• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, April 27, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

BEI Ganti Cara Klasifikasi Perusahaan Tercatat, Dari JASICA Menjadi IDX Industrial Classification

Ahmad Kurniawan by Ahmad Kurniawan
January 20, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
BEI Ganti Cara Klasifikasi Perusahaan Tercatat, Dari JASICA Menjadi IDX Industrial Classification

Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan transformasi dalam klasifikasi perusahaan tercatat, dari yang sebelumnya disebut Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA) menjadi IDX Industrial Classification (IDX-IC). Jika JASICA menggunakan prinsip klasifikasi bidang usaha atas perusahaan tercatat berdasarkan aktivitas ekonomi, maka IDX-IC menggunakan prinsip klasifikasi menggunakan eksposur pasar.

JASICA dan IDC-IX memiliki banyak perbedaan mulai dari prinsip klasifikasi, struktur pengkodean, sumber informasi, evaluasi rutin, perubahan klasifikasi, hingga indeks.

“IDX-IC merupakan solusi atas keterbatasan JASICA,” kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal Terkait IDX-IC yang digelar secara virtual, Rabu (20 Januari 2021).

JASICA telah digunakan oleh BEI sejak 1996, di mana struktur pengelompokannya terdiri dari 9 sektor dan 56 subsektor. JASICA mengacu kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLUI) yang
dikeluarkan BPS berdasarkan aktivitas ekonomi.

IDX-IC menjawab kebutuhan perkembangan sektor-sektor perekonomian dan jenis perusahaan tercatat baru. Sebut saja perusahaan teknologi dan kesehatan, sehingga BEI perlu menyelaraskan klasifikasi yang common practice digunakan di Bursa Efek lain di dunia.

IDX-IC juga dimaksudkan agar stakeholder mampu membuat perbandingan perusahaan yang konsisten secara global berdasarkan sektor dan industri. IDX-IC juga menyempurnakan penilaian risiko yang lebih baik bagi portofolio investasi sehingga memberikan peluang untuk penciptaan produk baru seperti indeks, Reksa Dana, dan Exchange Traded Funds (ETF) berbasis sektor dan investor.

“Nah, bagi investor IDX-IC ini akan memberikan banyak opsi, membandingkan performa perusahaan tercatat dan sebagainya,” kata Fawzi.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Ignatius Denny Wicaksono, mengatakan perkembangan ekonomi global menimbulkan sektor-sektor terlalu luas dan tidak homogen serta tidak
terdefinisi secara spesifik.

Terdapat berbagai jenis usaha baru yang saat ini berkembang namun belum terdapat klasifikasi spesifik di JASICA seperti: Perusahaan Energi Alternatif, Produsen Barang Hobi, Penyedia Jasa Olahraga, Holding/Konglomerasi Keuangan, Perusahaan Perfilman, Perusahaan Teknologi Informasi.

“Ada klub Bola Bali United atau perusahaan film MD Pictures, itu kan enggak ada klasifikasinya di JASICA,” kata Denny.

Kemudian sektor Aneka Industri (Miscellanous Industry) yang berisi subsektor Mesin & Alat Berat, Otomotif & Komponen, Tekstil & Garmen, Alas Kaki, Kabel, Elektronik. Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi yang mencakup perdagangan, media, kesehatan, perusahaan TI, dan perusahaan investasi.

Ada juga subsektor Others untuk mengakomodir perusahaan yang tidak
dapat dikelompokkan di sub-sektor manapun. Prinsip klasifikasi
berdasarkan aktivitas tidak common practice di Bursa Efek lain di Dunia.

“Sekarang kan ada investasi fasilitas listrik untuk kendaraan listrik. Nah, perusahaan ini tidak masuk ke oil dan gas, tapi masuk ke klasifikasi material konstruksi. Kemudian Gojek masuk di aplikasi dan perangkat lunak. Meskipun core bisnisnya transportasi, tetapi income terbesarnya dari transaksi Gopay. Jadi nanti semuanya jelas di IDX-IC ini,” kata Kepala Unit Pengembangan Produk I, Kautsar Primadi Nurahmad.

Premium WordPress Themes Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
udemy course download free
download karbonn firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: BEIBursaIDC-IXJASICA

Related Posts

Isu MSCI Depak Saham RI Mencuat BEI Beri Penjelasan Soal Konsentrasi

Isu MSCI Depak Saham RI Mencuat BEI Beri Penjelasan Soal Konsentrasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 21, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia merespons sikap MSCI yang masih membatasi saham Indonesia. Isu kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi...

ARA 6 Kali Berturut, WBSA Disuspensi Sehari, Pasar Tunggu Arah Selanjutnya

ARA 6 Kali Berturut, WBSA Disuspensi Sehari, Pasar Tunggu Arah Selanjutnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) setelah lonjakan...

Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

Kepemilikan Super Terkonsentrasi! 9 Saham Ini Jadi Sorotan, Mana yang Layak Dibeli?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 6, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap sembilan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi per Maret 2026. Kondisi ini dinilai...

Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia, OJK BEI dan KSEI Tuntaskan Empat Agenda

Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia, OJK BEI dan KSEI Tuntaskan Empat Agenda

by Dwi Natasya
April 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Reformasi transparansi pasar modal Indonesia resmi dituntaskan oleh regulator dan pelaku bursa. Oleh karena itu, reformasi transparansi pasar...

BEI

BEI Kenakan 294 Sanksi ke 142 Emiten di Awal 2026

by Iwan Supriyatna
March 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan kredibilitas pasar modal Indonesia melalui pengawasan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

AIA Vitality Women’s 10K 2026 Kembali Hadir

April 26, 2026
BNI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Terbitkan AT – 1 Bond

BNI Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Bank

April 26, 2026
Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

Bank Sentral Borong Emas, Harga Diprediksi Menguat di Pekan Depan

April 26, 2026
Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

Nyaris Top 5, Veda Ega Pratama Tutup Moto3 Spanyol 2026 di Posisi Keenam

April 26, 2026
Superbank Gelar RUPST Perdana, Tegaskan Kinerja Solid Pasca IPO

Superbank Gelar RUPST Perdana, Tegaskan Kinerja Solid Pasca IPO

April 27, 2026
Maskapai Pertahankan Harga Tiket Tinggi Meski Biaya Bahan Bakar Turun

Maskapai Pertahankan Harga Tiket Tinggi Meski Biaya Bahan Bakar Turun

April 27, 2026
Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

Chip e-KTP Belum Optimal, Kemendagri Sebut Instansi Masih Butuh Fotokopi

April 27, 2026
CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

CFTC Kekurangan Staf Saat Pasar Prediksi Booming

April 27, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved