• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, August 8, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Berpendidikan Tinggi tapi Takut ke Dokter, Fenomena Self-Diagnose Anak Muda Indonesia Lampaui Batas WHO

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
May 14, 2026
in Lifestyle
0
Berpendidikan Tinggi tapi Takut ke Dokter, Fenomena Self-Diagnose Anak Muda Indonesia Lampaui Batas WHO

JAKARTA, Cobisnis.com – Kebiasaan mencari tahu penyakit sendiri lewat internet atau AI kini makin umum di kalangan anak muda urban Indonesia. Bahkan, banyak yang menjadikannya langkah pertama sebelum pergi ke dokter.

Health Collaborative Center (HCC) menemukan 59,8 persen dari 448 responden usia di bawah 39 tahun memilih swadiagnosis saat pertama kali mengalami keluhan kesehatan. Angka itu sudah masuk kategori perhatian kesehatan publik menurut standar WHO.

Ketua Peneliti HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan enam dari 10 anak muda urban tidak langsung memeriksakan diri ke dokter ketika sakit. Mereka lebih dulu mengandalkan hasil pencarian digital.

Mayoritas responden justru berasal dari kelompok berpendidikan tinggi dan memiliki akses informasi yang baik. Sebagian besar lulusan SMA hingga sarjana, bahkan 25 persen bergelar S2 ke atas.

Dari sisi ekonomi, 61 persen responden berpenghasilan setara atau sedikit di atas UMR, sementara 17 persen memiliki pendapatan lebih dari Rp10 juta per bulan. Menurut Ray, kelompok ini justru lebih rentan mengandalkan diagnosis digital.

Sebanyak 99,5 persen responden mengakses internet lewat ponsel setiap hari, dan 23 persen menghabiskan waktu online lebih dari enam jam per hari. Namun, 45 persen di antaranya memiliki literasi kesehatan digital yang rendah sehingga rawan salah memahami informasi medis.

Ray menegaskan AI tidak bisa menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter karena tidak mampu melakukan tahapan klinis seperti anamnesis dan pemeriksaan fisik. HCC pun mengingatkan bahwa teknologi hanya boleh dijadikan referensi awal, bukan penentu diagnosis akhir.

Tags: Anak Muda IndonesiaCobisnisHCCKesehatan digitalPebisnismudaPublic Health ConcernSelf Diagnose

Related Posts

Kolaborasi Telkomsel, Huawei, dan MiniMax Menghadirkan Ruang Eksplorasi yang Mempertemukan Teknologi, Kreativitas, dan Talenta Digital Indonesia.

Kolaborasi Telkomsel, Huawei, dan MiniMax Menghadirkan Ruang Eksplorasi yang Mempertemukan Teknologi, Kreativitas, dan Talenta Digital Indonesia.

by Rizki Meirino
August 7, 2026
0

JAKARTA,Cobisnis.com Cinefest 2026 mencatat antusiasme tinggi dengan menghimpun 1.111 karya film pendek berbasis AI dari berbagai daerah di Indonesia, melampaui...

Trump tolak permintaan rudal Zelensky

Trump Tolak Permintaan Rudal Zelensky, Ukraina Gagal Dapat Tambahan Patriot

by Desti Dwi Natasya
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memperoleh tambahan rudal pertahanan udara...

Vinicius Junior Arsenal

Arsenal Pantau Vinicius Junior, Legenda Real Madrid Minta Bertahan

by Desti Dwi Natasya
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Masa depan Vinicius Junior kembali menjadi sorotan setelah Arsenal dikabarkan terus memantau situasinya di Real Madrid. Rumor...

Penerbangan Jet Kembali ke Bandara Husein Sastranegara Mulai 14 Agustus 2026

Penerbangan Jet Kembali ke Bandara Husein Sastranegara Mulai 14 Agustus 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bandara Husein Sastranegara, Bandung, terus melakukan pembenahan menjelang kembalinya layanan penerbangan komersial menggunakan pesawat jet berbadan sedang....

Investor Wajib Catat, Hasil Rebalancing MSCI Dirilis 12 Agustus 2026

Investor Wajib Catat, Hasil Rebalancing MSCI Dirilis 12 Agustus 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 7, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Penyedia indeks saham global MSCI akan mengumumkan hasil rebalancing indeks periode Agustus 2026 pada 12 Agustus mendatang....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Telkomsel Braze AI

Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Integrasikan AI Braze untuk Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

August 7, 2026
BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

August 7, 2026
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Resmi Dijual Global, Pre-order Naik 30 Persen

August 7, 2026
Investor Wajib Catat, Hasil Rebalancing MSCI Dirilis 12 Agustus 2026

Investor Wajib Catat, Hasil Rebalancing MSCI Dirilis 12 Agustus 2026

August 7, 2026
Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ditahan Imbang Singapura 1-1

Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Ditahan Imbang Singapura 1-1

August 8, 2026
rencana AS perluas penggunaan senjata nuklir

Rencana AS Perluas Penggunaan Senjata Nuklir Dinilai Berbahaya

August 7, 2026
sinopsis film Memory

Sinopsis Film Memory, Aksi Liam Neeson sebagai Pembunuh Bayaran Pengidap Alzheimer

August 7, 2026
Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, Dekan School of Computer Science BINUS University

BINUS University Perluas Program AI untuk Siapkan Talenta Hadapi Ekonomi Global

August 7, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved