• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, October 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Berpendidikan Tinggi tapi Takut ke Dokter, Fenomena Self-Diagnose Anak Muda Indonesia Lampaui Batas WHO

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 14, 2026
in Lifestyle
0
Berpendidikan Tinggi tapi Takut ke Dokter, Fenomena Self-Diagnose Anak Muda Indonesia Lampaui Batas WHO

JAKARTA, Cobisnis.com – Kebiasaan mencari tahu penyakit sendiri lewat internet atau AI kini makin umum di kalangan anak muda urban Indonesia. Bahkan, banyak yang menjadikannya langkah pertama sebelum pergi ke dokter.

Health Collaborative Center (HCC) menemukan 59,8 persen dari 448 responden usia di bawah 39 tahun memilih swadiagnosis saat pertama kali mengalami keluhan kesehatan. Angka itu sudah masuk kategori perhatian kesehatan publik menurut standar WHO.

Ketua Peneliti HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan enam dari 10 anak muda urban tidak langsung memeriksakan diri ke dokter ketika sakit. Mereka lebih dulu mengandalkan hasil pencarian digital.

Mayoritas responden justru berasal dari kelompok berpendidikan tinggi dan memiliki akses informasi yang baik. Sebagian besar lulusan SMA hingga sarjana, bahkan 25 persen bergelar S2 ke atas.

Dari sisi ekonomi, 61 persen responden berpenghasilan setara atau sedikit di atas UMR, sementara 17 persen memiliki pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan. Menurut Ray, kelompok ini justru lebih rentan mengandalkan diagnosis digital.

Sebanyak 99,5 persen responden mengakses internet lewat ponsel setiap hari, dan 23 persen menghabiskan waktu online lebih dari enam jam per hari. Namun, 45 persen di antaranya memiliki literasi kesehatan digital yang rendah sehingga rawan salah memahami informasi medis.

Ray menegaskan AI tidak bisa menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter karena tidak mampu melakukan tahapan klinis seperti anamnesis dan pemeriksaan fisik. HCC pun mengingatkan bahwa teknologi hanya boleh dijadikan referensi awal, bukan penentu diagnosis akhir.

Tags: Anak Muda IndonesiaCobisnisHCCKesehatan digitalPebisnismudaPublic Health ConcernSelf Diagnose

Related Posts

Hana Bank Economic Outlook 2027 Bahas Prospek Ekonomi Global

Hana Bank Economic Outlook 2027 Bahas Prospek Ekonomi Global

by Rizki Meirino
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menggelar Hana Bank Economic Outlook 2027 untuk membahas prospek ekonomi global...

Usai YE Live in Jakarta, Raw Vision Collective dan FLOQ Gelar After Party

Usai YE Live in Jakarta, Raw Vision Collective dan FLOQ Gelar After Party

by Rizki Meirino
October 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Keseruan YE Live in Jakarta berlanjut melalui official after party yang dihadirkan Raw Vision Collective bersama FLOQ...

Must Eat Hadir, Bantu Pengguna Temukan Kuliner Favorit

Must Eat Hadir, Bantu Pengguna Temukan Kuliner Favorit

by Rizki Meirino
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – TikTok GO by Tokopedia meluncurkan Must Eat, panduan rekomendasi kuliner berbasis komunitas yang membantu pengguna menemukan tempat...

DIDIMAX Raih Best Futures Companies CNBC Indonesia Awards 2026, Perkuat Rekam Jejak Pencapaian

DIDIMAX Raih Best Futures Companies CNBC Indonesia Awards 2026, Perkuat Rekam Jejak Pencapaian

by Rizki Meirino
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - DIDIMAX kembali menorehkan prestasi di industri perdagangan berjangka Indonesia dengan meraih penghargaan Best Trading Education dalam ajang...

Gus Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Gus Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

by Rizki Meirino
October 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah saksi meringankan dihadirkan pihak Yaqut Cholil Qoumas dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan periode...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

Rosan Angkat Suara usai Singapura Panggil 8 Bos Sawit RI

October 29, 2026
Singapura Tak Tinggal Diam soal Kabut Asap, 8 Bos Sawit Dipanggil

Singapura Tak Tinggal Diam soal Kabut Asap, 8 Bos Sawit Dipanggil

October 28, 2026
Malaysia Buka Peluang Kerja Sama Penanganan Karhutla dengan Indonesia

Malaysia Buka Peluang Kerja Sama Penanganan Karhutla dengan Indonesia

October 28, 2026
Mulai 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Disebut Ikut Pungut Pajak Digital

Mulai 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Disebut Ikut Pungut Pajak Digital

October 29, 2026
Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

Bayu Akui Dibayar Hadiri Deklarasi Bareng Raffi Ahmad, Tegaskan Bukan Mahasiswa Undira

October 30, 2026
Hobi Makan Gorengan? Dokter Ungkap Risiko bagi Kulit Wajah

Hobi Makan Gorengan? Dokter Ungkap Risiko bagi Kulit Wajah

October 30, 2026
Veda Ega Siap Tancap Gas di Moto3 Malaysia 2026, Ini Alasannya

Veda Ega Siap Tancap Gas di Moto3 Malaysia 2026, Ini Alasannya

October 30, 2026
Hana Bank Economic Outlook 2027 Bahas Prospek Ekonomi Global

Hana Bank Economic Outlook 2027 Bahas Prospek Ekonomi Global

October 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved