• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, April 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bisnis Rekreasi dan Pariwisata Terdampak Penurunan Daya Beli Masyarakat Tanah Air

Saeful Imam by Saeful Imam
October 14, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
Bisnis Rekreasi dan Pariwisata Terdampak Penurunan Daya Beli Masyarakat Tanah Air

Bisnis rekreasi terdampak akibat menurunnya daya beli masyarakat

JAKARTA, COBISNIS.COM – Sektor bisnis rekreasi dan pariwisata mengalami dampak negatif akibat menurunnya daya beli masyarakat beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan domestik (wisnus) pada Agustus 2024 tercatat sebanyak 75,88 juta perjalanan.

Angka ini menurun sebesar 1,77% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 77,24 juta perjalanan.

Sekretaris Jenderal DPP Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Budi Ardiansyah, menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh deflasi yang telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut.

Kondisi tersebut dipicu oleh stagnasi daya beli masyarakat yang bahkan cenderung melemah.

Menurut Budi, daya beli masyarakat yang stagnan dan cenderung turun berdampak langsung pada bisnis pariwisata.

Ada potensi penurunan dalam pembelian paket wisata, baik untuk destinasi domestik maupun internasional.

Ia menambahkan bahwa biasanya masyarakat sudah mempersiapkan anggaran untuk liburan akhir tahun.

Namun, dengan adanya pengurangan pendapatan dan meningkatnya jumlah kasus PHK di berbagai sektor, anggaran yang seharusnya digunakan untuk wisata kemungkinan akan dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Pengurangan pendapatan ini menjadi alasan utama mengapa masyarakat menunda atau mengurangi pengeluaran untuk berwisata.

Meskipun demikian, Budi tetap optimis bahwa kondisi ekonomi akan membaik menjelang akhir tahun 2024.

Ia berharap ada pemulihan ekonomi baik di tingkat makro maupun mikro mulai bulan Oktober 2024, yang akan berdampak positif pada sektor pariwisata.

Di sisi lain, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), pengelola kawasan rekreasi terbesar di Indonesia, juga merasakan dampak dari pelemahan daya beli ini.

Corporate Communication PJAA, Ariyadi Eko Purnomo, mengungkapkan bahwa perusahaan mengalami penurunan pendapatan sekitar 2% pada kuartal III-2024 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ariyadi menjelaskan bahwa meskipun pendapatan menurun, kebutuhan masyarakat untuk rekreasi tetap ada, meskipun tidak setinggi tahun sebelumnya.

Menyikapi situasi ini, PJAA tetap optimis dan menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 10% dengan target jumlah pengunjung mencapai 12 juta orang hingga akhir tahun.

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) juga mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 31,34% pada semester I-2024. Laba bersih perusahaan turun dari Rp 74,6 miliar pada semester I-2023 menjadi Rp 51,22 miliar pada semester pertama tahun ini.

Meski laba bersih menurun, pendapatan PANR justru meningkat 8,67%, dari Rp 1,38 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 1,5 triliun pada semester I-2024. Corporate Secretary PANR, AB Sadewa, menjelaskan bahwa segmen pasar corporate incentive masih menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan meskipun skalanya belum besar.

Sadewa menambahkan bahwa permintaan dari segmen corporate incentive mengalami peningkatan. Corporate incentive merupakan perjalanan yang diberikan oleh perusahaan kepada distributor, karyawan, atau pelanggan VIP sebagai bentuk apresiasi. Sektor ini dianggap memiliki potensi pertumbuhan di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Tags: bisnis pariwisata menurundaya beli turun

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

Campak Meningkat di Indonesia, Peringkat Kedua Dunia: Gejala, Bahaya, dan Solusinya

April 2, 2026
Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

Koleksi Jam Vintage Jadi Tren Baru Gen Z di Tengah Era Digital

April 2, 2026
Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

Furab Jadi Tren di Media Sosial, Ini Arti dan Asal-usulnya

March 31, 2026
MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

MBG Kini 5 Hari di 2026, Pemerintah Pastikan Gaji Pegawai Tetap

April 2, 2026
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Positif, Ahli Tekankan Pentingnya Pengawasan dan Profesionalisme

Sistem Rantai Dingin Dinilai Penting untuk Jaga Kualitas Program MBG

April 3, 2026
Nekat Liburan Saat WFH, ASN Siap-Siap Kena Sanksi Berat dari Mensos

Nekat Liburan Saat WFH, ASN Siap-Siap Kena Sanksi Berat dari Mensos

April 3, 2026
Jumat Agung 2026: Perjalanan Batin Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

Jumat Agung 2026: Perjalanan Batin Pemeran Yesus di Katedral Jakarta

April 3, 2026
Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

Klaim Menang hingga Minta Eskalasi, Pernyataan Trump soal Iran Tuai Sorotan

April 3, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved