• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, March 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Bos Instagram Bantah Medsos Bisa ‘Kecanduan Secara Klinis’ dalam Sidang Bersejarah

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
February 12, 2026
in Teknologi
0
Bos Instagram Bantah Medsos Bisa ‘Kecanduan Secara Klinis’ dalam Sidang Bersejarah

JAKARTA, Cobisnis.com – Kepala Instagram, Adam Mosseri, membantah bahwa pengguna dapat mengalami “kecanduan secara klinis” terhadap aplikasi media sosial tersebut saat memberikan kesaksian dalam persidangan penting yang menggugat induk perusahaan Instagram dan YouTube, Meta.

Mosseri menjadi eksekutif pertama yang bersaksi dalam persidangan terhadap Meta atas gugatan seorang perempuan berusia 20 tahun yang diidentifikasi sebagai Kaley. Penggugat menuduh perusahaan sengaja merancang fitur-fitur adiktif untuk “mengikat” pengguna muda, yang menurutnya berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.

Kasus ini merupakan yang pertama dari lebih dari 1.500 gugatan serupa yang masuk ke tahap persidangan, dan dinilai dapat menjadi ujian apakah raksasa media sosial bisa dimintai pertanggungjawaban atas dugaan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja.

Dalam kesaksiannya, Mosseri mengatakan ia tidak percaya seseorang bisa kecanduan Instagram secara klinis, tetapi mengakui adanya kemungkinan “penggunaan bermasalah” yang berbeda pada tiap individu.

“Itu relatif,” ujarnya. “Ya, bagi individu tertentu, ada penggunaan Instagram yang melebihi batas kenyamanan mereka.” Ia mengibaratkannya seperti “menonton TV lebih lama dari yang terasa baik.”

Mosseri, yang menjabat sebagai kepala Instagram sejak 2018, juga membantah tudingan bahwa Instagram secara khusus menargetkan remaja demi memaksimalkan keuntungan.

“Kami menghasilkan lebih sedikit uang dari remaja dibandingkan kelompok demografis lain di platform,” katanya. “Remaja tidak banyak mengklik iklan dan tidak memiliki banyak pendapatan yang bisa dibelanjakan.”

Pengacara penggugat, Mark Lanier, menyoroti sejumlah fitur seperti “infinite scroll”, autoplay, serta tombol “like” yang disebutnya memberi efek seperti “suntikan kimia” bagi remaja yang mencari validasi sosial. Gugatan juga menyoroti penggunaan “beauty filter” yang dapat mengubah wajah pengguna dan diduga berkontribusi terhadap gangguan citra tubuh, serta pengalaman perundungan dan sextortion yang dialami Kaley.

Dalam persidangan terungkap bahwa Kaley mulai menggunakan Instagram pada usia sembilan tahun, meskipun batas usia minimum aplikasi tersebut adalah 13 tahun.

Mosseri juga ditanya mengenai dokumen internal tahun 2019 yang memperdebatkan pelarangan filter wajah tertentu. Beberapa email internal menyebut para ahli sepakat bahwa filter tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif, termasuk mendorong gangguan citra tubuh pada remaja perempuan.

Instagram sempat mempertimbangkan pelarangan semua filter yang mendistorsi wajah, namun kemudian hanya melarang filter yang secara eksplisit mempromosikan operasi plastik. Filter yang memperbesar bibir atau mengecilkan hidung tetap diizinkan, meskipun tidak lagi direkomendasikan secara aktif.

Persidangan juga menyinggung kompensasi Mosseri. Ia menyebut gaji pokoknya sekitar US$900.000 per tahun, dengan total kompensasi yang dalam beberapa tahun bisa melebihi US$10 juta hingga US$20 juta termasuk bonus dan opsi saham. Namun ia menegaskan keputusan produk tidak didorong oleh kekhawatiran terhadap harga saham perusahaan.

Sementara itu, pihak Meta berargumen bahwa tantangan kesehatan mental Kaley sudah ada sebelum ia menggunakan media sosial, dan menyebut Instagram bukan faktor utama penyebabnya.

Juri dalam persidangan ini kemungkinan tidak akan mendengar banyak argumen terkait konten spesifik di Instagram atau YouTube karena adanya perlindungan hukum Section 230, undang-undang federal AS yang melindungi perusahaan teknologi dari tanggung jawab atas konten yang diunggah pengguna.

Persidangan ini menjadi sorotan global karena berpotensi membentuk arah regulasi dan tanggung jawab hukum perusahaan media sosial terhadap pengguna muda di masa depan.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download mobile firmware
Premium WordPress Themes Download
online free course
Tags: cobisnis.cominstagramMediaSosialMeta

Related Posts

Senat AS Setujui Pendanaan Sebagian DHS Dalam Sidang Tengah Malam

Senat AS Setujui Pendanaan Sebagian DHS Dalam Sidang Tengah Malam

by Zahra Zahwa
March 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – United States Senate secara bulat menyetujui pendanaan sebagian besar Department of Homeland Security dalam sidang tengah malam...

Trailer Perdana Harry Potter Versi Serial HBO Max Resmi Dirilis

Trailer Perdana Harry Potter Versi Serial HBO Max Resmi Dirilis

by Zahra Zahwa
March 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Trailer perdana serial Harry Potter resmi dirilis dan langsung menarik perhatian penggemar menjelang penayangan perdana pada Hari...

California Ubah Nama Hari Cesar Chavez Setelah Muncul Tuduhan Pelecehan Seksual

California Ubah Nama Hari Cesar Chavez Setelah Muncul Tuduhan Pelecehan Seksual

by Zahra Zahwa
March 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – California resmi mengganti nama hari libur Cesar Chavez Day menjadi Farmworkers Day setelah muncul tuduhan pelecehan seksual...

Sisi Gelap Restoran Fine Dining Semakin Sulit Diabaikan

Sisi Gelap Restoran Fine Dining Semakin Sulit Diabaikan

by Zahra Zahwa
March 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – René Redzepi meminta maaf kepada staf dan mengumumkan mundur dari Noma setelah muncul tuduhan perilaku kasar di...

Perempuan Spanyol Jalani Eutanasia Setelah Menunggu Putusan Hukum Selama 20 Bulan

Perempuan Spanyol Jalani Eutanasia Setelah Menunggu Putusan Hukum Selama 20 Bulan

by Zahra Zahwa
March 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang perempuan muda asal Spain bernama Noelia Castillo akhirnya menjalani eutanasia setelah melalui proses hukum panjang selama...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BNI Resmi Tutup Internet Banking Mulai 21 April 2026, Nasabah Dipaksa Beralih ke Aplikasi Mobile

BNI Resmi Tutup Internet Banking Mulai 21 April 2026, Nasabah Dipaksa Beralih ke Aplikasi Mobile

March 27, 2026
Kim Jong Un Tegaskan Korut Akan Pertahankan Status Negara Nuklir

Kim Jong Un Tegaskan Korut Akan Pertahankan Status Negara Nuklir

March 27, 2026
MPL ID S17 Resmi Dimulai, Big Match RRQ Hoshi vs ONIC Paling Dinanti

Samsung Siapkan Fold 8 dengan Upgrade Layar dan Baterai 5.000 mAh

March 27, 2026
Tradisi Halalbihalal Saat Idulfitri: Makna dan Sejarahnya

Tradisi Halalbihalal Saat Idulfitri: Makna dan Sejarahnya

March 26, 2026
Indonesia melaju ke final FIFA Series

Indonesia melaju ke final FIFA Series

March 28, 2026
Arak Heavy Water Reactor Iran Diserang AS‑Israel, Perang di Timur Tengah Memanas

Arak Heavy Water Reactor Iran Diserang AS‑Israel, Perang di Timur Tengah Memanas

March 28, 2026
Dua Kapal Tanker RI Tertahan, Pemerintah Segera Cari Pasokan Minyak Pengganti

Dua Kapal Tanker RI Tertahan, Pemerintah Segera Cari Pasokan Minyak Pengganti

March 28, 2026
Roblox Batasi Akses Online bagi Pengguna Anak-Anak di Bawah 13 Tahun

Roblox Batasi Akses Online bagi Pengguna Anak-Anak di Bawah 13 Tahun

March 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved