• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Begini Dampak Pusat Data AI Terhadap Jaringan Listrik Amerika Serikat

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 20, 2026
in Teknologi
0
Begini Dampak Pusat Data AI Terhadap Jaringan Listrik Amerika Serikat

JAKARTA, Cobisnis.com – Perlombaan raksasa teknologi membangun pusat data demi mendominasi lanskap kecerdasan buatan (AI) memicu kekhawatiran baru di Amerika Serikat. Di tengah lonjakan pembangunan data center, jaringan listrik nasional yang sudah menua dinilai belum siap menanggung lonjakan kebutuhan energi, sementara rumah tangga AS justru menanggung sebagian besar biaya tambahan tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump bersama konsorsium gubernur dari negara bagian timur laut Amerika mendesak PJM, operator jaringan listrik terbesar di AS, untuk meredam lonjakan biaya listrik nasional. Para pejabat federal mengusulkan agar PJM menggelar lelang listrik darurat, di mana perusahaan teknologi besar diminta menanggung biaya lonjakan konsumsi listrik dari pusat data mereka. Namun, PJM menyatakan tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya terkait rencana tersebut.

Ledakan Pembangunan Pusat Data

Virginia saat ini menjadi lokasi klaster pusat data terbesar di dunia, dengan 561 pusat data di 23 pasar berbeda, menurut Data Center Map. Selain itu, pembangunan juga meluas ke wilayah yang lebih terpencil, di mana pasokan energi lebih melimpah dan tekanan terhadap jaringan listrik lebih rendah. Laporan McKinsey & Company menyebut Denver, Los Angeles, dan Pennsylvania sebagai wilayah potensial pertumbuhan berikutnya.

Sejumlah negara bagian bahkan memberikan insentif. Ohio, misalnya, menawarkan pembebasan pajak penjualan sebagian atau penuh bagi perusahaan yang melakukan investasi besar di sektor pusat data.

Perusahaan Teknologi Paling Agresif

Perusahaan teknologi raksasa AS memimpin ekspansi ini. Meta menghabiskan US$17 miliar untuk belanja modal pada kuartal yang berakhir Juni 2025. Microsoft mengalokasikan US$24,2 miliar pada periode yang sama, sementara Amazon berencana menanamkan US$15 miliar di Indiana Utara, di luar investasi US$11 miliar yang diumumkan pada 2024. Bank of America memperkirakan belanja tahunan perusahaan untuk konstruksi pusat data mencapai US$40 miliar pada Juni lalu.

Dampak ke Tagihan Listrik

Lonjakan pembangunan pusat data turut mendorong kenaikan tarif listrik rumah tangga. Data Energy Information Administration menunjukkan tarif listrik residensial naik 5,2 persen pada Oktober dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Analisis Bloomberg News bahkan mencatat kenaikan biaya listrik hingga 267 persen di wilayah dekat pusat data dalam lima tahun terakhir.

Menurut Ryan Hledik dari Brattle Group, lonjakan permintaan dari pusat data menjadi salah satu penyebab utama. Meski demikian, harga bisa turun jika pusat data dibangun di wilayah dengan kapasitas listrik berlebih atau beroperasi di luar jam puncak. Infrastruktur listrik AS yang menua juga memperparah biaya, terutama pada sistem distribusi yang membutuhkan investasi mahal pascapandemi.

Konsumsi Energi Terus Meningkat

Departemen Energi AS memperkirakan pusat data akan mengonsumsi 6,7 hingga 12 persen total listrik nasional pada 2028, naik dari 4,4 persen pada 2023. Sejumlah perusahaan listrik mulai menerapkan tarif khusus bagi pelanggan besar agar beban tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat.

Negara bagian Oregon telah mengesahkan aturan yang mewajibkan pusat data membayar sesuai tekanan yang mereka timbulkan pada jaringan listrik. Microsoft pun menyatakan siap membayar tarif listrik lebih tinggi di wilayah tempat mereka membangun pusat data.

Tekanan Terhadap Pasokan Air

Selain listrik, pusat data juga membutuhkan air dalam jumlah besar untuk sistem pendinginan. McKinsey mencatat kebutuhan air fasilitas ini diperkirakan meningkat 170 persen pada 2030. Pembangkit listrik termal yang mendukung pusat data juga memerlukan air untuk pendinginan, menambah tekanan terhadap sumber daya lokal.

Hledik menilai tantangan ke depan adalah menciptakan keseimbangan agar pusat data dan masyarakat dapat hidup berdampingan tanpa merugikan komunitas lokal. “Bagaimana menciptakan kondisi agar semua pihak menjadi pemenang, bukan hanya sebagian,” ujarnya.

Tags: cobisnis.comJaringanListrikPusatDataAITeknologiAI

Related Posts

Massa Ormas Kembali Geruduk Kawasan Pabrik BYD Subang

Massa Ormas Kembali Geruduk Kawasan Pabrik BYD Subang

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pabrik kendaraan listrik BYD di Subang, Jawa Barat, kembali didatangi sekelompok massa yang diduga berasal dari organisasi...

Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia memiliki beragam jenis ikan yang kaya akan nutrisi, salah satunya ikan sidat. Hewan air dengan bentuk...

Veda Ega Start Kedelapan Usai Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026

Veda Ega Start Kedelapan Usai Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Veda Ega Pratama akan mengawali balapan Moto3 Malaysia 2026 dari urutan kedelapan. Sementara posisi terdepan atau pole...

MU Dalam Masa Sulit, Carrick Minta Tim Tetap Yakin Lawan Chelsea

MU Dalam Masa Sulit, Carrick Minta Tim Tetap Yakin Lawan Chelsea

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Manchester United akan melakoni laga tandang menghadapi Chelsea dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris. Pelatih Michael Carrick berharap...

Orang Tua Wajib Tahu, 5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Bergantung pada Orang Lain

Orang Tua Wajib Tahu, 5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Bergantung pada Orang Lain

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keinginan orang tua untuk selalu menjaga anak agar terhindar dari masalah merupakan hal yang wajar. Namun, perlindungan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

Guru Besar UI Soroti Dampak Ekonomi Konser Andrea Bocelli

October 30, 2026
Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

October 30, 2026
BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah Lewat 135 Ribu BSI Agen

BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah Lewat 135 Ribu BSI Agen

October 30, 2026
Seller COD Terancam Boncos! Paket Gagal Kirim Tak Kunjung Kembali

Seller COD Terancam Boncos! Paket Gagal Kirim Tak Kunjung Kembali

October 30, 2026
Massa Ormas Kembali Geruduk Kawasan Pabrik BYD Subang

Massa Ormas Kembali Geruduk Kawasan Pabrik BYD Subang

October 31, 2026
Lewat Famtrip, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Lewat Famtrip, Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata yang Berkelanjutan

October 31, 2026
BRIN Perkuat Jaringan Stasiun Bumi untuk Pantau Bencana

Maverick Vinales Masih Cedera Bahu, Siapkan Strategi Khusus di Sepang

October 31, 2026
Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

Ikan Asli Indonesia Ini Disebut Ungguli Salmon dalam Kandungan Omega-3

October 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved