JAKARTA, Cobisnis.com – Tidur siang kerap dianggap sebagai cara cepat untuk mengembalikan energi di tengah aktivitas harian. Namun, durasi tidur siang yang terlalu lama justru berpotensi mengganggu pola tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
Certified Sleep & Recovery Coach Vishal Dasani menjelaskan bahwa tidur siang sebenarnya berfungsi untuk membayar utang tidur atau sekadar menyegarkan tubuh. Meski begitu, tidur siang tetap memiliki aturan agar manfaatnya optimal.
Menurut Vishal, terdapat dua jenis tidur siang yang umum direkomendasikan, yakni power nap dan recovery nap. Keduanya memiliki durasi dan tujuan yang berbeda.
Power nap disarankan berlangsung selama 20 hingga 30 menit. Durasi ini dinilai cukup untuk meningkatkan fokus, kewaspadaan, dan energi tanpa membuat tubuh masuk ke fase tidur terlalu dalam.
Sementara itu, recovery nap memiliki durasi lebih panjang, yakni sekitar 90 menit. Jenis tidur siang ini biasanya ditujukan bagi mereka yang mengalami kurang tidur berat pada malam sebelumnya.
Masalah muncul ketika durasi tidur siang melewati batas tersebut. Vishal mengingatkan tidur siang hingga 3 sampai 4 jam dapat mengganggu ritme alami tubuh.
Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti ngemil terlalu banyak menjelang makan malam. Tubuh sudah merasa kenyang lebih dulu, sehingga saat waktunya tidur malam tiba, rasa kantuk justru berkurang.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur di malam hari atau bahkan insomnia. Pola tidur yang terganggu ini dapat berdampak pada kualitas istirahat secara keseluruhan.
Dalam jangka panjang, kebiasaan tidur siang berlebihan berpotensi memicu kelelahan kronis, penurunan produktivitas, hingga gangguan kesehatan lain akibat kurangnya tidur malam berkualitas.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar tidur siang dilakukan dengan durasi terkontrol dan tidak terlalu mendekati waktu malam, agar tidak mengganggu jam tidur utama.














