JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat peran keuangan syariah melalui implementasi Green Zakat dengan menghadirkan program Waste Management. Program ini mengusung konsep ekonomi sirkular yang mengajak masyarakat mengubah sampah anorganik menjadi tabungan BSI Emas sekaligus memberdayakan mustahik.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memandang zakat bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Sejak merger hingga 2025, BSI bersama BAZNAS RI telah menyalurkan dana zakat sekitar Rp1 triliun untuk mendukung berbagai program pemberdayaan.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengatakan pengelolaan zakat yang inovatif dapat memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih luas. Menurutnya, Green Zakat menjadi salah satu langkah nyata untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui keuangan sosial syariah.
Melalui Program BSI Waste Management, dana zakat dimanfaatkan untuk memberdayakan mustahik di sektor pengelolaan sampah. Sampah yang dikumpulkan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti goodie bag, plakat, kursi, dan meja hasil daur ulang yang memiliki nilai jual.
Program ini juga mengajak masyarakat berpartisipasi melalui kios daur ulang yang disediakan BSI. Sampah anorganik yang disetorkan akan dikonversi menjadi saldo tabungan BSI Emas setelah mencapai nilai minimal Rp55 ribu, sehingga sampah dapat berubah menjadi instrumen investasi.
BSI menghadirkan program ini sebagai respons terhadap tingginya produksi sampah nasional yang mencapai sekitar 30 juta ton setiap tahun. Pada tahap awal, Green Zakat menyasar lebih dari 20 kepala keluarga atau 73 penerima manfaat di kawasan Bantar Gebang dan Tangerang Selatan dengan target mengelola lebih dari 27 ton sampah daur ulang.
Untuk memperluas manfaat, BSI akan mengoperasikan lima kios Waste Management secara bertahap mulai Juni hingga Agustus 2026. Lokasinya berada di Pondok Pesantren Hafidz Indonesia Center Bekasi, Perumahan Malibu Village Tangerang, Pasar Paramount Serpong, Perumahan Villa Dago Pamulang, dan Perumahan Kampung Utan Pertamina Ciputat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, BSI mengalokasikan bantuan senilai Rp1 miliar untuk pelatihan, pengembangan keterampilan produksi barang daur ulang, dan pembangunan fasilitas Waste Management. Melalui Green Zakat, BSI berharap dapat memperkuat ekonomi sirkular, meningkatkan kesejahteraan mustahik, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.













