• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, September 18, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melampaui Tingkat Sebelum Pandemi

Saeful Imam by Saeful Imam
October 9, 2024
in Ekonomi Bisnis
0
UMP Mana Cukup? Biaya Hidup di Ibukota Hampir Rp15 Juta, Tertinggi di Tanah Air

Ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh

JAKARTA, COBISNIS.COM – Bank Dunia memprediksi bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh setara atau bahkan melampaui tingkat sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 2024 dan 2025. Dalam laporan terbarunya yang bertajuk “World Bank East Asia and The Pacific Economic Update” edisi Oktober 2024, Indonesia diproyeksikan menjadi satu-satunya negara besar di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang mampu mencapai pertumbuhan tersebut. Proyeksi ini menunjukkan posisi Indonesia yang unggul di kawasan ini dalam hal pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, menyatakan bahwa di antara negara-negara besar, hanya Indonesia yang diperkirakan tumbuh pada atau di atas tingkat sebelum pandemi pada 2024 dan 2025. Pertumbuhan di negara lain seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam diproyeksikan berada di bawah tingkat tersebut. Mattoo menyampaikan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers virtual yang digelar di Jakarta pada Selasa, 8 Oktober 2024.

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5 persen pada tahun 2024 dan meningkat sedikit menjadi 5,1 persen pada 2025. Sebagai perbandingan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode sebelum pandemi, yakni 2015-2019, tercatat sebesar 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan yang stabil dan berpotensi meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia juga mengungkapkan bahwa proyeksi ini lebih baik dibandingkan laporan sebelumnya pada April 2024, yang memprediksi pertumbuhan sebesar 4,9 persen pada 2024 dan 5 persen pada 2025. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah peningkatan konsumsi masyarakat, investasi, serta belanja pemerintah. Ketiga faktor ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia di masa depan.

Secara keseluruhan, Bank Dunia memperkirakan bahwa pertumbuhan di wilayah Asia Timur dan Pasifik akan mencapai 4,8 persen pada 2024, namun melambat menjadi 4,4 persen pada 2025. Pertumbuhan di kawasan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok, sebagai ekonomi terbesar di kawasan ini, diperkirakan menurun dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 4,3 persen pada 2025.

Penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok disebabkan oleh pelemahan di sektor properti, rendahnya kepercayaan konsumen dan investor, serta tantangan struktural seperti penuaan populasi dan ketegangan geopolitik. Namun, pertumbuhan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, tidak termasuk Tiongkok, diperkirakan meningkat dari 4,7 persen pada 2024 menjadi 4,9 persen pada 2025.

Pertumbuhan ekonomi di Malaysia diproyeksikan mencapai 4,9 persen pada 2024, namun diperkirakan turun menjadi 4,5 persen pada 2025. Filipina diperkirakan akan tumbuh 6 persen pada 2024 dan meningkat tipis menjadi 6,1 persen pada 2025. Sementara itu, Thailand diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 2,4 persen pada 2024 dan naik menjadi 3 persen pada 2025.

Vietnam juga diproyeksikan akan mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat, dengan proyeksi sebesar 6,1 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 6,5 persen pada 2025. Negara-negara lain di kawasan, seperti Kamboja dan Laos, juga diperkirakan mencatatkan pertumbuhan yang stabil, meski Laos mengalami penurunan pada 2025.

Di kawasan Kepulauan Pasifik, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai 3,5 persen pada 2024 dan sedikit melambat menjadi 3,4 persen pada 2025. Pemulihan sektor pariwisata menjadi faktor pendorong utama, meskipun investasi di wilayah ini masih menunjukkan kelemahan yang signifikan.

Tags: bank dunia prediksi pertumbuhan ekonomi

Related Posts

No Content Available
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Novo Indonesia mengajak masyarakat aktif memastikan keamanan obat dan melaporkan efek samping.

Novo Dorong Masyarakat Aktif Jaga Keselamatan Obat

September 17, 2026
AIA menghadirkan AIA SILABUS di Universitas Indonesia untuk membekali mahasiswa dengan literasi keuangan dan perencanaan finansial sejak dini.

AIA SILABUS Hadir di Universitas Indonesia

September 17, 2026
Kuning Telur - pexels/Ron Lach

Benarkah Kuning Telur Sebabkan Masalah Kesehatan Jantung?

September 17, 2026
Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

Begini Cara iPhone 18 Pro Memastikan Foto Benar Benar Asli

September 17, 2026
BGN Ungkap Perubahan Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp6 Juta Sehari?

BGN Ungkap Perubahan Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Rp6 Juta Sehari?

September 18, 2026
Viral Jasa Santet Bertarif Jutaan di Sukabumi

Viral Jasa Santet Bertarif Jutaan di Sukabumi

September 18, 2026
Kucing Oren Lebih Barbar dari Kucing Putih?

Kucing Oren Lebih Barbar dari Kucing Putih?

September 18, 2026
Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

Bukan Cuma H1N1, Ini 3 Subtipe Influenza yang Terdeteksi

September 18, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved