• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, April 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bank DBS Indonesia Optimistis Ada Peluang Bisnis dan Investasi

H. Fuad by H. Fuad
June 25, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
DBS Indonesia: Pelaku Bisnis RI Peringkat 7 Kesiapan Digital se-Asia Pasifik

JAKARTA, Cobisnis.com – Memasuki kuartal kedua di 2021, Bank DBS Indonesia kembali memberikan pandangan terkini mengenai pasar keuangan dan peluang bisnis dan investasi bagi Nasabah melalui DBS eTalk Series bertajuk DBS Macro Economic Insight: Factoring Vaccination Distribution Into Economic Growth and Investment Mapping.

“DBS Macro Economic Insight ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank DBS Indonesia sebagai mitra manajemen kekayaan terpercaya menuju future of banking, di mana kami secara proaktif terus memperkaya strategi manajemen kekayaan nasabah dengan peluang bisnis dan investasi, berdasarkan analisa tajam atas faktor-faktor makro ekonomi yang mempengaruhi pergerakan dunia finansial,” ujar Rudy Tandjung, Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia.

Chief Economist Bank DBS, Taimur Baig, menyampaikan terdapat siklus bisnis sejak 2020 yang dapat dibagi menjadi lima fase – dalam mencapai pemulihan ekonomi pasca pandemi, yaitu pandemi, vaksinasi, di mana setelahnya bank sentral akan mempertimbangkan inflasi, pasar lowongan kerja (jobs market), dan penyusunan kebijakan baru (policy direction). Saat ini negara ASEAN, termasuk Indonesia, masih pada tahap pandemi dan vaksinasi, sedangkan negara maju sudah pada tahap inflasi dan jobs market. Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia yang sempat menurun beberapa waktu silam, melonjak naik menjadi 15.308 kasus per tanggal 23 Juni 2021.

Di dua sentra ekonomi terbesar dunia saat ini, 53% populasi Amerika Serikat (AS) sudah divaksinasi, sementara China masih diperkirakan sekitar 40%. “Inflasi di AS saat ini masih di bawah target rata-rata The Fed, sehingga The Fed diperkirakan masih akan meneruskan kebijakan fiskal yang akomodatif. Namun di sisi lain AS juga melihat adanya arah pemulihan tingkat konsumsi yang akan berpengaruh pada kenaikan tingkat inflasi di masa mendatang yang tentunya akan berpengaruh pada kebijakan suku bunga The Fed. Sementara itu China menunjukkan kenaikan nilai ekspor 29% di 2021 dibandingkan tahun 2019, didukung oleh tren kenaikan nilai ekspor di seluruh Asia. Nilai investasi asing yang masuk ke China masih menunjukkan tingkat positif dengan total lebih dari USD 950 miliar sejak 2015, namun cadangan devisa cenderung tak bergerak karena diimbangi dengan investasi keluar dari China,” ujar Chief Economist Bank DBS, Taimur Baig.

Di Indonesia sendiri, pemulihan ekonomi Indonesia relatif membaik walaupun ada tantangan dengan kenaikan kasus Covid-19 belakangan ini. Diharapkan upaya pemerintah untuk mendorong vaksinasi akan membawa sentimen positif dan membantu percepatan pemulihan ekonomi.

Di kesempatan yang sama, Senior Economist DBS Group Research, Radhika Rao, menjelaskan, “Pembatasan defisit negara untuk sementara dilonggarkan selama 2020-2022, guna memberikan fleksibilitas yang lebih leluasa dalam menanggapi krisis kesehatan. Dengan demikian, target defisit 2021 dipatok pada 5,7 persen dari PDB dan kemungkinan akan membaik ke tingkat positif 4,5 hingga 4,8 persen di tahun 2022.”

Mengenai investasi, Radhika juga menjelaskan ukuran pasar obligasi di mata uang domestik mencapai Rp4,799 triliun, naik 36 persen di tahun tersebut. Dari angka tersebut, obligasi pemerintah merupakan yang terbesar, yaitu 89 persen dari total, lalu diikuti oleh penerbitan obligasi korporasi sebesar sembilan persen, dan sisanya adalah bank sentral. Ukuran pasar obligasi pemerintah domestik hampir dua kali lipat menjadi 28 persen dari PDB dalam satu dekade terakhir. Dalam kebijakan moneter, Radhika mengatakan bahwa Bank Indonesia berusaha akomodatif tetapi tetap menjaga stabilitas pasar keuangan. “Dari segi mata uang Rupiah, fundamental Indonesia lebih baik dari tahun 2013 pada saat Taper Tantrum atau melonjaknya yield pada obligasi AS. Hal ini menunjukan bahwa meski ada beberapa dampak dari aset EM yang diakibatkan oleh penurunan (taper), ini tidak lantas menjadi signifikan setelah adanya volatilitas,” jelasnya.

“Vaksinasi jelas memegang peran penting dalam upaya pemulihan ekonomi dan pemetaan investasi di masa mendatang. Keuangan publik Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama dua dekade terakhir. Pemotongan suku bunga tidak akan terjadi, akan tetapi stabilitas pasar keuangan akan menjadi prioritas. Oleh karena itu, fokus utama saat ini adalah mempercepat penyebaran vaksinasi dan membantu Indonesia keluar dari krisis pandemi,” tutup Radhika.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download mobile firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy course download free

Related Posts

Indonesia Bungkam Aljazair 3-0, Start Manis di Thomas Cup 2026

Indonesia Bungkam Aljazair 3-0, Start Manis di Thomas Cup 2026

by Hidayat Taufik
April 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Tim putra Indonesia membuka kiprah di Thomas Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair pada laga...

Jakarta Siapkan Tiga Kali Pemadaman Lampu, Cek Waktu dan Lokasinya

Jakarta Siapkan Tiga Kali Pemadaman Lampu, Cek Waktu dan Lokasinya

by Hidayat Taufik
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pemadaman lampu secara serentak dan partisipatif. Langkah ini menjadi bagian...

Industri Otomotif Global Tertekan, Pabrikan AS, Jepang, dan Jerman Kejar Teknologi China

Industri Otomotif Global Tertekan, Pabrikan AS, Jepang, dan Jerman Kejar Teknologi China

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Produsen mobil global mulai mengejar ketertinggalan teknologi dari China setelah penjualan mereka terus tertekan di pasar otomotif...

Pasar Mulai Tenang, Harga Minyak Turun Seiring Sinyal Negosiasi Iran–AS

Pasar Mulai Tenang, Harga Minyak Turun Seiring Sinyal Negosiasi Iran–AS

by M.Dhayfan Al-ghiffari
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Harga minyak dunia berbalik turun setelah muncul sinyal kemungkinan dimulainya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang...

IFG Life dan Mandiri Inhealth Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa Unpad

IFG Life dan Mandiri Inhealth Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa Unpad

by Dwi Natasya
April 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – IFG Life bersama Mandiri Inhealth menggelar program literasi keuangan bagi mahasiswa Universitas Padjadjaran melalui kegiatan bertajuk “Melek...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

Didimax Tawarkan Kemudahan Edukasi Trading Forex Gratis untuk Masyarakat Indonesia

April 23, 2026
BCA Syariah

BCA Syariah dan Bank Aladin Perkuat Transaksi Money Market Antarbank Melalui Kerja Sama SiPA

April 24, 2026
R17 Podcast Show Vol. 04 Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Digital Nasional

R17 Podcast Show Vol. 04 Perkuat Kolaborasi untuk Ketahanan Digital Nasional

April 23, 2026
Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

Setelah 21 Tahun Stabil, Tarif Transjakarta Rp 3.500 Berpotensi Naik

April 24, 2026
Indonesia Bungkam Aljazair 3-0, Start Manis di Thomas Cup 2026

Indonesia Bungkam Aljazair 3-0, Start Manis di Thomas Cup 2026

April 25, 2026
Jakarta Siapkan Tiga Kali Pemadaman Lampu, Cek Waktu dan Lokasinya

Jakarta Siapkan Tiga Kali Pemadaman Lampu, Cek Waktu dan Lokasinya

April 24, 2026
Industri Otomotif Global Tertekan, Pabrikan AS, Jepang, dan Jerman Kejar Teknologi China

Industri Otomotif Global Tertekan, Pabrikan AS, Jepang, dan Jerman Kejar Teknologi China

April 24, 2026
Pasar Mulai Tenang, Harga Minyak Turun Seiring Sinyal Negosiasi Iran–AS

Pasar Mulai Tenang, Harga Minyak Turun Seiring Sinyal Negosiasi Iran–AS

April 24, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved