JAKARTA, Cobisnis.com – Kopi menjadi salah satu pilihan minuman yang banyak dikosumsi di pagi hari. Namun, sering dikatakan bahwa kopi dapat menyebabkan dehidrasi, dan kamu harus membatasi jumlah yang diminum, terutama jika itu di pagi hari.
Bahkan ada yang mengatakan kamu harus minum segelas air sebelum minum kopi pagi. Bagi para peminum kopi, menunda minum kopi pagi mungkin terdengar mustahil. Jadi, apakah itu benar? Apakah kopi menyebabkan dehidrasi?
Dikutip dari eatingwell, Minggu (11/10/2026), Kopi dikenal karena kafeinnya, bahan aktif yang bertindak sebagai stimulan sistem saraf pusat. Senyawa ini adalah salah satu alasan utama mengapa banyak orang minum kopi, terutama sebagai minuman pagi.
Kafein dikenal sebagai diuretik dengan efek yang meningkat pada dosis besar. “Diuretik adalah zat apa pun yang mendorong pengeluaran air dan kelebihan garam melalui produksi urin. Diuretik umumnya digunakan untuk mengobati gagal jantung, hipertensi, dan penyakit ginjal tertentu,” kata Amy Goblirsch, RDN.
Meskipun sering disebut sebagai penambah energi, kafein dalam kopi sebenarnya tidak bekerja seperti yang diharapkan.
“Penting untuk diingat bahwa kafein tidak memberi energi pada tubuh kita. Dalam perannya sebagai stimulan, kafein hanya membantu kita merasa lebih waspada atau fokus dengan mengikat reseptor adenosin di otak kita (yang biasanya bertanggung jawab membuat kita merasa mengantuk sepanjang hari) dengan memblokir reseptor ini, kita hanya merasakan perasaan waspada sementara,” sambung Chloe Giraldi, MS, RD.
Lantas, bagaimana hubungannya dengan dehidrasi?
Terdapat banyak kebingungan mengenai efek kopi terhadap hidrasi. Karena kafein bertindak sebagai diuretik, ada anggapan bahwa minum kopi berkontribusi pada dehidrasi.
Namun, efek diuretik kafein tergolong ringan, terutama pada mereka yang memiliki toleransi terhadap kafein. Penelitian telah menunjukkan bahwa asupan kafein dalam dosis yang direkomendasikan tidak menyebabkan dehidrasi.
“Anggapan bahwa konsumsi kopi menyebabkan dehidrasi disebabkan oleh penelitian usang yang menyatakan bahwa 300 miligram atau lebih kafein dapat menyebabkan diuresis, yaitu peningkatan produksi dan pengeluaran urin oleh ginjal,” ungkap Umo Callins, MS, RD, CSSD, LD CPT.
Namun, Callins mengatakan peningkatan diuresis bersifat jangka pendek dan seringkali tidak sampai menyebabkan dehidrasi.
“Penelitian terkini menunjukkan bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi kafein dalam jumlah rata-rata dari kopi (dua hingga tiga cangkir) tidak mengalami efek diuresis yang signifikan,” katanya.
Jadi, karena kopi mengandung kafein, kamu tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Dianjurkan agar orang dewasa sehat mengonsumsi tidak lebih dari 400 mg kafein setiap hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar empat cangkir kopi seduh, namun kandungan kafein dapat bervariasi tergantung pada jenis biji kopi yang digunakan.













