• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, August 29, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bayangin Kalau Ojek Online Libur Seminggu, Mau Jalan Gimana?

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 19, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Bayangin Kalau Ojek Online Libur Seminggu, Mau Jalan Gimana?

JAKARTA, Cobisnis.com – Bayangin kalau ribuan pengemudi ojek online kompak mogok seminggu. Efeknya nggak cuma soal transportasi macet, tapi bisa bikin banyak sektor ekonomi perkotaan ikut tersendat. Aktivitas masyarakat yang udah terbiasa mengandalkan aplikasi, bakal langsung kelimpungan.

Dalam satu hari aja tanpa ojol, pengantaran makanan, barang, dan dokumen penting bisa terganggu. Banyak usaha kecil dan restoran yang bergantung pada layanan pesan antar akan langsung merasakan penurunan pendapatan. Kalau sampai seminggu, dampaknya bisa berantai ke ratusan ribu pekerja informal lain.

Data Asosiasi Transportasi Online Indonesia (ATOI) mencatat, per hari ada jutaan transaksi antar-jemput dan pengantaran makanan di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Artinya, kalau roda itu berhenti, perputaran uang yang biasanya mengalir lewat platform digital juga terhenti.

Selain itu, pekerja kantoran yang biasa berangkat dengan ojek online akan beralih ke kendaraan pribadi atau transportasi umum. Lonjakan penumpang di jam sibuk bisa bikin kemacetan makin parah dan waktu tempuh bertambah signifikan. Ini bisa menurunkan produktivitas kerja, terutama di sektor yang bergantung pada mobilitas cepat.

Para pelaku UMKM juga ikut kena imbas. Banyak dari mereka yang bergantung pada ojol buat kirim pesanan harian, terutama di sektor kuliner, fashion, dan jasa. Tanpa pengantar, mereka harus cari alternatif lain yang lebih mahal dan lambat.

Efeknya juga terasa di platform digital. Aplikasi e-commerce dan food delivery bisa mengalami penurunan pesanan drastis. Pengguna yang kecewa dengan lambatnya layanan bisa berhenti bertransaksi untuk sementara waktu.

Dari sisi sosial, mogok massal ojol juga bisa jadi sinyal kuat soal kesejahteraan mitra pengemudi. Kenaikan biaya operasional, harga bensin, dan pembagian hasil yang dinilai tak adil sering jadi pemicu. Gerakan mogok semacam ini bisa membuka diskusi nasional soal keadilan ekonomi digital.

Pemerintah kemungkinan besar bakal turun tangan kalau aksi mogok terjadi lebih dari tiga hari. Pasalnya, transportasi daring udah jadi tulang punggung mobilitas urban. Banyak pekerja informal dan sektor logistik mikro bergantung pada keberadaan mereka.

Kalau aksi mogok berlangsung seminggu penuh, dampak jangka pendeknya bisa memukul konsumsi rumah tangga perkotaan. Efek dominonya bisa mengurangi sirkulasi uang harian dan menekan pendapatan bisnis kecil. Ini menunjukkan betapa kuatnya peran ekonomi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, mogok serentak ojek online bukan cuma persoalan transportasi, tapi juga alarm keras bahwa kesejahteraan ekonomi digital belum seimbang. Di balik layar, ada jutaan pengemudi yang menopang gaya hidup cepat masyarakat modern dan kalau mereka berhenti, kota bisa ikut lumpuh.

Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
download lenevo firmware
Premium WordPress Themes Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Cobisnisekonomi digitalojek onlinePebisnismudaTransportasiumkm

Related Posts

Purbaya Siapkan Rp20,5 Triliun untuk 490 Daerah yang Tertekan Fiskal

Purbaya Ungkap Alasan Pakai Xpeng X9, Dukung Program Pengurangan BBM

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini menggunakan mobil listrik baru untuk menunjang aktivitasnya. Kendaraan tersebut merupakan Xpeng...

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Jelaskan Penyebabnya

11 Bank Tutup hingga Agustus 2026, OJK Jelaskan Penyebabnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 11 bank telah ditutup sepanjang 2026 hingga Agustus. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menilai pencabutan izin...

Prabowo Ungkap RI Tak Lama Lagi Tak Perlu Banyak Impor BBM

Prabowo Ungkap RI Tak Lama Lagi Tak Perlu Banyak Impor BBM

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tidak lama lagi akan mencapai swasembada energi. Kondisi tersebut diyakini dapat membuat...

Harga Ayam Naik Tajam hingga Rp100 Ribu, Apa Penyebabnya?

Harga Ayam Naik Tajam hingga Rp100 Ribu, Apa Penyebabnya?

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Harga daging ayam ras di sejumlah daerah mengalami kenaikan hingga mencapai Rp100 ribu per kilogram. Menteri Perdagangan...

165 Orang Tewas dalam Bencana Nepal-Tibet, 1.384 Orang Masih Hilang

165 Orang Tewas dalam Bencana Nepal-Tibet, 1.384 Orang Masih Hilang

by M.Dhayfan Al-ghiffari
August 27, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebanyak 165 orang tewas dan 1.384 lainnya masih hilang setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Nepal...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Purbaya Siapkan Rp20,5 Triliun untuk 490 Daerah yang Tertekan Fiskal

Purbaya Ungkap Alasan Pakai Xpeng X9, Dukung Program Pengurangan BBM

August 28, 2026
BEI Resmi Luncurkan Saham Hijau dan Tiga Emiten Jadi yang Pertama

BEI Resmi Luncurkan Saham Hijau dan Tiga Emiten Jadi yang Pertama

August 28, 2026
Harga Ayam Capai Rp38 Ribu, Cabai Merah Ikut Naik di Jakarta

Harga Ayam Capai Rp38 Ribu, Cabai Merah Ikut Naik di Jakarta

August 28, 2026
FSPPB

FSPPB Soroti Peran PDSI sebagai Pilar Kapabilitas Pengeboran Nasional

August 28, 2026
Awas, Main HP Saat Menyeberang Bisa Didenda Rp1,5 Juta

Awas, Main HP Saat Menyeberang Bisa Didenda Rp1,5 Juta

August 29, 2026
Tape dan durian diketahui dapat mengandung alkohol dari proses alami. Lantas, mengapa keduanya tetap halal dikonsumsi menurut ketentuan Islam dan fatwa MUI?

Kenapa Tape dan Durian Tetap Halal meski Mengandung Alkohol?

August 29, 2026
Desta Tinggalkan Vindes, Pelajaran Menjaga Persahabatan

Desta Tinggalkan Vindes, Pelajaran Menjaga Persahabatan

August 29, 2026
Marc Marquez

Marc Marquez Ungkap Masalah Lengan Kanan di Silverstone

August 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved