• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Buy Now, Regret Later: Budaya Belanja Impulsif yang Diam-diam Menggerus Keseharian

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
November 21, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Buy Now, Regret Later: Budaya Belanja Impulsif yang Diam-diam Menggerus Keseharian

JAKARTA, Cobisnis.com – Fenomena buy now, regret later semakin terasa kuat dalam kehidupan masyarakat modern. Dengan akses belanja yang serba instan, manusia terdorong membeli sesuatu hanya karena dorongan sesaat, bukan kebutuhan. Setelah euforia menghilang, barulah muncul penyesalan yang mengganggu finansial dan mental.

Salah satu faktor utama budaya ini adalah kemudahan teknologi. Aplikasi e-commerce menyediakan tombol beli yang sangat cepat, lengkap dengan promo, flash sale, dan free shipping yang membuat keputusan terasa ringan. Kecepatan transaksi ini menurunkan kontrol diri, karena proses mempertimbangkan pembelian menjadi lebih singkat atau bahkan dilewati.

Tidak hanya itu, strategi pemasaran turut memainkan peran besar. Brand memanfaatkan psikologi FOMO—takut ketinggalan promo atau barang rare—sehingga orang merasa harus membeli sekarang atau kehilangan kesempatan. Padahal kebutuhan sebenarnya belum tentu ada. Tekanan emosional ini sering membuat pembelian terasa mendesak, walau sifatnya semu.

Media sosial juga memperkuat fenomena ini. Konten haul, rekomendasi produk, dan gaya hidup “serba punya” menciptakan standar baru yang membuat orang merasa harus mengikuti tren. Lingkungan digital memancing keinginan, bukan kebutuhan, sehingga impuls belanja semakin sulit dikendalikan. Dalam jangka panjang, pola ini membentuk kebiasaan konsumtif.

Efek lainnya terlihat pada kondisi finansial. Pembelian impulsif kecil-kecilan yang dianggap sepele bisa menumpuk menjadi pengeluaran besar. Banyak yang akhirnya merasa uang cepat habis tanpa sadar ke mana alirannya. Ini memicu penyesalan dan tekanan mental, terutama ketika kebutuhan yang lebih penting muncul kemudian.

Secara psikologis, buy now, regret later berkaitan dengan kebutuhan sesaat akan dopamine. Proses membeli memberi rasa senang dan puas, tetapi efeknya sangat cepat memudar. Ketika barang datang dan tidak terasa se-berharga itu, penyesalan pun muncul. Siklus ini bisa berulang jika tidak disadari, membuat seseorang terjebak dalam pola belanja kompulsif.

Meski begitu, budaya ini bisa dikendalikan dengan meningkatkan kesadaran finansial. Membuat wishlist, memberi jeda waktu sebelum membeli, dan mencatat pengeluaran adalah langkah kecil yang sangat efektif. Dengan begitu, keputusan belanja kembali berbasis kebutuhan, bukan dorongan emosional.

Fenomena buy now, regret later bukan sekadar masalah belanja, tapi cerminan tekanan sosial, teknologi yang semakin cepat, dan kebutuhan manusia akan validasi instan. Menyadari mekanismenya membantu kita lebih bijak membelanjakan uang, menjaga mental, serta menghindari penyesalan yang datang terlambat.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download intex firmware
Premium WordPress Themes Download
udemy paid course free download
Tags: buy nowcobisnis.comera digitalmasyarakat modernregret later

Related Posts

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Kemarau Berkepanjangan Bikin Danau Kawah Putih Ciwidey Mengering

Kemarau Berkepanjangan Bikin Danau Kawah Putih Ciwidey Mengering

by Hidayat Taufik
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Danau Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami penyusutan volume air sekitar 40 persen akibat...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

PPN Tiket Pesawat Ditanggung Pemerintah Saat Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

October 24, 2026
Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

Gaet wisman Australia, Kemenpar Buka Penerbangan TransNusa Rute Melbourne-Bali

October 24, 2026
Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

Kemenpar Rancang Paket Wisata Jakarta dan Bogor Melalui Kegiatan Famtrip

October 24, 2026
AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warganya di Timur Tengah

October 24, 2026
Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved