JAKARTA, Cobisnis.com – Program KUR Syariah BSI menunjukkan akselerasi signifikan di awal tahun dengan penyaluran mencapai Rp1,65 triliun. Pembiayaan tersebut telah menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia hingga Februari.
KUR Syariah BSI ini setara dengan 11,1% dari total kuota yang ditetapkan sepanjang tahun berjalan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat peran UMKM sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
Penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor produktif seperti makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan. Dari total tersebut, sebanyak 65% dialokasikan untuk sektor produksi dan sisanya untuk sektor non-produksi.
Direktur Retail Banking Kemas Erwan Husainy menegaskan bahwa ekspansi pembiayaan tetap dilakukan secara selektif. Ia menyebut pendekatan kehati-hatian penting untuk menjaga kualitas portofolio tetap sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, KUR Syariah BSI juga didukung oleh tren positif pertumbuhan UMKM yang terus menguat. Program pemerintah serta pengembangan ekosistem halal dinilai menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Kinerja UMKM yang positif turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pembiayaan secara keseluruhan. Hingga Februari, total pembiayaan BSI mencapai Rp323 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 14,32%.
Selain pembiayaan, BSI juga menghadirkan berbagai program pendukung bagi UMKM. Inisiatif tersebut mencakup pendampingan usaha, pelatihan, hingga fasilitas sertifikasi halal untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Ke depan, KUR Syariah BSI diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Optimalisasi fungsi intermediasi menjadi fokus utama dalam menjaga kinerja pembiayaan tetap stabil dan produktif.













