• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, August 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Begini Dampak Pusat Data AI Terhadap Jaringan Listrik Amerika Serikat

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 20, 2026
in Teknologi
0
Begini Dampak Pusat Data AI Terhadap Jaringan Listrik Amerika Serikat

JAKARTA, Cobisnis.com – Perlombaan raksasa teknologi membangun pusat data demi mendominasi lanskap kecerdasan buatan (AI) memicu kekhawatiran baru di Amerika Serikat. Di tengah lonjakan pembangunan data center, jaringan listrik nasional yang sudah menua dinilai belum siap menanggung lonjakan kebutuhan energi, sementara rumah tangga AS justru menanggung sebagian besar biaya tambahan tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump bersama konsorsium gubernur dari negara bagian timur laut Amerika mendesak PJM, operator jaringan listrik terbesar di AS, untuk meredam lonjakan biaya listrik nasional. Para pejabat federal mengusulkan agar PJM menggelar lelang listrik darurat, di mana perusahaan teknologi besar diminta menanggung biaya lonjakan konsumsi listrik dari pusat data mereka. Namun, PJM menyatakan tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya terkait rencana tersebut.

Ledakan Pembangunan Pusat Data

Virginia saat ini menjadi lokasi klaster pusat data terbesar di dunia, dengan 561 pusat data di 23 pasar berbeda, menurut Data Center Map. Selain itu, pembangunan juga meluas ke wilayah yang lebih terpencil, di mana pasokan energi lebih melimpah dan tekanan terhadap jaringan listrik lebih rendah. Laporan McKinsey & Company menyebut Denver, Los Angeles, dan Pennsylvania sebagai wilayah potensial pertumbuhan berikutnya.

Sejumlah negara bagian bahkan memberikan insentif. Ohio, misalnya, menawarkan pembebasan pajak penjualan sebagian atau penuh bagi perusahaan yang melakukan investasi besar di sektor pusat data.

Perusahaan Teknologi Paling Agresif

Perusahaan teknologi raksasa AS memimpin ekspansi ini. Meta menghabiskan US$17 miliar untuk belanja modal pada kuartal yang berakhir Juni 2025. Microsoft mengalokasikan US$24,2 miliar pada periode yang sama, sementara Amazon berencana menanamkan US$15 miliar di Indiana Utara, di luar investasi US$11 miliar yang diumumkan pada 2024. Bank of America memperkirakan belanja tahunan perusahaan untuk konstruksi pusat data mencapai US$40 miliar pada Juni lalu.

Dampak ke Tagihan Listrik

Lonjakan pembangunan pusat data turut mendorong kenaikan tarif listrik rumah tangga. Data Energy Information Administration menunjukkan tarif listrik residensial naik 5,2 persen pada Oktober dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Analisis Bloomberg News bahkan mencatat kenaikan biaya listrik hingga 267 persen di wilayah dekat pusat data dalam lima tahun terakhir.

Menurut Ryan Hledik dari Brattle Group, lonjakan permintaan dari pusat data menjadi salah satu penyebab utama. Meski demikian, harga bisa turun jika pusat data dibangun di wilayah dengan kapasitas listrik berlebih atau beroperasi di luar jam puncak. Infrastruktur listrik AS yang menua juga memperparah biaya, terutama pada sistem distribusi yang membutuhkan investasi mahal pascapandemi.

Konsumsi Energi Terus Meningkat

Departemen Energi AS memperkirakan pusat data akan mengonsumsi 6,7 hingga 12 persen total listrik nasional pada 2028, naik dari 4,4 persen pada 2023. Sejumlah perusahaan listrik mulai menerapkan tarif khusus bagi pelanggan besar agar beban tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat.

Negara bagian Oregon telah mengesahkan aturan yang mewajibkan pusat data membayar sesuai tekanan yang mereka timbulkan pada jaringan listrik. Microsoft pun menyatakan siap membayar tarif listrik lebih tinggi di wilayah tempat mereka membangun pusat data.

Tekanan Terhadap Pasokan Air

Selain listrik, pusat data juga membutuhkan air dalam jumlah besar untuk sistem pendinginan. McKinsey mencatat kebutuhan air fasilitas ini diperkirakan meningkat 170 persen pada 2030. Pembangkit listrik termal yang mendukung pusat data juga memerlukan air untuk pendinginan, menambah tekanan terhadap sumber daya lokal.

Hledik menilai tantangan ke depan adalah menciptakan keseimbangan agar pusat data dan masyarakat dapat hidup berdampingan tanpa merugikan komunitas lokal. “Bagaimana menciptakan kondisi agar semua pihak menjadi pemenang, bukan hanya sebagian,” ujarnya.

Tags: cobisnis.comJaringanListrikPusatDataAITeknologiAI

Related Posts

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Kasus Pembunuhan Tupac Shakur Kembali Bergulir, Seleksi Juri Dimulai

by Zahra Zahwa
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kasus pembunuhan rapper legendaris Tupac Shakur kembali menjadi perhatian setelah hampir tiga dekade. Persidangan kasus tersebut kini...

Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

by Hidayat Taufik
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Keluarga Sutrimo mengungkap bahwa pria yang ditemukan meninggal dunia di Jakarta Selatan tersebut telah cukup lama bekerja...

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Proyek Kabel Bawah Laut Inggris-Irlandia Ubah Rute Setelah Sorotan Fans Harry Potter

by Zahra Zahwa
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Proyek kabel listrik bawah laut senilai sekitar US$580 juta mengubah rute demi menghindari memorial Dobby di Wales....

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

7UP Perbarui Resep Minuman, Kurangi Lemon dan Perkuat Rasa Lime

by Zahra Zahwa
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – 7UP mengubah resep minumannya untuk pertama kali dalam 15 tahun. Perusahaan kini menghadirkan rasa yang lebih dominan...

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

by Zahra Zahwa
August 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Meta mengambil posisi dalam perdebatan besar tentang masa depan kecerdasan buatan atau AI. Perusahaan teknologi itu mendukung...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bank Negara Indonesia (BNI)

BNI Catat Fundamental Bisnis Solid di Semester I 2026, Kredit Tumbuh 24,4%

August 10, 2026
Prabowo Dorong Perampingan BUMN, Pertamina dan PLN Jadi Perhatian

Prabowo Dorong Perampingan BUMN, Pertamina dan PLN Jadi Perhatian

August 10, 2026
Kabar Baik! Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Rampung 10 Hari

Kabar Baik! Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Rampung 10 Hari

August 10, 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen, Kenapa Kelas Menengah Malah Menyusut?

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen, Kenapa Kelas Menengah Malah Menyusut?

August 10, 2026
5  Tips Usir Lalat Biar Tidak Hinggap di Tempat Sampah Rumah

5 Tips Usir Lalat Biar Tidak Hinggap di Tempat Sampah Rumah

August 11, 2026
Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Kasus Pembunuhan Tupac Shakur Kembali Bergulir, Seleksi Juri Dimulai

August 11, 2026
Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

Sutrimo Disebut Lama Bekerja untuk Febrie, Awalnya Tukang Bangunan

August 11, 2026
Meta Rilis Glimmer dan Tegaskan Dukungan untuk Model AI Open-Weight

Proyek Kabel Bawah Laut Inggris-Irlandia Ubah Rute Setelah Sorotan Fans Harry Potter

August 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved