• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, August 19, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bos Harvest Capital Serok 27 Juta Lembar Saham DIGI di Harga Bawah

Weldon Darmawan by Weldon Darmawan
October 28, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi saham ANTM

Ilustrasi Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Handi Sutanto beli saham ANTM.

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktur Utama PT Harvest Capital International, Stephen Kurniawan Sulistyo, menambah porsi kepemilikannya di emiten media digital, PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (28/10/2025) Stephen Kurniawan Sulistyo memborong 27.280.800 lembar saham DIGI pada periode 20 hingga 24 Oktober 2025.

Transaksi pembelian dilakukan di kisaran harga Rp34 hingga Rp35 per saham. Dengan aksi akumulasi tersebut, total kepemilikan Stephen Kurniawan Sulistyo di DIGI kini mencapai 527.364.800 lembar saham.

Adapun kondisi saham DIGI tengah berada di papan pemantauan khusus akibat ekuitas negatif dan kinerja keuangan yang masih mencatatkan rugi.

Hingga perdagangan terakhir, saham DIGI diperdagangkan di kisaran Rp 34 per lembar, mendekati batas bawah harga minimum di bursa.

Menilik kondisi keuangan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI), emiten media digital ini tengah menghadapi tekanan berat dari berbagai sisi mulai dari penurunan pendapatan, utang, tunggakan BPJS, hingga ancaman dikeluarkan dari bursa efek akibat ekuitas negatif.

Dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (28/10/2025) manajemen Arkadia Digital Media atau DIGI menyebutkan bahwa kesulitan yang dialami bersumber dari faktor eksternal seperti perubahan algoritma platform global dan perlambatan ekonomi nasional.

Piutang Menumpuk, Arus Kas Tersendat

Hingga 30 September 2025, rata-rata waktu penagihan piutang Arkadia Digital Media atau DIGI mencapai 96 hari. DIGI mengaku banyak klien menunda pembayaran akibat kondisi ekonomi yang tidak menentu. Perusahaan hanya mencadangkan potensi kerugian piutang sebesar 2–4%, padahal arus kas operasi sudah negatif.

Arkadia Digital Media menyebut sumber dana utama untuk membayar kewajiban adalah dari realisasi piutang dan hasil operasi, namun tanpa perbaikan arus kas, strategi ini tampak seperti tambal sulam jangka pendek.

Tunggakan BPJS dan Pajak

Masalah likuiditas Arkadia Digital Media (DIGI) juga tercermin dari tunggakan terhadap BPJS Ketenagakerjaan dan pajak penghasilan (PPh 21). Perusahaan mengakui adanya tunggakan iuran BPJS dan berupaya melunasinya melalui skema pembayaran bertahap.

Selama tunggakan berlangsung, status keikutsertaan karyawan tetap aktif, sebuah tanda bahwa BPJS memberi toleransi, bukan karena perusahaan mampu membayar tepat waktu.

Lebih jauh, DIGI juga memiliki kewajiban pajak yang belum dilunasi dan harus melakukan negosiasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menjadwalkan ulang pembayaran.

Utang ke Investor Asing dan Efisiensi Tenaga Kerja

Selain kewajiban kepada negara, Arkadia Digital Media atau DIGI juga memiliki utang jangka pendek kepada Emerging Media Opportunity Fund, dengan cicilan sekitar USD 21.797 per bulan hingga Juli 2027. Pembayaran dilakukan bertahap karena arus kas yang terbatas.

Untuk menekan biaya, perusahaan mengurangi jumlah karyawan dari 182 orang menjadi 165 orang per September 2025 dan menunda kenaikan upah.

Pendapatan Anjlok, Bergantung pada Iklan

DIGI mengakui pendapatan dari jasa penyedia konten dan portal web menurun tajam, disebabkan berkurangnya belanja iklan pemerintah dan perubahan perilaku pembaca digital.

Dari total pendapatan sekitar Rp20,57 miliar hingga September 2025, sebagian besar masih disumbang oleh jasa iklan.

Defisit Membengkak dan Ancaman Delisting

Hingga 30 September 2025, DIGI mencatat saldo rugi Rp54,53 miliar dan defisiensi modal Rp8,66 miliar. Akibatnya, saham perusahaan kini ditempatkan di papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika kondisi ini tidak membaik hingga Juni 2026, DIGI terancam suspensi perdagangan saham, dan jika berlanjut selama 24 bulan berturut-turut, perusahaan berpotensi delisting atau dikeluarkan dari bursa.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
download lava firmware
Free Download WordPress Themes
free online course
Tags: Arkadia Digital MediaBEIBursa Efek Indonesiacobisnis.comdelistingDIGIHarvest Capitalketerbukaan informasisaham DIGIStephen Kurniawan Sulistyo

Related Posts

Mathilde Favier

Petinggi Dior Mathilde Favier Tewas dalam Kecelakaan Mobil di Prancis

by Desti Dwi Natasya
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Petinggi rumah mode Christian Dior, Mathilde Favier, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Deux-Sèvres, Prancis, pada Senin...

Makan Siang Sebaiknya Jam Berapa? Ini Waktu yang Dianjurkan Ahli Gizi

Makan Siang Sebaiknya Jam Berapa? Ini Waktu yang Dianjurkan Ahli Gizi

by Hidayat Taufik
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Makan siang bukan sekadar waktu untuk mengatasi rasa lapar. Menentukan waktu makan yang tepat juga dapat berhubungan...

Hayden Panettiere meninggal

Wladimir Klitschko Berduka atas Kepergian Hayden Panettiere, Kenang Sosok Ibu bagi Putrinya

by Desti Dwi Natasya
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Mantan tunangan Hayden Panettiere, Wladimir Klitschko, menyampaikan duka mendalam setelah aktris tersebut meninggal dunia pada usia 36...

Thailand lolos final Piala AFF 2026

Thailand Tembus Final Piala AFF 2026 meski Takluk 1-2 dari Singapura

by Desti Dwi Natasya
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Thailand memastikan tiket ke final Piala AFF 2026 setelah unggul agregat 4-3 atas Singapura meski kalah 1-2...

Gunung Bromo Dibuka Kembali Setelah Kebakaran Padam

Gunung Bromo Dibuka Kembali Setelah Kebakaran Padam

by Hidayat Taufik
August 19, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka setelah aktivitas kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berhasil...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cuma Gara-Gara Perapian? Kebakaran Gunung Bromo Hanguskan 176 Hektare

Cuma Gara-Gara Perapian? Kebakaran Gunung Bromo Hanguskan 176 Hektare

August 8, 2026
Laga Chelsea Vs AC Milan di GBK Dikawal 1.200 Personel Gabungan

Laga Chelsea Vs AC Milan di GBK Dikawal 1.200 Personel Gabungan

August 8, 2026
Teddy Buka Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Sekolah Rakyat

Teddy Buka Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Sekolah Rakyat

August 8, 2026
Banjir Assam India Tewaskan 97 Orang Lebih dari 170.000 Warga Terdampak

Banjir Assam India Tewaskan 97 Orang Lebih dari 170.000 Warga Terdampak

August 8, 2026
Ilustrasi Bandara - pexels/Markus Winkler

Incheon jadi Bandara Tersibuk di Dunia untuk Penerbangan Internasional

August 19, 2026
Mathilde Favier

Petinggi Dior Mathilde Favier Tewas dalam Kecelakaan Mobil di Prancis

August 19, 2026
Makan Siang Sebaiknya Jam Berapa? Ini Waktu yang Dianjurkan Ahli Gizi

Makan Siang Sebaiknya Jam Berapa? Ini Waktu yang Dianjurkan Ahli Gizi

August 19, 2026
Hayden Panettiere meninggal

Wladimir Klitschko Berduka atas Kepergian Hayden Panettiere, Kenang Sosok Ibu bagi Putrinya

August 19, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved