenenya merupakan menantu Habib Rizieq Shihab tersebut bahkan menjadi salah satu langganan tetap Kang Chemot.

Chemot mengungkapkan, Habib Hanif sudah menjadi pelanggan tetapnya sejak dua tahun lalu dan biasanya dicukur sebulan sekali. “Kadang dipanggil ke rumahnya (Habib Hanif) juga,” ucapnya. Selain Habib Hanif, Humas Polresta Bogor dan Kasatlantas Bogor juga pernah dicukur Kang Chemot.

Bisa Cukur Lukis

Keahlian Herman dalam mencukur rambut ternyata tidak didapatinya dengan mengikuti kursus atau sekolah khusus. Pria lulusan SD tahun 1991 ini mengaku belajar secara otodidak.

Herman juga menceritakan awal “mencari ilmu” mencukur dengan melihat teknik tukang cukur di salon. Kemudian Herman menambah lagi pengetahuan mencukur melalui media sosial. Terlebih kini di Instagram banyak tutorial yang bisa menjadi rekomendasi dalam memperkaya teknik mencukur.

“Terus kalau baru bisa mencukur itu tahun 1994. Mengembangkannya tahun 2005,” ungkap Herman.

Selain cukur biasa, Herman juga bisa cukur lukis. Tarif yang dikenakannya tentu tidak sama dengan tarif cukur biara. Tarif per kepala dipatok sebesar Rp50 ribu. Tajmahal dan Kakbah merupakan dua di antara cukur lukis yang dia lakukan di kepala pelanggannya.

Awal Modal Usaha

Kang Chemot mengakui modal awal yang ia punya saat membuka usahanya hanya Rp3 juta. Modal tersebut ia kumpulkan dari hasil usaha mengikuti orang lain di bidang yang sama selama dua tahun.

“Tahun 2007 dulu mesinnya cuma satu,” ujar Herman saat menjelaskan awal usaha yang digelutinya. Ia juga mengakui usaha yang dilakukannya lebih kepada hobi.

Dari hasil usaha tersebut, Herman gunakan untuk menikah pada tahun 2009. Kini, Kang Chemot sudah memiliki dua anak, di mana anak yang pertama berusia 10 tahun dan yang kedua berusia 2 tahun.

“Sudah punya dua (anak), yang satu 10 tahun, satunya 2 tahun,” pungkasnya.

Lihat Juga Foto-Fotonya: Tukang Pangkas Rambut Pakai APD

Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
online free course
download coolpad firmware
Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: barbershopchemot barbershopCobisniscobisnis & bisnispangkas rambuttukang pangkas rambut

Related Posts

Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Mormon, 2 Orang Tewas

Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Mormon, 2 Orang Tewas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Aksi penembakan terjadi di luar sebuah gereja Mormon di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, saat upacara...

KAI Gaspol Angkut Batu Bara Demi Listrik Aman Selama Nataru

KAI Gaspol Angkut Batu Bara Demi Listrik Aman Selama Nataru

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja angkutan logistik yang solid selama periode libur Natal dan Tahun...

Rights Issue PANI Tuntas, Rp15,7 T Digelontorkan ke Grup Usaha

Rights Issue PANI Tuntas, Rp15,7 T Digelontorkan ke Grup Usaha

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menuntaskan penyerapan dana hasil Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan...

Dalang Scam Internasional Chen Zhi Ditangkap, Aset Miliaran Disita

Dalang Scam Internasional Chen Zhi Ditangkap, Aset Miliaran Disita

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Chen Zhi, buronan paling dicari di Asia yang diduga menjadi dalang jaringan penipuan global, ditangkap di Kamboja...

Ponsel Berisi Data Sensitif Nuklir Jepang Hilang Saat Kunjungan ke China

Ponsel Berisi Data Sensitif Nuklir Jepang Hilang Saat Kunjungan ke China

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 8, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang staf Otoritas Regulasi Nuklir Jepang (NRA) dilaporkan kehilangan ponsel dinas berisi data sensitif saat melakukan perjalanan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Mandiri Salurkan 70% Dana Pemerintah, Purbaya Beri Sinyal Tambahan Stimulus

Pak Purbaya: Beli Rumah Baru Tahun 2026, PPN Ditanggung Pemerintah 100 Persen

January 8, 2026
Viral Penyalahgunaan Data Penumpang, KAI Services Minta Maaf

Viral Penyalahgunaan Data Penumpang, KAI Services Minta Maaf

January 8, 2026
AS Beri Izin Tahunan, Samsung dan SK Hynix Bisa Kirim Peralatan Chip ke China pada 2026

AS Hentikan Bantuan ke Somalia, Tuduh Pejabat Sita dan Rusak Gudang Pangan Donasi

January 8, 2026
Dalang Scam Internasional Chen Zhi Ditangkap, Aset Miliaran Disita

Dalang Scam Internasional Chen Zhi Ditangkap, Aset Miliaran Disita

January 8, 2026
Hana Bank Berikan Beasiswa Rp100 Juta untuk Siswa Berprestasi JIKS

Hana Bank Berikan Beasiswa Rp100 Juta untuk Siswa Berprestasi JIKS

January 8, 2026
Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Mormon, 2 Orang Tewas

Penembakan Saat Pemakaman di Gereja Mormon, 2 Orang Tewas

January 8, 2026
KAI Gaspol Angkut Batu Bara Demi Listrik Aman Selama Nataru

KAI Gaspol Angkut Batu Bara Demi Listrik Aman Selama Nataru

January 8, 2026
Rights Issue PANI Tuntas, Rp15,7 T Digelontorkan ke Grup Usaha

Rights Issue PANI Tuntas, Rp15,7 T Digelontorkan ke Grup Usaha

January 8, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved